Orangtua Harus "Kepo" terhadap Media Sosial Anak

Kompas.com - 24/09/2018, 23:09 WIB
Ilustrasi media sosialSHUTTERSTOCK Ilustrasi media sosial

KOMPAS.com - Anak kelas 5 SD yang baru berumur 12 tahun jadi PSK online. Itu terjadi di Bandung. Bagaimana itu bisa terjadi?” ungkap Yeni Huriyani, Kadiv Pendidikan Forhati Nasional. Fakta memilukan itu diungkap Yeni saat menjadi pembicara Seminar Pendidikan Literasi Media Sosial dalam Keluarga di Ruang Pola Balaikota DKI Jakarta (22/9/2018).

Menurut Yeni, salah satu pemicu terjadinya peristiwa ini adalah adanya kesenjangan antara orangtua dengan anak. Orangtua tidak mengetahui apa saja yang dilakukan anak melalui media sosial. Orangtua tidak pernah mengetahui apa saja isi gadget milik anak.

Kesenjangan dipicu oleh tiadanya komunikasi yang baik antara orangtua dengan anak. Ketika ingin mengetahui sesuatu, anak memilih ’bertanya’ kepada internet.

Kesenjangan orangtua dan anak

”Padahal tidak semua informasi yang muncul dari pencarian di internet baik untuk anak-anak yang secara mental belum siap. Seperti ketika ingin mengetahui tentang menstruasi, saat googling munculnya macam-macam artikel dan gambar yang tidak layak untuk anak,” ungkap Yeni seperti dikutip dari forum Sahabat Keluarga Kemendikbud.

Semua itu, menurut Yeni, terjadi karena adanya disorientasi keluarga. Orangtua mengalihkan pengasuhan dan pendidikan kepada orang lain. Terjadi hambatan interaksi dan komunikasi serta kegagalan dalam memenuhi hak dasar anak.

Baca juga: Siswa Aktif Media Sosial Rentan Insomnia dan Cemas

Senada, Aria A. Mangunwibawa dari Direktorat Pembinaan Pendidikan Keluarga Kemendikbud mengingatkan adanya kesenjangan generasi antara orangtua dan anak. Saat ini kebanyakan orangtua berasal dari generasi Y, sedang anak berasal dari generasi Z.

Orangtua paham sosial media

Untuk menjembataninya, menurut Aria, orangtua harus meningkatkan pengetahuan tentang perkembangan teknologi, terutama media sosial. ”Orangtua juga harus terlibat dan mengawasi kegiatan anak di media sosial maupun internet. Selalu aktif dalam memberikan pengertian, pembatasan dalam pemanfaatan inetrnet dan media sosial,” terangnya.

Dalam mendampingi anak-anaknya saat menggunakan media sosial, Aria menyarankan kepada para orangtua untuk memastian kesiapan mental, pengetahuan, dan tanggung jawab saat anak mulai menggunakan media sosial.

”Buat kesepakatan dengan anak dalam menggunakan media sosial, awasi dan dampingi aktivitas anak di media sosial,” katanya.

”Orangtua sebaiknya mengetahui password telepon pintar media sosial anak, mempelajari fitur keamanan akses anak (parental control), dan jangan lupa untuk memberikan teladan dalam penggunaan media sosial yang bijak,” tambah Aria.

Soal ujaran kebencian

Seminar Pendidikan Literasi Media Sosial dalam Keluarga di Ruang Pola Balaikota DKI Jakarta (22/9/2018).Dok. Sahabat Keluarga/Hanik Purwanto Seminar Pendidikan Literasi Media Sosial dalam Keluarga di Ruang Pola Balaikota DKI Jakarta (22/9/2018).

Sementara pembicara lain, Slamet Santoso dari Kementerian Kominfo RI mengingatkan, beberapa kasus orang yang terjerat persoalan hukum, seperti ujarankebencian, karena salah dalam menggunakan internet. Terutama di media sosial.

”Nitizen beranggapan dunia siber berbeda dengan dunia nyata. Padahal menurut hukum sama saja. Ada banyak aturan yang harus dipatuhi,” tandas Slamet.

Slamet juga mengingatkan adanya jejak digital yang tidak terhapus. Apa yang kita lakukan di internet tercatat dalam server penyelenggara sistem elektronik. ”Untuk itulah kita harus bijak, kreatif dan produktif dalam menggunakan internet,” katanya.

