20 Staf ATR/BPN Raih Beasiswa StuNed ke Belanda

Kompas.com - 24/10/2018, 16:04 WIB
Penyerahan beasiswa StuNed diserahkan oleh Direktur Nuffic Neso Indonesia, Peter van Tuijl, kepada Dirjen PPRPT, Budi Situmorang di gedung ATR/BPN, Senin (22/10/2018). Dok Nuffic Neso Indonesia Penyerahan beasiswa StuNed diserahkan oleh Direktur Nuffic Neso Indonesia, Peter van Tuijl, kepada Dirjen PPRPT, Budi Situmorang di gedung ATR/BPN, Senin (22/10/2018).
Editor Latief

JAKARTA, KOMPAS.com - Nuffic Neso Indonesia menyerahkan beasiswa StuNed atau beasiswa dari pemerintah Kerajaan Belanda untuk 20 staf Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN). Beasiswa tersebut diberikan dalam bentuk pelatihan atau tailor made training ( StuNed-TMT).

Penyerahan beasiswa tersebut diserahkan oleh Direktur Nuffic Neso Indonesia, Peter van Tuijl, kepada Dirjen PPRPT, Budi Situmorang di gedung ATR/BPN, Senin (22/10/2018). Pelatihan akan dilaksanakan di IHS Erasmus University Rotterdam dan Radboud University Nijmegen, Belanda.

Pelatihan intensif selama 3 minggu tersebut akan difokuskan pada instrumen aplikatif bagi Direktorat Jenderal Pengendalian Pemanfaatan Ruang dan Penguasaan Tanah (Ditjen PPRPT).

"Terutama dalam menghadapi bermacam isu penyimpangan alih fungsi lahan yang tidak sesuai RTRW dan model penegakan hukumnya," ujar Budi.

Pelatihan bertopik Spatial Development Control and Land Tenure itu akan berlangsung pada 5- 23 November 2018 dan diikuti para peserta yang terpilih dari berbagai ditjen dan institusi di bawah Kementerian ATR/BPN,.

"Kami ingatkan mereka untuk selalu aktif menggali berbagai konsep yang relevan, termasuk metode yang sesuai untuk diterapkan di Indonesia, yaitu dalam kaitannya untuk pengembangan sistem dan kualitas tata ruang wilayah yang ada sekarang ini," timpal Suryaman Kardiat, Direktur Penertiban Pemanfaatan Ruang Kementerian ATR/BPN.

Suryaman menambahkan, pelatihan ini merupakan kesempatan besar untuk para stafnya meningkatkan kapasitas dan kinerjanya, meskipun waktu pelatihan yang diberikan begitu sempit, yakni tiga minggu.

"Memang, sangat sempit mendapatkan ilmu dalam waktu hanya tiga minggu, jadi harus dimaksimalkan. Kalau tidak, tidak akan mendapat apa-apa, jadi harus aktif mengambil semua kesempatan dan ilmu untuk diterapkan di Indonesia, termasuk metode atau instrumen penerapan sanksi administrasi yang sedang dikembangkan," kata Suryaman.

Sementara itu, Peter van Tuijl, Direktur Nuffic Neso, menambahkan bahwa pelatihan ini sangat penting bagi para staf Kementerian ATR/BPN, terutama dalam mengurusi hal-hal yang bisa dipakai untuk mengurangi konflik manusia dengan alam.

"Dan tentu, bagaimana mengatur berbagai sektor untuk berada pada tatanan yang benar. We need to manage our land well," kata Peter.

Adapun StuNed atau Studeren in Nederland adalah program beasiswa yang merupakan bagian dari kebijakan kerjasama pembangunan pemerintah Belanda. Kerangka kerjasama bilateral tersebut tercantum dalam Multi-Annual Policy Framework, yang memiliki beberapa bidang prioritas, termasuk di antaranya Perdagangan Internasional, Keuangan dan Ekonomi (International Trade, Finance and Economics), Keamanan dan Penegakan Hukum (Security and Rule of Law), serta Agro-Pangan dan Hortikultura (Agro-Food and Horticulture).

Sejak diluncurkan pada 2000, StuNed sudah memberikan beasiswa bagi sekitar empat ribu orang Indonesia.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X