Kompas.com - 19/09/2018, 20:13 WIB
Mobil Carstensz dari Tim ITS Formula Electric yang berlaga di Student Formula Japan 2018 Dok. ITSMobil Carstensz dari Tim ITS Formula Electric yang berlaga di Student Formula Japan 2018

KOMPAS.com - Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya kembali menurunkan 2 mobil besutannya saat berlaga di Student Formula Japan 2018, 2-11 September 2018 lalu. 

Dalam ajang balap mobil kelas internasional ini, Tim Sapuangin mewakili ITS pada kategori Internal Combustion Vehicle (berbahan bakar bensin) dengan mobil formula terbarunya, Sapuangin Speed 6. Sedangkan, pada kategori mobil listrik akan diwakili oleh ITS Formula Electric Team dengan mobil formula listrik bernama Carstensz.

Pembina ITS Formula Electric Team, Alief Wikarta menjelaskan mobil formula dengan dominasi warna oranye ini adalah hasil buah karya mahasiswa dari berbagai departemen di ITS.

Meskipun masih baru, Alief mengatakan bahwa mobil formula ini telah menggunakan teknologi monokok sesuai dengan standar mobil formula internasional. “Antara pipa dan tubuh mobil menyatu, sehingga mobil lebih ringan dan apabila terjadi kerusakan maka risiko mencelakai pengemudi dapat diminimalisir,” papar dosen Teknik Mesin ini.

Baca juga: Mahasiswa ITS Raih Penghargaan Kompetisi Matematika di Bulgaria

Sementara itu, Tim ITS Sapuangin telah mengikuti laga kali keenam mereka di kompetisi ini. General Manager Tim ITS Sapuangin, Rafi Rasyad menjelaskan, berbagai evaluasi dan riset dari Student Formula Japan 2017 telah melahirkan Sapuangin Speed (SAS) 6 ini.

Mobil terbaru andalan Tim Sapuangin, Sapuangin Speed 6, yang bertarung di Student Formula Japan 2018Dok. ITS Mobil terbaru andalan Tim Sapuangin, Sapuangin Speed 6, yang bertarung di Student Formula Japan 2018

 

“Yang paling penting di sisi maneuverability-nya kemarin vehicle dynamic-nya kurang, untuk SAS 6 ini sudah lebih prima dengan beberapa tambahan,” beber Rafi.

Dikutip dari laman resmi berita ITS, Sapu Angin terbaru menggunakan mesin Kawasaki ZX600 kapasitas 600 cc, SAS 6 dipersiapkan untuk menghadapi sirkuit statis dan dinamik Ogasayama Sports Park, Shizuoka Prefecture. 

Pada perlombaan di Negeri Matahari Terbit kali ini, mobil dinilai dari seluruh aspeknya. “Untuk mendapatkan penghargaan tersebut harus menyelesaikan static dan dynamic event, serta tingkat ketahanan mobil akan sangat diuji,” ujar Rafi juga baru saja berhasil membawa Tim Sapuangin menjuarai Shell Eco Marathon Asia 2018 dan Drivers’ World Championship 2018.

Student Formula Japan (SFJ) sendiri adalah ajang balap mobil tahunan besutan Society of Automotive Engineers of Japan (JSAE) yang melombakan mobil balap dari berbagai negara di dunia untuk berkompetisi.

Tidak hanya soal kecepatan, tetapi mobil juga dituntut untuk memiliki maneuverability, ketahanan, kesesuaian dengan rancangan awal, harga pembuatan terjangkau hingga strategi pemasaran terbaik. 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X