Lulusan SMK jadi Pengusaha? Bisa!

Kompas.com - 17/09/2018, 21:41 WIB
Dirjen Dikdasmen Kemendikbud, Hamid Muhammad, dalam Bimbingan Teknis Bantuan Pengembangan Pembelajaran Kewirausahaan Tahap II, di Jakarta (6/9/2018) Dok. KemendikbudDirjen Dikdasmen Kemendikbud, Hamid Muhammad, dalam Bimbingan Teknis Bantuan Pengembangan Pembelajaran Kewirausahaan Tahap II, di Jakarta (6/9/2018)

KOMPAS.com - Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan ( SMK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ( Kemendikbud) berupaya mengembangkan kewirausahaan di kalangan siswa SMK.

Setelah 117 SMK menerima program Bantuan Pengembangan Pembelajaran Kewirausahaan SMK tahap I, kali ini sebanyak 67 kepala sekolah ditantang melahirkan lebih banyak wirausaha muda dari SMK.

Wirausaha solusi atas pengangguran

Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Dirjen Dikdasmen), Kemendikbud, Hamid Muhammad, mengatakan saat ini wirausaha merupakan salah satu solusi yang memiliki peluang terbesar untuk mengatasi pengangguran di samping kerjasama dengan industri.

“Saya terus terang gembira menyambut apa yang diinisiasi oleh Pak Gatot, selaku Direktur SEAMEO Secretariat ini untuk menawarkan program SMK Pencetak Wirausaha (SPW),” kata Hamid pada kegiatan Bimbingan Teknis Bantuan Pengembangan Pembelajaran Kewirausahaan Tahap II, di Jakarta, pada Kamis (06/09/2018).

Baca juga: Pelatihan Guru SMK Didukung Peralatan Modern

Dilansir dari laman resmi Kemendikbud, Hamid menambahkan program kewirausahaan yang digelar ini diberikan kepada sekolah yang kreatif dan memiliki inovasi dimana pendaftaran, pengajuan dan presentasi proposal dilakukan secara online.

Sekolah perlu proaktif

“Sekarang sudah saatnya yang proaktif itu dari sekolah, tidak mungkin terus menerus kita memfasilitasi kalau yang difasilitasi itu tidak punya greget, tidak punya motivasi untuk berkembang,” tambah Hamid Muhammad.

Pada tahap II ini, sebanyak 425 SMK mendaftar secara online menerima program pengembangan pembelajaran kewirausahaan SMK. Dari 425 pendaftar tersebut, dipilih 67 sekolah yang memenuhi syarat berdasarkan hasil seleksi secara online.

Ke-67 peserta yang hadir saat ini akan menerima bantuan untuk memotivasi siswa SMK yang telah memiliki inovasi untuk berwirausaha.

"Bantuan yang akan kami berikan ini tidak begitu besar karena yang paling penting itu adalah bagaimana kita mendorong dan memotivasi anak-anak kita untuk mencoba memulai berwirausaha. Mudah-mudahan pada saat lulus nanti menjadi pengusaha yang handal beneran,” dilaporkan Direktur Pembinaan SMK, M. Bakrun kepada Dirjen Dikdasmen.

Siswa SMK telah hasilkan omzet jutaan

Pada kesempatan yang sama, Direktorat Pembinaan SMK Kemendikbud dan The Southeast Asian Ministers of Education Organization (SEAMEO) menyerahkan sertifikat penghargaan kepada siswa penerima program pendidikan kewirausahaan.

Sertifikat elektronik diberikan kepada lima siswa SPW yang telah menghasilkan omzet bisnis 5 juta rupiah per semester atau lebih.

Kelima siswa tersebut antara lain Fadhila Aulia Pratiwi (SMKN 11 Bandung) dengan total omzet Rp 39 juta per semester bidang kuliner online, Dina Fitriana (SMK Al Hadi) Bandung total omzet Rp 23 juta per semester bidang fashion, Ahmad Mirzul Maulana (SMKN 8 Malang) dengan total omzet Rp 22 juta per semester bidang pembuatan website.

Selain itu ada pula Muh. Chairudin Basyaroh (SMK Tunas Harapan Pati) total omzet Rp 11 juta per semester bidang bibit tanaman buah, dan Muh. Reza Domu (SMK Pariwisata Matland) total omzet Rp 25 juta per semester bidang cafe coffe barista.

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X