4 Pembelajaran Inspiratif untuk Anak dari Asian Para Games 2018

Kompas.com - 11/10/2018, 21:17 WIB
Presiden Joko Widodo (tengah) bersama Ketua Inapgoc Raja Sapta Oktohari berfoto bersama atlet Para Games usai upacara pelepasan kontingen Indonesia untuk Para Games ke-3 Tahun 2018 di halaman belakang Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (2/10/2018). Presiden melepas 296 atlet dari 18 cabang olahraga yang akan berlaga dalam Asian Para Games ke-3 Tahun 2018 pada 6-13 Oktober mendatang. ANTARA FOTO/PUSPA PERWITASARIPresiden Joko Widodo (tengah) bersama Ketua Inapgoc Raja Sapta Oktohari berfoto bersama atlet Para Games usai upacara pelepasan kontingen Indonesia untuk Para Games ke-3 Tahun 2018 di halaman belakang Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (2/10/2018). Presiden melepas 296 atlet dari 18 cabang olahraga yang akan berlaga dalam Asian Para Games ke-3 Tahun 2018 pada 6-13 Oktober mendatang.

KOMPAS.com - Ajang olahraga Asian Para Games 2018 telah berlangsung sejak Sabtu (6/10/2018) lalu. Pesta olahraga difabel se Asia ini akan berlangsung hingga 16 Oktober 2018 mendatang.

Para atlet yang memiliki keterbatasan fisik memiliki semangat tinggi dan berjuang untuk membela dan mengharumkan negaranya lewat olah raga. Ajang ini menjadi momen yang tepat bagi orangtua untuk mendidik anak-anak tentang banyak hal.

Forum Sahabat Keluarga Kemendikbud memberikan 3 hal yang dapat diajarkan orangtua pada anak melalui ajang Asia Para Games ini:

1. Menularkan semangat juang

Meski dengan keterbatasan fisik, para atlit memiliki semangat juang untuk bertanding. Semangat itu yang harus ditularkan kepada anak, apalagi mereka yang memiliki bentuk tubuh normal.

Baca juga: Mendikbud Imbau Siswa AKSI 2018 Pertahankan 3 Aset Termahal Bangsa

Untuk anak-anak yang berkebutuhan khusus, semangat yang ditunjukkan para atlet tentu saja dapat membakar semangatnya untuk dapat berprestasi di kemudian hari. Anak-anak difable dapat fokus pada satu olah raga yang diminatinya.

2. Mengenalkan beragam cabang olahraga

Asian Para Games 2018 mempertandingkan 18 cabang olah raga khusus difabel. Ada beberapa cabang olahraga yang sama dengan yang dipertandingkan di Asian Games, tentu dengan peraturan dan tata cara yang khusus.

Namun ada juga cabang olah raga khusus disabilitas seperti Boccia. Informasi tentang cabang olahraga ini tentu menjadi hal baru bagi anak dan memberikan inspirasi baginya.

3. Inspirasi dalam keterbatasan

Cerita perjalanan atlit hingga terpilih menjadi wakil Indonesia tentu saja memiliki inspirasi tersendiri. Ada atlet yang memiliki keterbatasan fisik sejak lahir, ada juga yang kehilangan anggota tubuhnya saat remaja.

Perjuangan mereka untuk bangkit dan menerima kenyataan tersebut hingga mereka menjadi atlet sangat menarik untuk diceritakan kepada anak. Kisah tersebut dapat memberikan inspirasi pada anak bahwa berjuang bisa dengan cara apa saja dan dalam kondisi apa saja.

4. Belajar bersyukur 

Ajak anak untuk selalu bersyukur dengan apa yang ia miliki saat ini. Para atlet Asian Para Games tentu selalu bersyukur meski dengan keterbatasan pada tubuhnya, mereka dapat melakukan aktivitas fisik seperti olahraga. Semakin bersyukur ketika dapat menjadi wakil negara dan meraih medali.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

9 PTN Raih Penghargaan Anugerah Keterbukaan Informasi Publik 2020

9 PTN Raih Penghargaan Anugerah Keterbukaan Informasi Publik 2020

Edukasi
Hari Guru Nasional, Mendikbud: Terima Kasih Telah Menjadi Pelukis Masa Depan Indonesia

Hari Guru Nasional, Mendikbud: Terima Kasih Telah Menjadi Pelukis Masa Depan Indonesia

Edukasi
Apresiasi Guru, Tanoto Gelar 'Facilitator Gathering' Tingkatkan Kualitas Pembelajaran

Apresiasi Guru, Tanoto Gelar "Facilitator Gathering" Tingkatkan Kualitas Pembelajaran

Edu
Masih Sedikit, Pemda Diminta Ajukan Formasi Rekrutmen Guru Honorer PPPK

Masih Sedikit, Pemda Diminta Ajukan Formasi Rekrutmen Guru Honorer PPPK

Edu
500.000 Siswa Madrasah Akan Nikmati Belajar Digital Tahun 2021

500.000 Siswa Madrasah Akan Nikmati Belajar Digital Tahun 2021

Edu
Lustrum XII Ikatan Alumni, ITS Gelar Kompetisi Start Up hingga Turnamen Golf

Lustrum XII Ikatan Alumni, ITS Gelar Kompetisi Start Up hingga Turnamen Golf

Edukasi
Hari Guru Nasional 2020, Mendikbud: Profesi Guru Mulia dan Terhormat

Hari Guru Nasional 2020, Mendikbud: Profesi Guru Mulia dan Terhormat

Edu
Fakultas Teknik UI Buat Perangkat Lunak Prediksi Kerusakan Pipa Gas

Fakultas Teknik UI Buat Perangkat Lunak Prediksi Kerusakan Pipa Gas

Edukasi
Mendikbud Jelaskan 9 Program Pendidikan Masa Pandemi di Hari Guru Nasional

Mendikbud Jelaskan 9 Program Pendidikan Masa Pandemi di Hari Guru Nasional

Edu
Hari Guru Nadional 2020, Mendikbud: Rekrutmen Guru Honorer Jadi Bentuk Apresiasi

Hari Guru Nadional 2020, Mendikbud: Rekrutmen Guru Honorer Jadi Bentuk Apresiasi

Edu
Hari Guru Nasional, Nadiem Ajak Guru Jadi Teladan Semangat Pantang Menyerah

Hari Guru Nasional, Nadiem Ajak Guru Jadi Teladan Semangat Pantang Menyerah

Edu
Hari Guru Nasional, Kemendikbud: Peran Guru dalam Sejarah Bangsa Sungguh Besar

Hari Guru Nasional, Kemendikbud: Peran Guru dalam Sejarah Bangsa Sungguh Besar

Edu
Panduan Orangtua SD Dampingi Belajar dari Rumah di TVRI, 25 November 2020

Panduan Orangtua SD Dampingi Belajar dari Rumah di TVRI, 25 November 2020

Edukasi
Jadwal TVRI Belajar dari Rumah Hari Ini, Rabu 25 November 2020

Jadwal TVRI Belajar dari Rumah Hari Ini, Rabu 25 November 2020

Edu
Jadwal TVRI Belajar dari Rumah, Rabu 25 November 2020

Jadwal TVRI Belajar dari Rumah, Rabu 25 November 2020

Edu
Close Ads X