3 Universitas Inggris Buat Penelitian tentang "Jomblo", Ini 5 Faktanya

Kompas.com - 19/10/2018, 15:16 WIB
Ilustrasi jomblo tuaindeedIlustrasi jomblo

KOMPAS.com — Tiga universitas ternama di Inggris, yakni University of Manchester, Brunel University London, dan the University of Exeter, bekerja sama dengan BBC melakukan penelitian tentang kesepian.

Penelitian dan survei yang dibiayai Wellcome Collection ini melibatkan lebih dari 55.000 orang dari seluruh dunia dan dianggap sebagai survei terbesar tentang kesepian yang pernah ada.

Dikutip dari World Economic Forum, ke-3 universitas ini telah menyusun beberapa pertanyaan kepada para responden, di antaranya: Kualitas apa yang kamu cari dalam diri seorang teman? Apa arti kesepian bagimu? Dan menurut kamu, apa yang bisa dilakukan oleh orang yang kesepian agar merasa lebih baik? 

Berikut beberapa fakta yang diperoleh dalam penelitian ini:

1. Generasi milenial justru paling merasa kesepian

Tidak heran bila banyak orang tua merasa kesepian karena berbagai sebab: teman-teman mungkin telah banyak yang lebih dulu "pergi", kehilangan pasangan hidup, dan keluarga atau tinggal jauh dengan anak.

Tapi, menurut survei, justru anak muda yang banyak mengatakan mereka paling menderita karena kesendirian.Sebesar 40 persen dari 16-24 tahun mengatakan mereka merasa kesepian, dibandingkan dengan hanya 27 persen dari mereka yang berusia 75 atau lebih tua.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Hasil ini diperkuat dengan survei lain. Misal, dikutip dari survei perusahaan asuransi kesehatan Cigna (AS), generasi Z dilaporkan memiliki tingkat kesepian tertinggi dibandingkan dengan kelompok usia lainnya. 

2. Hidup sendiri belum tentu merasa sepi

Survei menemukan bahwa orang yang hidup sendiri, atau dalam istilah kekinian disebut jomblo, tidak selalu lebih kesepian daripada mereka yang tinggal bersama orang lain. Riset juga menunjukkan bahwa hidup sendiri tidak banyak masalah karena dapat menghabiskan banyak waktu sendirian.

Baca juga: UGM: Medsos Bisa Jadi Pemicu Depresi Remaja

Anehnya, 41 persen orang berpikir kesepian bisa menjadi pengalaman positif. Dalam banyak jawaban, kesepian hanyalah dianggap keadaan sementara. Sekitar 31 persen responden lain merasa bahwa memang perasaan kesepian melemahkan diri mereka.

3. Bukan karena "kuper"

Kesepian memiliki stigma biasa disebabkan karen kuranga pergaulan atau "kuper". Survei justru memperlihatkan mereka memiliki kemampuan sosial yang sama.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.