Asyik, SBMPTN 2019 Bisa Ikut 2 Kali Ujian!

Kompas.com - 23/10/2018, 08:55 WIB
Para peserta ujian SBMPTN berbasis komputer (UTBK) di salah satu panitia lokal Jakarta Kampus UI Depok (8/5/2018)Dok. Kompas.com Para peserta ujian SBMPTN berbasis komputer (UTBK) di salah satu panitia lokal Jakarta Kampus UI Depok (8/5/2018)

KOMPAS.com - Ketua Panitia SBMPTN 2019 Ravik Karsidi menyebutkan, Peserta Tes Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri 2019 dapat mengikuti UTBK maksimal sebanyak dua kali.

Hal ini disampaikan dalam penetapan kebijakan baru Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) Tahun 2019 oleh Menteri Riset, Teknologi, dan Perguruan Tinggi ( Menristekdikti) Mohamad Nasir dalam konferensi pers di Ruang Sidang Utama, Gedung D Kemenristekdikti (22/10/2018).

Dua kali tes, pilih nilai terbaik

Ravik menambahkan, dengan membayar uang pendaftaran sebanyak Rp. 200.000 pada setiap tes pada SBMPTN 2019 calon mahasiswa dapat mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) sebanyak dua kali.

Ia menambahkan peserta dapat menggunakan nilai tertingginya dalam mendaftar program studi yang diinginkan, pada dua kali UTBK, dengan jenis soal akan sama, namun dengan pertanyaan berbeda.

Terkait hal ini, Menristekdikti menyampaikan hal ini bertujuan menjaring calon mahasiswa berkualitas serta sesuai perkembangan teknologi informasi di era digital.

Baca juga: SBMPTN 2019: Tes Dulu, Daftar Belakangan

"Jika kurang puas pada hasil UTBK pertama peserta diperbolehkan mengikuti tes kembali. Hasil kedua tes tersebut dapat menjadi acuan bagi PTN tujuan," jelas Nasir. Ia menambahkan, peserta SBMPTN nantinya dapat memilih nilai tertinggi untuk mendaftar ke PTN pilihan mereka.

Hasil tes dikirimkan online

Ravik menambahkan, hasil UTBK dalam 2 kesempatan ujian tersebut akan diinformasikan kepada peserta SBMPTN dan juga PTN tujuan.

"Hasil nilai tes akan dikirimkan secara online kepada peserta. Sedangkan hasil penerimaan, diterima atau tidak, kami akan libatkan media dalam mengumumkan," tambahnya.

Lebih lanjut Menteri Nasir menjelaskan pola seleksi masuk PTN tahun 2019 tetap akan dilaksanakan melalui dua materi tes, yakni Tes Potensi Skolastik (TPS) dan Tes Kompetensi Akademik (TKA). Untuk soal TKA, lanjut Menristek, tetap akan menggunakan pilihan Ujian Sains dan Teknologi (Saintek) serta Sosial Humaniora (Soshum).

 

Masuknya soal HOTS di SBMPTN 

Soal HOTS Salah satu perubahan dilakukan adalah terkait soal tes SBMPTN. Lebih lanjut Menteri Nasir menjelaskan pola seleksi masuk PTN tahun 2019 tetap akan dilaksanakan melalui dua materi tes, yakni Tes Potensi Skolastik (TPS) dan Tes Kompetensi Akademik (TKA).

Untuk soal TKA, lanjut Menristek, tetap akan menggunakan pilihan Ujian Sains dan Teknologi (Saintek) serta Sosial Humaniora (Soshum).

Tes TKA ini akan mengukur kompetensi pengetahuan calon mahasiswa pada materi yang diajarkan di sekolah dan yang diperlukan saat mengikuti program studi yang dipilih.

Rencananya, soal-soal SBMPTN 2019 akan menggunakan soal HOTS (High Order Thinking Skill) atau soal dengan kemampuan analisa tinggi. "Kemampuan calon mahasiswa untuk menganalisa adalah hal yang penting," tegas Nasir.


Terkini Lainnya

BNN: Sepanjang 2018, 2 Juta Mahasiswa dan 1,5 Juta Pekerja Terlibat Narkoba

BNN: Sepanjang 2018, 2 Juta Mahasiswa dan 1,5 Juta Pekerja Terlibat Narkoba

Megapolitan
Mahasiswa Universitas Timor Tewas Ditikam Temannya saat Sedang Berdiskusi

Mahasiswa Universitas Timor Tewas Ditikam Temannya saat Sedang Berdiskusi

Regional
Sisihkan Gajinya Bagi Siswa Miskin, Guru di Kenya Ini Menang Hadiah Rp 14 Miliar

Sisihkan Gajinya Bagi Siswa Miskin, Guru di Kenya Ini Menang Hadiah Rp 14 Miliar

Internasional
Datangi Polda Metro, Joko Driyono Kembali Jalani Pemeriksaan Pagi Ini

Datangi Polda Metro, Joko Driyono Kembali Jalani Pemeriksaan Pagi Ini

Megapolitan
Anies Jajal Halte Transjakarta Bundaran HI yang Terintegrasi dengan Stasiun MRT

Anies Jajal Halte Transjakarta Bundaran HI yang Terintegrasi dengan Stasiun MRT

Megapolitan
Bayi Prabowo Lebih Agresif Saat Menyusui daripada Bayi Sandiaga (2)

Bayi Prabowo Lebih Agresif Saat Menyusui daripada Bayi Sandiaga (2)

Regional
KPU Fasilitasi Kampanye Peserta Pemilu di Media Massa

KPU Fasilitasi Kampanye Peserta Pemilu di Media Massa

Nasional
BPN Prabowo-Sandiaga Luncurkan Aplikasi Kawal Suara Pemilu 2019

BPN Prabowo-Sandiaga Luncurkan Aplikasi Kawal Suara Pemilu 2019

Nasional
Begini Cara TM Ragunan Mengembangbiakkan Harimau Sumatera

Begini Cara TM Ragunan Mengembangbiakkan Harimau Sumatera

Megapolitan
KPK Lakukan Pencegahan Korupsi Terintegrasi di Provinsi Maluku

KPK Lakukan Pencegahan Korupsi Terintegrasi di Provinsi Maluku

Nasional
Peserta Pemilu Dilarang Beri Uang Transportasi untuk Kampanye Terbuka

Peserta Pemilu Dilarang Beri Uang Transportasi untuk Kampanye Terbuka

Regional
Di Gunung Tidar, Gubernur Ganjar dan Warga Gelar Slametan Puser Bumi

Di Gunung Tidar, Gubernur Ganjar dan Warga Gelar Slametan Puser Bumi

Nasional
Plt Bupati Cianjur Sarankan Kotak Suara Pemilu Dibuat Transparan

Plt Bupati Cianjur Sarankan Kotak Suara Pemilu Dibuat Transparan

Regional
Kisah Pilu Taufik, Malaikat Kecil Penyelamat Turis Malaysia yang Jadi Tulang Punggung Keluarga (1)

Kisah Pilu Taufik, Malaikat Kecil Penyelamat Turis Malaysia yang Jadi Tulang Punggung Keluarga (1)

Regional
[POPULER MEGAPOLITAN] Anies Berterima Kasih ke Sutiyoso hingga Ahok | Cerita Sutiyoso soal Mimpi MRT

[POPULER MEGAPOLITAN] Anies Berterima Kasih ke Sutiyoso hingga Ahok | Cerita Sutiyoso soal Mimpi MRT

Megapolitan


Close Ads X