Kompas.com - 16/10/2018, 21:23 WIB
OmahPitik.com karya mahasiswa Universitas Brawijaya Surabaya berhasil memenangkan medali perunggu di Penghargaan Penemu Muda Internasional 2018 (IYIA) Dok. UBOmahPitik.com karya mahasiswa Universitas Brawijaya Surabaya berhasil memenangkan medali perunggu di Penghargaan Penemu Muda Internasional 2018 (IYIA)

KOMPAS.com - Sektor peternakan di Indonesia masih menghadapi masalah klasik: investasi terbatas dan pemasaran produk. Padahal sektor ini memiliki potensi sumber daya alam melimpah, memberikan kontribusi terhadap produk domestik bruto, membuka lapangan kerja, dan menjadi dasar pertumbuhan ekonomi daerah pedesaan.  

Belum lagi soal distribusi kredit dari lembaga keuangan belum sepenuhnya memihak sektor ini, sementara akses ke pemasaran masih menggunakan saluran tradisional dan tergantung pada tengkulak.

Berangkat dari hal ini, mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (UB) berkolaborasi dengan Fakultas Peternakan dan Polinema melakukan terobosan membuat platform yang memiliki 2 fungsi: sebagai media pembiayaan dan pemasaran terpadu.

Model crowdfunding

Empat mahasiswa Muhammad Husni Mubarok (Teknik Mesin 2015), Lugas Gada Aryaswara (Teknik Mesin 2015), Ilham Toyib (Peternakan 2015), dan Qithfirul Bahrowi (Polinema 2015) dibimbing dosen Purnami  kemudian memprakarsai lahirnya platform start up Omahpitik.com.

Baca juga: Mahasiswa Universitas Brawijaya Ciptakan Kosmetik dari Kulit Kelinci

Husni sebagai Ketua Tim menjelaskan bahwa layanan dikembangkan Omahpitik.com menggunakan konsep crowdfunding yang melibatkan investor individu dengan skema bagi hasil.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain itu, platform ini juga menyediakan akses pasar yang secara khusus menjual produk ternak olahan dan non-olahan yang dipasok oleh mitra.

Medali perunggu IYAI 2018

Dengan ide ini, tim memenangkan medali perunggu di Penghargaan Penemu Muda Internasional 2018 (IYIA) pada 19-22 September 2018. Kompetisi ini dihadiri oleh sekitar 500 tim dari 15 negara di antaranya; Indonesia, Malaysia, Polandia, Rusia, Thailand, Jordan, Filipina dam Taiwan. 

Ditanya tentang keunggulan karyanya, Husni mengungkapkan bahwa ada tiga poin yang memimpin tim untuk pencapaian ini. Pertama, investasi kecil untuk investor, pengembalian cepat atas Return On Investment (ROI), dan bagi hasil yang besar.

"Dengan investasi awal minimal Rp 300.000, investasi mereka bisa masuk paling cepat 3 bulan. Pembagian hasilnya cukup besar, yaitu 10-12% dari investasi," kata Husni seperti dilansir dari berita UB.

Ia juga berharap dengan adanya acara ini, bisa menjadi awal omahpitik.com untuk terus berkembang, dan bisa menjadi solusi bagi ternak di Indonesia. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.