BrandzView
Konten ini merupakan kerja sama Kompas.com dengan Schneider

Siapa Bilang Lulusan Kelistrikan Selalu Panjat Tiang Listrik?

Kompas.com - 28/09/2018, 13:13 WIB
Ilustrasi pekerja listrik SHUTTERSTOCKIlustrasi pekerja listrik
|

KOMPAS.com – Rendahnya minat masyarakat Indonesia menekuni ilmu kelistrikan disebabkan sejumlah hal. Salah satunya terkait prospek pekerjaan setelah lulus.

Mengacu data Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, jumlah siswa sekolah menengah kejuruan ( SMK) jurusan kelistrikan se-Indonesia pada 2017, sebanyak 991 orang.

Angka itu kalah jauh dibandingkan misalnya, jurusan otomotif dengan 4.001 orang atau bahkan jurusan teknik komputer dan informatika sebanyak 5.522 orang.

Kepala Bidang Program dan Informasi Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Bidang Mesin dan Teknik Industri (P4TK BMTI) pada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Ahmad Dahlan mengatakan, sejatinya lulusan kelistrikan tak selalu bekerja dengan memanjat tiang listrik.

“Ini pandangan keliru sehingga membuat masyarakat kurang tertarik untuk belajar kelistrikan, terlebih lagi untuk kaum perempuan,” ucap Ahmad dalam wawancara terbatas dengan media di sela-sela Innovation Summit 2018, di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Padahal, lulusan kelistrikan bisa bekerja untuk sejumlah hal, misalnya sebagai analis kebutuhan listrik.

Selain pandangan di atas, kata Ahmad, rendahnya minat masyarakat Indonesia belajar kelistrikan karena pelajaran itu dipandang sulit, abstrak, bahkan menakutkan.

“Lulusan sekolah menengah pertama (SMP) juga tak sepenuhnya paham jurusan-jurusan di SMK sehingga cenderung memilih (jurusan) berdasarkan popularitas,” ucapnya.

Ilustrasi listrikSHUTTERSTOCK Ilustrasi listrik
Adapun jurusan favorit di SMK antara lain teknik mesin, teknik komputer, dan otomotif.

Lebih lanjut Ahmad mengatakan, selama ini industri pun tak terlalu peduli dengan latar belakang pendidikan calon karyawannya, apakah lulusan sekolah menengah atas (SMA) atau SMK.

Kondisi itu semakin membuat pendidikan spesifik, seperti ilmu kelistrikan, tak diminati masyarakat.

Strategi khusus

Terkait fakta masih kurang diminatinya sekolah jurusan kelistrikan, pemerintah mulai merancang sejumlah strategi.

Menurut Ahmad, Presiden Joko Widodo telah mengeluarkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi SMK.

Dengan Inpres tersebut, diharapkan koordinasi antarkementerian dan pemerintah daerah lebih baik dalam memperbaiki kualitas pendidikan SMK.

Sasaran utama dari revitalisasi SMK, tambah Ahmad, adalah menyelaraskan kurikulum SMK dengan kompetensi yang dibutuhkan industri (link and match), termasuk sektor kelistrikan.

“Kami (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan) pun terus melaksanakan sertifikasi kompetensi keahlian kepada guru-guru SMK,” sambung Ahmad.

Dalam forum yang sama, Direktur Sumber Daya Manusia Schneider Electric Indonesia Indah Prihardini mengatakan, terbatasnya lulusan kelistrikan menjadi tantangan tersendiri bagi sektor swasta.

Padahal, ucapnya, teknologi digital semakin menggeliat dan tentunya membutuhkan lulusan berteknik khusus, seperti bidang kelistrikan.

Salah satu indikator yang bisa dipakai mengukur derasnya digitalisasi adalah kebutuhan akan data.

Ilustrasi dataSHUTTERSTOCK Ilustrasi data
Mengacu riset International Energy Agency, kebutuhan data pada 1987 hanya sebesar 2 terrabyte, kemudian terus berkembang hingga menjadi 1,1 zetabyte pada 2017.

Menyadari tantangan minimnya sumber daya manusia bidang kelistrikan, lanjut Dini, pihaknya  berupaya membantu pemerintah dalam meningkatkan jumlah lulusan bidang tersebut.

