Menristek Imbau Pimpinan Perguruan Tinggi Memiliki Target Setiap Tahun

Kompas.com - 20/09/2018, 22:35 WIB
Menristekdikti Mohamad Nasir usai melantik 2 pejabat baru pimpinan PTN untuk periode 2018-2022 di Gedung Kemenristekdikti, Jakarta (18/9/2018). Dok. KemenristekdiktiMenristekdikti Mohamad Nasir usai melantik 2 pejabat baru pimpinan PTN untuk periode 2018-2022 di Gedung Kemenristekdikti, Jakarta (18/9/2018).

KOMPAS.com - Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir melantik 2 pejabat baru pimpinan perguruan tinggi negeri untuk periode 2018-2022 di Gedung Kemenristekdikti, Jakarta (18/9/2018).

Pejabat yang dilantik adalah Rektor Universitas Lambung Mangkurat Sutarto Hadi dan Direktur Politeknik Pertanian Samarinda Hamka Sutarto.

Hadi melanjutkan kepemimpinan sebagai Rektor Universitas Lambung Mangkurat untuk periode kedua, sedangkan Hamka menggantikan Hasanudin sebagai Direktur Poltek Pertanian Samarinda.

Pemimpin PT diminta menetapkan target

Dalam kesempatan tersebut, Menristek mengingatkan tantangan perguruan tinggi saat ini semakin berat, terutama dalam hal meningkatkan kualitas perguruan tinggi dan lulusannya. Oleh karena itu Menristekdikti meminta pimpinan perguruan tinggi menetapkan target-target yang akan dicapai setiap tahunnya.

“Target sangat penting ditetapkan untuk mengukur kinerja pimpinan perguruan tinggi. Seperti dalam hal publikasi internasional, tahun ini misalkan sudah 100 publikasi internasional, tahun depan targetkan untuk naik dua kali lipat menjadi 200 publikasi internasional,” ungkap Menristekdikti.

Menristek mengatakan salah satu tolok ukur keberhasilan suatu kinerja perguruan tinggi dapat dilihat dari akreditasinya, baik akreditasi institusi maupun akreditasi program studi.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Akreditasi berbasis input, output dan outcome

 

Menteri Nasir menjelaskan mulai tahun 2019 Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) mengubah instrumen akreditasi perguruan tinggi dari awalnya hanya berbasis input dan proses menjadi lebih luas dengan memasukkan komponen output dan outcome.

Baca juga: Fakta di Balik Curhat Menristek, Sulit Mencetak Dokter hingga Perkara Jurnal Ilmiah

 

Oleh karena itu, pimpinan perguruan tinggi harus mulai menata dan membuat target output dan outcome yang akan dicapai perguruan tingginya sehingga dapat meningkatkan nilai akreditasinya.

“Pimpinan perguruan tinggi harus memetakan akreditasi program studi yang ada di kampusnya, berapa yang sudah akreditasi A, berapa yang masih B dan C. Harus ditetapkan target tahun depan berapa program studi yang akreditasi C menjadi B, dan yang dari B menjadi A. Sehingga akreditasi institusinya diharapkan kedepan menjadi akreditasi unggul,“ imbuhnya.

Lulusan berkompetensi dan menjaga iklim kondusif

Menristekdikti menitipkan pesan khusus kepada Direktur Politeknik Pertanian Samarinda agar mampu menciptakan lulusan memiliki kompetensi unggul. Lulusan politeknik tidak hanya lulus membawa ijazah, namun juga sertifikat kompetensi.

Sedangkan kepada Rektor Universitas Lambung Mangkurat, Menteri berpesan agar mampu menjaga iklim akademik kondusif di ULM.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X