3 Tahap Kemendikbud untuk Memastikan Pendidikan Tetap Berjalan di Palu

Kompas.com - 03/10/2018, 13:43 WIB
Pascagempa Lombok, Kemendikbud mendirikan kelas-kelas darurat agar kegiatan belajar mengajar dapat tetap berlangsung (30/7/2018). Dok. KemendikbudPascagempa Lombok, Kemendikbud mendirikan kelas-kelas darurat agar kegiatan belajar mengajar dapat tetap berlangsung (30/7/2018).

KOMPAS.com -  Mendikbud menyampaikan data sementara, 2.736 sekolah terkena dampak bencana di Palu dan Donggala hingga Sigi terkait bencana yang terjadi di sana.

Hal ini disampaikan Mendikbud kepada Kompas.com setelah menghadiri Festival Inovasi dan Kewirausahaan Siswa Indonesia (FIKSI) 2018 di Yogyakarta, 3 Oktober 2018.

Terkait hal itu, selanjutnya ada 3 tahap yang akan dilakukan Kemendikbud untuk memastikan proses belajar mengajar tetap berjalan:

1. Pembangunan kelas darurat berupa tenda dari Kemendikbud sesuai dengan standar UNICEF

2. Pemerintah melalui KemenPUPR akan membangun sekolah darurat atau sementara yang membutuhkan waktu sekitar 3-4 bulan.

Baca juga: Mendikbud: 2.736 Sekolah Terkena Dampak Bencana di Palu dan Donggala

3. Setelah itu baru dibangun sekolah permanen yang membutuhkan waktu 1-2 tahun.

"Secepatnya untuk sekolah darurat. Semakin cepat proses belajar mengajar dilakukan akan semakin baik," tegas Kemendikbud.

Anak-anak ini kalau tidak segera kita dorong untuk sekolah akan sulit nantinya mengembalikan mereka untuk sekolah lagi. Terutama siswa kelas 1 dan siswa kelas 2, tambah Muhadjir.

"Yang terpenting mereka masuk sekolah dulu. Kalau proses pembelajaran belum bisa berjalan dengan baik dapat dilakukan kegiatan-kegiatan rekreatif, sambil menghibur, sambil memulihkan kondisi psikologis mereka," jelas Mendikbud.

Sedapat mungkin, lanjut Muhadjir, kelas darurat akan dibangun dekat dengan lokasi sekolah yang terkena dampak dan bukan di dekat lokasi pengungsian.

"Secara psikologis akan membangun mereka sudah kembali ke sekolah walaupun masih di kelas darurat. Kalau memang terpaksa akan dibangun dekat pengungsia. Namun diprioritaskan dekat lokasi bekas sekolah," kata Muhadjir.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Close Ads X