Cerdas Literasi Keuangan lewat Edutech Interaktif "Anak Cerdas"

Kompas.com - 06/11/2018, 14:30 WIB
HSBC dan Prestasi Junior meluncurkan platform edukasi berbasis teknologi (edutech) Anak Cerdas di Gedung Kemendikbud, Jakarta (6/11/2018). Dok. Kompas.comHSBC dan Prestasi Junior meluncurkan platform edukasi berbasis teknologi (edutech) Anak Cerdas di Gedung Kemendikbud, Jakarta (6/11/2018).

KOMPAS.com - HSBC dan Prestasi Junior meluncurkan platform edukasi berbasis teknologi (edutech) "Anak Cerdas" di Gedung Kemendikbud, Jakarta (6/11/2018).

Edutech "Anak Cerdas" ini merupakan bentuk kontribusi HSBC dan PJI dalam memajukan literasi finansial, khususnya bagi peserta didik di tingkat sekolah dasar. Program ini telah dirintis sejak tahun 2015 dan didesain interaktif agar mampu menggugah semangat pembelajaran siswa di kelas terkait pemahaman keuangan. 

“Berdasarkan kajian kami lewat pengamatan dari 500 guru dan 300 sukarelawan yang terlibat, salah satu faktor keberhasilan program 'Anak Cerdas' adalah berkat pendekatan teknologi digital yang digunakan sebagai metode pembelajaran," ujar Robert Gardiner, Academic Advisor, Prestasi Junior Indonesia.

Pendidikan dasar melek literasi finansial

Robert menambahkan, siswa SD adalah generasi yang telah menjadikan teknologi digital sebagai bagian dari kehidupan sehari-harinya, sehingga pendekatan lewat edutech di program "Anak Cerdas" ini dapat berjalan efektif.

Kini edutech tersebut dapat diakses secara daring oleh masyarakat luas lewat tautan: www.anakcerdas.prestasijunior.org baik melalui PC atau notebook. Sebelumnya, pemanfaatan edutech digital ini masih terbatas hanya menjadi program literasi keuangan yang diinisiasi di 67 Sekolah Dasar di 15 kota di Indonesia.

Baca juga: Kaltara, Kawal Tapal Batas Indonesia lewat Kolaborasi Literasi

“Kami ingin manfaat edutech 'Anak Cerdas' dapat dinikmati masyarakat luas, tidak terbatas pada sekolah-sekolah yang terjangkau program literasi keuangan kami. Ini sesuai dengan komitmen Bank HSBC Indonesia dalam turut meningkatkan literasi keuangan masyarakat Indonesia," ujar Nuni Sutyoko, Head of Corporate Sustainability, Bank HSBC Indonesia.

Kepada Kompas.com ia menyampaikan, literasi keuangan adalah kunci bagi pembangunan sosial dan ekonomi yang berkelanjutan. "Tantangan ke depan adalah bagaimana membangun literasi digital dan literasi finansial agar para siswa dapat bersaing secara global di masa mendatang. Ini merupakan investasi HSBC bagi generasi Indonesia masa depan," tegasnya.

Dari pemahaman ke perubahan karakter

Lebih jauh dijelaskan, peningkatan pemahaman keuangan di kalangan 15.000 siswa Sekolah Dasar yang terlibat dalam program ini tidak saja ditunjukkan melalui peningkatan skor pada tes-tes tertulis saja.

Pihak Prestasi Junior juga mencatat ditunjukkan perubahan perilaku positif siswa dalam mengelola keuangan mereka. Para siswa makin mampu membedakan antara keinginan dan kebutuhan.

Melalui gim edukasi interaktif ini, siswa diajak mengerti fungsi uang, mengetahui cara mengelola keuangan dengan bijak, hingga memahami nilai-nilai keuangan dari perspektif ekonomi, sosial, dan budaya. Bahkan, banyak di antara siswa yang turut menjadi agen perubahan di lingkungan rumahnya.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tertarik Jadi Dosen? CPNS 2019 Kemendikbud Buka 1.891 Formasi

Tertarik Jadi Dosen? CPNS 2019 Kemendikbud Buka 1.891 Formasi

Edukasi
Angkie Yudistia, Staf Khusus Jokowi, Kisah Titik Bangkit di Kampus dan Perjuangan yang Belum Selesai

Angkie Yudistia, Staf Khusus Jokowi, Kisah Titik Bangkit di Kampus dan Perjuangan yang Belum Selesai

Edukasi
'Link and Match' Pendidikan-Industri Butuh Perencanaan dan Penyesuaian Kurikulum

"Link and Match" Pendidikan-Industri Butuh Perencanaan dan Penyesuaian Kurikulum

Edukasi
Krisis Dunia Pendidikan, Satu Pesan dari Bank Dunia...

Krisis Dunia Pendidikan, Satu Pesan dari Bank Dunia...

Edukasi
Pasar Digital Kian Menjanjikan, Binus Malang Kini Fokus Ciptakan Entreprenuer Berbasis Digital

Pasar Digital Kian Menjanjikan, Binus Malang Kini Fokus Ciptakan Entreprenuer Berbasis Digital

BrandzView
LP3I: Kompetensi dan Adaptasi Jadi Kunci Penguatan Pendidikan Vokasi

LP3I: Kompetensi dan Adaptasi Jadi Kunci Penguatan Pendidikan Vokasi

Edukasi
'We The Teacher': Infrastruktur dan Materi Pembelajaran Masih Jadi Kendala di Daerah 3T

"We The Teacher": Infrastruktur dan Materi Pembelajaran Masih Jadi Kendala di Daerah 3T

Edukasi
Kompasianival 2019: Ngomongin Podcast hingga Peluang Join KG Media

Kompasianival 2019: Ngomongin Podcast hingga Peluang Join KG Media

Edukasi
Daftar Lengkap 100 Universitas Terbaik Kinerja Penelitian, Berapa Peringkat Kampusmu?

Daftar Lengkap 100 Universitas Terbaik Kinerja Penelitian, Berapa Peringkat Kampusmu?

Edukasi
5 Modul Latihan TKD CPNS 2019 Paling Banyak Dicari

5 Modul Latihan TKD CPNS 2019 Paling Banyak Dicari

Edukasi
Sepertiga Anak Usia 10 Tahun Indonesia Tak Mampu Baca dan Pahami Cerita Sederhana

Sepertiga Anak Usia 10 Tahun Indonesia Tak Mampu Baca dan Pahami Cerita Sederhana

Edukasi
Menristek: Jumlah Pengelolaan Dana Riset Ditentukan Penilaian Kinerja

Menristek: Jumlah Pengelolaan Dana Riset Ditentukan Penilaian Kinerja

Edukasi
47 Universitas Terbaik Bidang Penelitian Versi Kemenristek

47 Universitas Terbaik Bidang Penelitian Versi Kemenristek

Edukasi
Berdayakan Guru, Zenius dan We The Teachers Distribusikan Materi Belajar Digital Gratis

Berdayakan Guru, Zenius dan We The Teachers Distribusikan Materi Belajar Digital Gratis

Edukasi
Benarkah Peran Guru Tidak Akan Terganti pada Era Revolusi Industri 4.0?

Benarkah Peran Guru Tidak Akan Terganti pada Era Revolusi Industri 4.0?

Edukasi
Close Ads X