Tujuan mengenalkan internet

Sementara pembicara terakhir, Awalil Rizky, orangtua yang keempat anaknya juara olimpiade sains, mengingatkan para orangtua untuk kembali menyadari tujuan mengenalkan internet kepada anak. 

”Kalau kita mengenalkan internet kepada sebagai sarana belajar maka anak akan memahaminya seperti itu. Berbeda kalau kita mengenalkannya sebagai alat hiburan semata atau bahkan alat pengendali anak, maka selamanya anak akan memahami dan menggunakannya akan secara berbeda,” jelas Awalil.

Oleh karena itu Awalil mengajak para orangtua untuk tak melupakan prinsip pendidikan keluarga, yaitu keteladanan, kejujuran, keterbukaan, pembelajaran, dan pembiasaan.



Terkini Lainnya

Hilang Dua Pekan di Hutan, Perempuan Ini Ditemukan Selamat

Hilang Dua Pekan di Hutan, Perempuan Ini Ditemukan Selamat

Internasional
Bambang Widjojanto Sebut soal Rezim Korup, Sandiaga: Ini Bentuk Kekhawatiran Masyarakat

Bambang Widjojanto Sebut soal Rezim Korup, Sandiaga: Ini Bentuk Kekhawatiran Masyarakat

Megapolitan
Long Bambu, Gelegar Tradisi Ramadhan di Gunungkidul yang Berusia Ratusan Tahun

Long Bambu, Gelegar Tradisi Ramadhan di Gunungkidul yang Berusia Ratusan Tahun

Regional
Pasar Tanah Abang Kembali Menggeliat Setelah Tutup karena Rusuh 22 Mei

Pasar Tanah Abang Kembali Menggeliat Setelah Tutup karena Rusuh 22 Mei

Megapolitan
Prabowo-Sandiaga Siap Hadiri Sidang Pertama Gugatan Hasil Pilpres 2019 di MK

Prabowo-Sandiaga Siap Hadiri Sidang Pertama Gugatan Hasil Pilpres 2019 di MK

Megapolitan
Digugat Ratusan Peserta Pemilu di MK, KPU Siapkan Dua Hal Ini

Digugat Ratusan Peserta Pemilu di MK, KPU Siapkan Dua Hal Ini

Nasional
Tim Kuasa Hukum KPU Sebut Tak Ada Persiapan Khusus Hadapi Gugatan Prabowo-Sandiaga

Tim Kuasa Hukum KPU Sebut Tak Ada Persiapan Khusus Hadapi Gugatan Prabowo-Sandiaga

Nasional
Sandiaga: Bambang Widjojanto Punya Rekam Jejak yang Baik Tangani Gugatan di MK

Sandiaga: Bambang Widjojanto Punya Rekam Jejak yang Baik Tangani Gugatan di MK

Megapolitan
Tiket Mahal, Hanya Lion Air dan Sriwijaya yang Punya Extra Flight, Itu Pun Sekali Sehari...

Tiket Mahal, Hanya Lion Air dan Sriwijaya yang Punya Extra Flight, Itu Pun Sekali Sehari...

Regional
Jenazah Bayi Kembar dengan Tali Pusar Ditemukan Mengambang di Kali

Jenazah Bayi Kembar dengan Tali Pusar Ditemukan Mengambang di Kali

Regional
Tradisi Weh Huweh di Demak, Bebas Bertukar Makanan Saat Ramadhan...

Tradisi Weh Huweh di Demak, Bebas Bertukar Makanan Saat Ramadhan...

Regional
Selisih 16,9 Juta Suara, Kubu Jokowi Nilai Gugatan ke MK Sulit Ubah Hasil Pilpres

Selisih 16,9 Juta Suara, Kubu Jokowi Nilai Gugatan ke MK Sulit Ubah Hasil Pilpres

Nasional
Begini Desain Masjid Karya Ridwan Kamil yang Akan Dibangun di Gaza Palestina

Begini Desain Masjid Karya Ridwan Kamil yang Akan Dibangun di Gaza Palestina

Regional
Amnesty International Minta Kekerasan 22 Mei 2019 Diusut Tuntas

Amnesty International Minta Kekerasan 22 Mei 2019 Diusut Tuntas

Nasional
Polisi Perancis Buru Pelaku Serangan Bom di Lyon

Polisi Perancis Buru Pelaku Serangan Bom di Lyon

Internasional

Close Ads X