Mahasiswa UGM Menang Lomba Rancang Bisnis Ramah Lingkungan di Seoul

Kompas.com - 05/11/2018, 21:11 WIB
Tim Universitas Gadjah Mada (UGM) menjuarai Greenpreneur Competition 2018 yang diselenggarakan Global Green Growth Institute (GGGI) di Seoul, Korea Selatan, pada 29 Oktober sampai 2 November 2018. Dok. UGMTim Universitas Gadjah Mada (UGM) menjuarai Greenpreneur Competition 2018 yang diselenggarakan Global Green Growth Institute (GGGI) di Seoul, Korea Selatan, pada 29 Oktober sampai 2 November 2018.

KOMPAS.com - Mahasiswa Universitas Gadjah Mada ( UGM) menjuarai "Greenpreneur Competition 2018" yang diselenggarakan Global Green Growth Institute (GGGI) di Seoul, Korea Selatan, pada 29 Oktober sampai 2 November 2018.

Kelima mahasiswa ini berhasil memperoleh hadiah pendanaan sebesar USD 5.000 setelah mempresentasikan rancangan bisnis ramah lingkungan mereka kepada para petinggi GGGI.

“Tim kami lolos ke final di Korea dan dapat pendanaan bersama tim dari Uganda, Kamboja, dan Maroko. Kemarin satu perwakilan kami diundang ke sana untuk business pitching di depan petinggi GGGI,” ucap Yohanes Susanto, salah satu anggota tim seperti dilansir dari laman resmi UGM.

Yohanes memaparkan, Dari total peserta mendaftar, dipilih10 finalis, dan 4 tim di antaranya kemudian diundang melakukan pitching di Seoul.

Baca juga: Peringkat di Asia Naik Versi QS World University Ranking, Ini Harapan UGM

Dalam kompetisi ini, para mahasiswa merancang bisnis produksi pestisida organik. Rancangan bisnis disusun Yohanes bersama Jonathan Kent Sorensen, Muhammad Hafish Mahdi, Albertus Alphero Tangkilisan, Natali Gupita Abhirama, serta dosen pembimbing Wiratni Budhijanto.

“Kami membawa rancangan bisnis tentang produksi pestisida organik yang lebih tahan hujan dibanding pestisida biasa. Bahan bakunya diambil dari hasil distilasi distillation provider lokal yang tidak laku,” paparnya.

Selain memperoleh modal bisnis dengan jumlah tidak sedikit, dalam kompetisi ini para peserta juga diberikan kesempatan mempelajari berbagai strategi mengembangkan usaha melalui kegiatan pendampingan dari para pakar yang telah dipilih GGGI.

“Lomba ini agak berbeda karena ada mentoring selama 10 minggu dari GGGI tentang bagaimana memasarkan dan memulai suatu bisnis. Setiap minggu juga ada penugasan yang harus dikumpulkan. Penugasan ini berupa survei pasar, perencanaan finansial, hingga analisis dampak sosial dan ekonomi,” terang Yohanes.

Berbekal pengetahuan serta modal dari kompetisi ini, para mahasiswa kemudian akan mempersiapkan berbagai langkah untuk memulai serta mengembangkan bisnis mereka yang dapat memberikan manfaat secara ekonomi sekaligus memberi dampak positif bagi kelestarian lingkungan.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X