Kompas.com - 23/10/2018, 21:51 WIB

KOMPAS.com - Tim dari Institut Teknologi Bandung (ITB) di Palu, membangun shelter hunian sementara dan satu buah modul tunnel untuk warga terdampak bencana gempa bumi di Palu, Sulawesi Tengah. Pembuatan shelter dan tunnel tersebut dilakukan di Camp Terpadu Palang Merah Indonesia (PMI) di Petobo, Palu.

Dibantu TNI, Tim ITB memulai pengerjaan pembuatan modul tunnel tersebut, Kamis (18/10/2018). Saat proses pembuatan, Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola berkesempatan pengunjungi Camp Terpadu PMI sekaligus melihat kegiatan ITB di Petobo.

Dilansir dari laman resmi ITB, struktur modul tunel bambu yang berukuran 11.5 x 12 meter itu selesai dibangun pada Sabtu (20/10/2018) dan dapat digunakan untuk aktivitas komunitas pengungsi di Petobo Atas. Ukuran dari modul tunnel tersebut sangat besar sehingga dapat difungsikan untuk posko kesehatan, penyuluhan, dan kegiatan publik lainnya.

Baca juga: Ubi Cilembu Antar Agustina Raih Gelar Doktor ITB

Selain bangunan serba guna, ITB juga telah membuat dua shelter dari bambu di lokasi yang sama dengan ukuran 4X4 meter tinggi 3 meter. Selain TNI, proses pengerjaannya pun juga dibantu mahasiswa Arsitektur Universitas Tadulako. Dua shelter keluarga tersebut berhasil dikerjakan dalam waktu kurang dari 2 jam

Perancang tunnel dan shelter bambu tersebut ialah Andry Widyowijatnoko, dari Kelompok Keahlian Teknologi Bangunan, Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan (SAPPK) ITB. Pada Sabtu (20/10/2018), hasil pembuatan huntara tersebut telah diserahterimakan kepada TNI dan PMI diwakili oleh Mayor Arianto untuk dimanfaatkan sebagai fasilitas publik atau sekolah darurat.

Tim dari ITB yang membuat shelter bambu berjumlah 4 orang. Selain di Petobo, ITB juga membuat 3 shelter lainnya di Jonooge. Alasan dibuat shelter karena tenda-tenda di lokasi tersebut kurang nyaman untuk dijadikan hunian sementara.

"Pengerjaannya kerjasama juga dengan mahasiswa Arsitektur Untad (Universitas Tadulako), nantinya setelah dari ITB selesai mereka yang akan melanjutkan pengerjaan, karena kita terhambat waktu hanya seminggu jadi sangat terbantu sekali untuk pembuatan di tempat lainnya. Kita juga mengerjakan dibantu TNI," Gilang Iqbal Noegraha, Mahasiswa Pascasarjana dari SAPPK-ITB.

Tunnel dan shelter bambu ini ditempatkan di tengah-tengah komplek camp yang berdekatan dengan lokasi tenda bantuan pemerintah Tiongkok dan ruang terbuka. Tidak hanya membangun tunnel bambu, sebelum meninggalkan lokasi camp terpadu PMI di Petobo, tim ITB juga menyerahkan satu unit filter pengolah air dengan dua buah produk air bersih dan air minum.

Alat pengolah air tersebut memiliki kapasitas 500 - 1.000 liter per jam air bersih dan 50 - 100 liter per jam air minum, tergantung dari kualitas air baku. Namun demikian, pemasangan filter pengolah air tersebut akan dibantu PMI dan TNI AD menunggu jaringan listrik menyala.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.