Baca juga: Disrupsi Digital dan Semakin Krusialnya Peran Data

Dini menuturkan, pihak perusahaannya telah bekerja sama dengan pemerintah Indonesia serta Perancis dalam mendukung vokasi bidang kelistrikan.

Hingga saat ini, Schneider Electric telah memiliki sedikitnya 184 lab vokasi dan ditargetkan beberapa tahun ke depan bisa melahirkan 10.000 tenaga kerja kelistrikan siap pakai.

“Dengan langkah tersebut, kami berharap ke depannya akan semakin banyak tenaga terampil bidang kelistrikan di Tanah Air,” pungkas Dini.


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

9 PTN Raih Penghargaan Anugerah Keterbukaan Informasi Publik 2020

9 PTN Raih Penghargaan Anugerah Keterbukaan Informasi Publik 2020

Edukasi
Hari Guru Nasional, Mendikbud: Terima Kasih Telah Menjadi Pelukis Masa Depan Indonesia

Hari Guru Nasional, Mendikbud: Terima Kasih Telah Menjadi Pelukis Masa Depan Indonesia

Edukasi
Apresiasi Guru, Tanoto Gelar 'Facilitator Gathering' Tingkatkan Kualitas Pembelajaran

Apresiasi Guru, Tanoto Gelar "Facilitator Gathering" Tingkatkan Kualitas Pembelajaran

Edu
Masih Sedikit, Pemda Diminta Ajukan Formasi Rekrutmen Guru Honorer PPPK

Masih Sedikit, Pemda Diminta Ajukan Formasi Rekrutmen Guru Honorer PPPK

Edu
500.000 Siswa Madrasah Akan Nikmati Belajar Digital Tahun 2021

500.000 Siswa Madrasah Akan Nikmati Belajar Digital Tahun 2021

Edu
Lustrum XII Ikatan Alumni, ITS Gelar Kompetisi Start Up hingga Turnamen Golf

Lustrum XII Ikatan Alumni, ITS Gelar Kompetisi Start Up hingga Turnamen Golf

Edukasi
Hari Guru Nasional 2020, Mendikbud: Profesi Guru Mulia dan Terhormat

Hari Guru Nasional 2020, Mendikbud: Profesi Guru Mulia dan Terhormat

Edu
Fakultas Teknik UI Buat Perangkat Lunak Prediksi Kerusakan Pipa Gas

Fakultas Teknik UI Buat Perangkat Lunak Prediksi Kerusakan Pipa Gas

Edukasi
Mendikbud Jelaskan 9 Program Pendidikan Masa Pandemi di Hari Guru Nasional

Mendikbud Jelaskan 9 Program Pendidikan Masa Pandemi di Hari Guru Nasional

Edu
Hari Guru Nadional 2020, Mendikbud: Rekrutmen Guru Honorer Jadi Bentuk Apresiasi

Hari Guru Nadional 2020, Mendikbud: Rekrutmen Guru Honorer Jadi Bentuk Apresiasi

Edu
Hari Guru Nasional, Nadiem Ajak Guru Jadi Teladan Semangat Pantang Menyerah

Hari Guru Nasional, Nadiem Ajak Guru Jadi Teladan Semangat Pantang Menyerah

Edu
Hari Guru Nasional, Kemendikbud: Peran Guru dalam Sejarah Bangsa Sungguh Besar

Hari Guru Nasional, Kemendikbud: Peran Guru dalam Sejarah Bangsa Sungguh Besar

Edu
Panduan Orangtua SD Dampingi Belajar dari Rumah di TVRI, 25 November 2020

Panduan Orangtua SD Dampingi Belajar dari Rumah di TVRI, 25 November 2020

Edukasi
Jadwal TVRI Belajar dari Rumah Hari Ini, Rabu 25 November 2020

Jadwal TVRI Belajar dari Rumah Hari Ini, Rabu 25 November 2020

Edu
Jadwal TVRI Belajar dari Rumah, Rabu 25 November 2020

Jadwal TVRI Belajar dari Rumah, Rabu 25 November 2020

Edu