Kompas.com - 11/10/2018, 22:06 WIB

KOMPAS.com - Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH) Institut Teknologi Bandung (ITB) mengadakan acara "The Art of Urban Farming : For a Healthy Lifestyle", 6-7 Oktober 2018 di kampus ITB, Kota Bandung.

Acara ini menjadi rangkaian peringatan 70 tahun Pendidikan Biologi di ITB dan digelar dengan tujuan menginisiasi dan mengenalkan secara riil bahwa “tani kota” adalah hal yang tidak sulit dan sudah banyak pengembangannya.

“Kita sendiri ingin membawa konsep quadruple helix dalam acara ini, yaitu melibatkan pihak akademisi, industri, masyarakat sipil (komunitas), bahkan pemerintah,” ucap Novi, panitia sekaligus Staff Pengajar di SITH ITB dikutip dari laman resmi ITB.

Desa binaan mahasiswa ITB

Organisasi himpunan mahasiswa jurusan di SITH ITB juga turut memamerkan hasil pengabdian di desa binaan mereka. Seperti Himpunan Mahasiswa Rekayasa Hayati, yang telah berhasil mengembangkan masyarakat Cibeusi memanfaatkan kulit kopi sebagai bahan pembuat teh yang laku di pasaran.

“Kami mencoba untuk bermanfaat bagi desa binaan dengan memberi ide pemanfaatan kulit kopi, soalnya di luar negeri sebenarnya harga kulit kopi ini bisa bernilai sampai Rp 900.000,00,” ucap Ferly, mahasiswa jurusan Rekayasa Hayati 2015.

Baca juga: 5 Universitas Terbaik Indonesia 2019 versi Times Higher Education

Selain itu, ada juga Himpunan Mahasiswa Mikrobiologi memamerkan inovasi mereka perihal menggambar menggunakan bakteri. Mahasiswa tingkat akhir yang baru saja menyelesaikan studi turut meramaikan acara dengan memamerkan hasil karya mereka seperti rumah jamur modern dan pengembangan kolam dengan pendekatan aquaponik.

“Kami disini ingin menunjukkan bahwa pertanian dengan konsep urban farming tidak perlu ditakuti, bahkan hasil dari cara bertani seperti ini menghasilkan kenaikan signifikan bagi survival rate ikan di aquaponik dan kenaikan 20% untuk hasil produksi jamur,” terang Ira dan Astrid, mahasiswa Rekayasa Pertanian 2014.

Pemda dan komunitas urban farming

Tidak ketinggalan, ada juga stand dari pemerintah Kota Bandung dan Kabupaten Bandung. Bahkan, di acara ini, juga turut mengundang komunitas yang berevolusi menjadi start up seperti Parongpong.com dan golimbah.com yang punya konsentrasi untuk mengurus sampah menjadi hal yang lebih berguna bagi pertanian seperti pupuk cair dan bahan bakar padat.

“Memang suasana ramai seperti inilah yang kami inginkan bisa terjadi di acara ini, kami sangat mengharapkan acara ini bisa menjadi tempat bertegur sapa antar elemen, berbagi inspirasi, dan berhasil menjadi inisiator konsep tani kota di Indonesia yang dimulai dari kota Bandung,” kata Novi.

Selain itu ada banyak sekali pelaku industri yang membawa tema urban farming sebagai ide industri mereka.

Salah satunya adalah MusHome, sebuah platform mengusung ide edukasi dalam bertani jamur jenis tiram, rumah jamur untuk perkembangbiakan ini dikemas dengan lucu selayaknya kotak boneka.

“Melihat bahwa kebutuhan jamur mulai tinggi, kami membawa ide untuk memberikan kesempatan bahwa tiap rumah bisa dengan mudah menanam dan memanen jamur, walau di lain sisi kami juga mengindustrialisasi jamur ini dan menjualnya ke pasar atau rumah makan,” jelas Widya Putra, alumni Mikrobiologi ITB sekaligus CEO MusHome.

Rangkaian acara 70 Tahun Pendidikan Biologi ITB

Selain itu, juga ada PT. Galtiva yang memamerkan aqua recycling system yang menggunakan konsep bio-filter. Aqua recycling system tersebut, bisa disebut urban farming karena mengusung ide sebuah kolam yang tidak perlu diganti airnya sampai satu tahun.

“Hal ini terjadi karena pemanfaatan bakteri sebagai biofilter untuk mengubah nitrit menjadi nitrat,” terang Nina yang juga alumni Mikrobiologi ITB dan sedang menjadi researcher untuk biofilter di Galtiva.

Peringatan 70 tahun Pendidikan Biologi ini sendiri bakal diadakan berbagai acara lainnya, seperti "Bandung Bioindustry & Lab EXPO", Sarasehan Konsorsium Biologi Indonesia, Simposium Asia Pasifik untuk Ilmu Hayati, dan lain sebagainya.

Harapannya semua elemen masyarakat bisa tertarik dan ikut meramaikan kegiatan-kegiatan edukatif dan menyenangkan ini.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.