Malu Berburu Beasiswa? Jangan Mengaku Jadi Arek Suroboyo...

Kompas.com - 05/11/2018, 10:33 WIB
Acara pameran pendidikan kuliah di Belanda Dutch Placement Day 2017 yang berlangsung di Erasmus Huis, Jakarta, Jumat 3 November 2017. Auzi Amazia/KOMPAS.comAcara pameran pendidikan kuliah di Belanda Dutch Placement Day 2017 yang berlangsung di Erasmus Huis, Jakarta, Jumat 3 November 2017.
Editor Latief

JAKARTA, KOMPAS.com – Mulai sekarang, jangan ngaku sebagaianak Surabaya kalau malas berburu prestasi! Pasalnya, dua tahun ini arek Suroboyo selalu jadi langganan meraih penghargaan, baik di skala nasional maupun internasional!

Tahun lalu misalnya, mahasiswa Surabaya menerima penerima predikat sebagai salah satu ikon dalam 72 ikon prestasi Indonesia. Predikat untuk Surabaya itu bukan cuma didapatkan oleh mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), tapi juga para mahasiswa Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS).

Sekelompok mahasiswa asal Surabaya itu masuk dalam jajaran 72 ikon prestasi Indonesia dan meraih piala penghargaan dari Unit Kerja Presiden (UKP) Pancasila di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta Pusat.

Tahu apa yang bikin mereka meraih penghargaan itu? Robot! Ya, robot!

Karya mahasiswa PENS tersebut adalah robot. Ada dua robot yang dibawa Aulia Khilmi dan Kisron, dua mahasiswa PENS, yakni robot soccer dan robot pemadam kebakaran beroda yang memenangi ajang Trinity College International Robot Contest di Amerika Serikat.

"Kalau robot soccer ini lima kali menang berturut-turut di Kontes Robot Indonesia (KRI), skala nasional. Kalau internasionalnya, pencapaian tertinggi kami itu juara 3 di Brazil dan di China dalam kategoti Robot Soccer Humanoid," kata mahasiswa jurusan Elektronika, Aulia Khilmi.

Dia mengatakan, robot setinggi 55 cm buatan timnya tersebut menerapkan teknologi artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan. Selain itu dibenamkan juga mini-pc dan mikrokontroler.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Robot dengan AI ini diajari mengenali mana teman satu tim, mana lawan, dan bolanya juga. Soalnya, setiap pertandingan bolanya berbeda-beda," terang Khilmi.

Kemudian, untuk bodi robot sendiri, jelas Khilmi, robot soccer humanoid tersebut terbuat dari alumunium, stainless dan beberapa bagiannya terbuat dari acrylic agar bobot si robot ringan.

Itu catatan tahun lalu. Nah, tahun ini kiprah prestasi mahasiswa Surabaya juga diraih oleh anak-anak Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X