Digelar Jumat Ini, Konser 60 Tahun Persahabatan RI-Selandia Baru - Kompas.com

Digelar Jumat Ini, Konser 60 Tahun Persahabatan RI-Selandia Baru

Kompas.com - 06/11/2018, 12:42 WIB
The Opera House Wellington, New ZealandDOK. Venues Wellington The Opera House Wellington, New Zealand

JAKARTA, KOMPAS.com - Tahun ini, tepat 60 tahun lalu hubungan diplomatik Indonesia dengan Selandia Baru dibuka secara resmi, Kedutaan Besar RI di Wellington, Selandia Baru, akan menggelar konser persahabatan "The Symphony of Friendship". 

Konser yang akan dilaksanakan pada Jumat (9/11/2018) di gedung pertunjukan ikonik di Wellington, The Opera House, ini akan menjadi konser istimewa untuk menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah bagian dari Pasifik yang berbagi kesamaan budaya dan adat istiadat.

Dubes RI untuk Selandia Baru, Tantowi Yahya, dalam keterangan tertulisnya mengatakan bahwa konser tersebut akan menjadi ajang kolaborasi musik Maori dan musik dari Indonesia bagian timur.

"Kolaborasi ini akan menjadi penguat tali persaudaraan kedua negara di Pasifik, untuk itu akan tampil juga musisi dari Indonesia dan penyanyi dari Suku Maori," kata Tantowi.

Tiga penyanyi dari Indonesia, yakni Edo Kondologit, Gita Gutawa dan Andmesh Kamaleng akan tampil bersama dua penyanyi dari Suku Maori, yakni Maisey Rika dan Tama Waipara. Konser berdurasi 90 menit itu akan diiringi oleh Wellinton Orchestra yang juga mendaulat Erwin Gutawa sebagai penata musik sekaligus konduktor orkestra.

Pihak KBRI Wellington optimis konser ini akan dipadati oleh 1.300 penonton yang setengah di antaranya adalah para pelajar.

"Para pelajar yang rata-rata berusia 15 tahun ini adalah pemilik masa depan hubungan Indonesia dna Selandia Baru sehingga semakin dini mereka mengenal Indonesia akan semakin cepat mereka jatuh cinta," kata Tantowi.

Dirjen Kebudayaan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, Himar Farid, menambahkan bahwa konser ini adalah langkah penting bagi diplomasi budaya yang akan memperlihatkan hubungan sejarah dan kebudayaan yang erat antara dunia Melanesia dan Austronesia. 


EditorLatief

Terkini Lainnya


Close Ads X