Angka Pengangguran Lulusan SMK, Naik atau Turun?

Kompas.com - 09/11/2018, 22:48 WIB
Mendikbud Muhadjir Effendy menjelaskan perkembangan program revitalisasi SMK dalam Forum Merdeka Barat 9 (FMB 9) di Kantor Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional, Jakarta, Kamis (8/11/2018).Dok. Kompas.com Mendikbud Muhadjir Effendy menjelaskan perkembangan program revitalisasi SMK dalam Forum Merdeka Barat 9 (FMB 9) di Kantor Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional, Jakarta, Kamis (8/11/2018).

KOMPAS.com - Angka partisipasi kerja lulusan SMK meningkat setiap tahun seiring meningkatnya angka partisipasi kerja dan menurunnya angka tingkat pengangguran terbuka (TPT).

Hal ini disampaikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy berdasarkan hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Badan Pusat Statistik ( BPS) tahun 2016 hingga 2018. 

Data Sakernas BPS tersebut memperhitungkan lulusan SMK yang belum mendapat intervensi kebijakan Revitalisasi SMK. Karenanya, Mendikbud optimis terhadap program Revitalisasi SMK yang dimulai tahun 2017.

“Saya optimis Indonesia dengan Revitalisasi SMK sudah berada di jalan yang benar. Hanya saja kita harus bekerja lebih keras lagi,” tegasnya saat acara Forum Merdeka Barat 9 (FMB 9) di Kantor Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional, Jakarta, Kamis (8/11/2018).

Optimisme program revitalisasi

Dikutip dari laman resmi Kemendikbud, berdasarkan Sakernas BPS tahun 2014-2018, pada Agustus 2015 terdapat 10,8 juta lulusan SMK terserap di dunia kerja, dan terus meningkat menjadi 12,1 juta (Agustus 2016); 12,5 juta (Agustus 2017); dan 13,6 juta (Agustus 2018).

Baca juga: Lulusan SMK Penyumbang Penggangguran Tertinggi, Ini Kata Menaker

 

Sementara itu, angka pengangguran dari lulusan SMK terus menurun, yakni 9,84 persen (2016); 9,27 persen (2017); dan 8,92 persen (2018). Artinya, setiap tahun rasio antara keterserapan lulusan SMK ke industri dengan angkatan kerja nasional selalu menunjukkan data positif.

Mendikbud meyakini Program Revitalisasi SMK yang sudah berjalan akan semakin meningkatkan angka partisipasi kerja lulusan SMK.

Kemendikbud telah menjalankan beberapa kebijakan untuk mengimplementasikan Revitalisasi SMK antara lain; (1) membuat peta jalan pengembangan SMK, (2) pengembangan dan penyelarasan kurikulum, (3) kerja sama sekolah dengan dunia usaha, industri, serta perguruan tinggi dan (4) inovasi pemenuhan dan peningkatan profesionalitas guru dan tenaga kependidikan.

3 jenis guru SMK

Ia menjelaskan, ada 3 jenis guru yang mengajar di SMK, yaitu guru adaptif (mengajar mata pelajaran murni, seperti matematika, fisika, kimia), guru normatif (mengajar mata pelajaran agama dan Pancasila), dan guru produktif (mengajar sesuai dengan bidang keahlian).

Berdasarkan data, jumlah guru produktif hanya sebesar 37 persen dari total kebutuhan 91.000 guru. Melalui Program Keahlian Ganda, guru adaptif diberikan pelatihan dan melakukan praktik kerja industri.

“Guru adaptif kita sekolahkan lagi ke perusahaan-perusahaan yang sesuai dengan bidang keahliannya. Hasilnya positif. Kita sedang genjot untuk guru keahlian ganda. Itu langkah kami untuk mengatasi kekurangan guru produktif di SMK,” tutur Mendikbud.

Menurutnya, salah satu yang harus diantisipasi saat ini adalah perkembangan pembangunan infrastruktur yang harus seiring juga dengan jumlah lulusan SMK, sehingga ada kecocokan antara bidang keahlian dengan pekerjaan yang digeluti, sekaligus menambah nilai investasi SDM maupun ekonomi.


Terkini Lainnya

Jaksa: Pemberian Uang ke Eni Tak Mungkin Tanpa Keikutsertaan Idrus Marham

Jaksa: Pemberian Uang ke Eni Tak Mungkin Tanpa Keikutsertaan Idrus Marham

Nasional
Anggota Litbang BPN: Hasil Survei Litbang Kompas Serupa Hasil Survei Internal 4 Bulan Lalu

Anggota Litbang BPN: Hasil Survei Litbang Kompas Serupa Hasil Survei Internal 4 Bulan Lalu

Nasional
Joko Driyono Kembali Mangkir Pemeriksaan Kasus Pengaturan Skor

Joko Driyono Kembali Mangkir Pemeriksaan Kasus Pengaturan Skor

Megapolitan
Elektabilitas Ranking Tiga, Golkar Harus Kerja Keras di Tengah Kasus Korupsi

Elektabilitas Ranking Tiga, Golkar Harus Kerja Keras di Tengah Kasus Korupsi

Nasional
TNI AL Amankan Benih Lobster Senilai Rp 46,1 Miliar yang Hendak Diselundupkan ke Singapura

TNI AL Amankan Benih Lobster Senilai Rp 46,1 Miliar yang Hendak Diselundupkan ke Singapura

Regional
PDI-P Ingin Golkar dan PKB Kalahkan Gerindra dalam Pileg, Ini Alasannya

PDI-P Ingin Golkar dan PKB Kalahkan Gerindra dalam Pileg, Ini Alasannya

Nasional
Di Balik Kemewahan Pemakaman Bos Mafia New York yang Tewas Ditembak

Di Balik Kemewahan Pemakaman Bos Mafia New York yang Tewas Ditembak

Internasional
Bayi Perempuan Ditemukan di Halaman Belakang Rumah Warga di Bekasi

Bayi Perempuan Ditemukan di Halaman Belakang Rumah Warga di Bekasi

Megapolitan
Siapa Partai Paling Tunduk dengan Pilihan Capres Cawapresnya?

Siapa Partai Paling Tunduk dengan Pilihan Capres Cawapresnya?

Nasional
Elektabilitas Tertinggi, PDI-P Jadikan Ini Modal untuk Menangkan Jokowi-Ma'ruf

Elektabilitas Tertinggi, PDI-P Jadikan Ini Modal untuk Menangkan Jokowi-Ma'ruf

Nasional
Kasus PLTU Riau, Idrus Marham Dituntut 5 Tahun Penjara

Kasus PLTU Riau, Idrus Marham Dituntut 5 Tahun Penjara

Nasional
Caleg Grindra Ini Diduga Langgar Aturan karena Belum Mengundurkan Diri dari Kades Klagen

Caleg Grindra Ini Diduga Langgar Aturan karena Belum Mengundurkan Diri dari Kades Klagen

Regional
Margarito Kamis: UU ITE Terkait Perlindungan Konsumen, Bukan Kebebasan Berekspresi

Margarito Kamis: UU ITE Terkait Perlindungan Konsumen, Bukan Kebebasan Berekspresi

Nasional
KPU Jombang Ajak Pemilih Millenial Cerdas Kenali Caleg

KPU Jombang Ajak Pemilih Millenial Cerdas Kenali Caleg

Regional
Polisi Sergap Pengguna Narkoba Saat Buang Air Kecil di Sungai

Polisi Sergap Pengguna Narkoba Saat Buang Air Kecil di Sungai

Regional


Close Ads X