Menristek Gandeng Generasi Milenial Jadi Dosen, Tertarik? - Kompas.com

Menristek Gandeng Generasi Milenial Jadi Dosen, Tertarik?

Kompas.com - 01/11/2018, 09:13 WIB
Menristekdikti Mohamad Nasir dalam Malam Anugerah Pendidik dan Tenaga Kependidikan (Diktendik) Berprestasi tahun 2018 di Jakarta (29/10/2018).Dok. Kemenristekdikti Menristekdikti Mohamad Nasir dalam Malam Anugerah Pendidik dan Tenaga Kependidikan (Diktendik) Berprestasi tahun 2018 di Jakarta (29/10/2018).

KOMPAS.com - Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi ( Kemenristekdikti) menyampaikan pihaknya memiliki sejumlah terobosan untuk meningkatkan jumlah Doktor dan bahkan akan menggandeng generasi milenial untuk menjadi seorang dosen

Hal ini disampaikan Menristekdikti Mohamad Nasir dalam Malam Anugerah Pendidik dan Tenaga Kependidikan (Diktendik) Berprestasi tahun 2018 di Jakarta (29/10/2018).

Nasir mengungkapkan, keberadaan dosen dan tenaga kependidikan sangat mempengaruhi mutu sebuah perguruan tinggi. Untuk itu, saat ini Kemenristekdikti sedang mendorong peningkatan kualifikasi pendidikan, baik bagi para dosen maupun tenaga kependidikan.

Dorong milenial menjadi dosen

“Menjadi dosen dan tenaga kependidikan butuh perjuangan keras, untuk itu kami perlu mengapresiasi mereka yang berprestasi. Bagi para dosen kita mendorong mereka untuk menulis publikasi internasional," ujar Menristekdikti.

Nasir menambahkan, sedangkan bagi para tenaga kependidikan, perlu untuk mengikuti perkembangan teknologi di pendidikan era revolusi industri 4.0 saat ini.

Baca juga: Ini Dia 6 Dosen Berprestasi Terbaik Pilihan Kemenristekdikti

Menteri Nasir menambahkan, Kemenristekdikti memiliki sejumlah terobosan untuk meningkatkan jumlah Doktor, bahkan menggandeng generasi milenial untuk menjadi seorang dosen. 

Dulu seringkali minim apresiasi 

Salah satunya, melalui program Pendidikan Magister menuju Doktor untuk Sarjana Unggul (PMDSU) yang kini telah melahirkan dosen-dosen muda, serta 261 publikasi internasional dari peserta tahap I dan tahap II.

Hal senada disampaikan Direktur Jenderal Sumber Daya Iptek dan Dikti, Ali Ghufron Mukti. “Capaiannya sungguh luar biasa, ada yang bisa menghasilkan delapan publikasi internasional. Kami juga melihat bahwa para dosen berprestasi saat ini banyak yang berasal dari generasi muda,” terang Ghufron.

Dirjen Ghufron menjelaskan, keberadaan tenaga kependidikan seringkali minim apresiasi sehingga tidak dapat menunjukkan potensi secara optimal. Namun, kini Kemenristekdikti memberikan kesempatan beasiswa bagi tenaga kependidikan melanjutkan studi S2 dan S3 ke luar negeri untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi.

Dengan begitu, ia mengharapkan layanan dan pengelolaan perguruan tinggi akan semakin baik.

Dosen dan tenaga pendidik berprestasi

Acara tahunan penghargaan dosen dan tenaga kependidikan ini merupakan ajang ke-15 dan diselenggarakan sebagai bentuk apresiasi kepada para dosen dan tenaga kependidikan yang telah berdedikasi melaksanakan Tri Darma pendidikan tinggi.

Tujuh penghargaan diberikan, 2 penghargaan diberikan kepada dosen, yakni dosen bidang sains dan teknologi (saintek) serta bidang sosial dan humaniora (soshum) Sedangkan 5 penghargaan lain dianugerahkan kepada tenaga kependidikan, meliputi pranata laboratoriun pendidikan, pustakawan, arsiparis, pengelola keuangan, dan administrasi akademik berprestasi.

“Jumlah peserta yang mendaftar pada tahun ini mencapai 265 orang. Dari jumlah tersebut telah diseleksi menjadi 66 orang finalis, dan mereka semua hadir di sini untuk kembali menunjukkan prestasi-prestasi yang diunggulkan dari masing-masing perguruan tinggi asal," ujar Ghufron.


Terkini Lainnya


Close Ads X