DQLab
Komunitas data scientist

Komunitas praktisi dan industri dalam program belajar data science oleh DQLab (dqlab.id).

Memprediksi Pinjaman Berbasis Data dengan "Machine Credit Scoring"

Kompas.com - 15/11/2018, 20:33 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

Data science memiliki peran dan dampak besar di sektor industri fintech atau finance technology. Hal ini dialami Amartha, pelopor fintech peer-to-peer lending di Indonesia.

Di balik pencapaian telah membantu lebih dari 100 ribu pengusaha mikro serta memiliki tingkat kesuksesan pembayaran lancar sebesar 97.78%, di tahun awal operasi Amartha sempat kesulitan dalam menentukan penilaian pinjaman untuk peminjamnya atau borrowers.

Dari awal perjalanan, Amartha menggunakan proses manual hingga akhirnya berhasil mengembangkan credit scoring berbasis data di Android. Hal ini dipaparkan pada kegiatan bedah kasus DQLab ke-4 yang diadakan di kantor Amartha di daerah Kemang.

Ibu sejahtera, negara sejahtera

Ibu-ibu dan pedesaan. Dua komponen menjadi sasaran Amartha. Secara kasat, kedua hal tersebut pasti memiliki tantangan besar untuk dikelola, terlebih harus dikaitkan dengan teknologi.

Sudah pasti bisa dibayangkan, banyak hal harus dilakukan secara manual terlebih dalam proses data collecting. Amartha menargetkan lokasi-lokasi pedesaan dengan taraf ekonomi penduduk yang masih rendah.

Berangkat dari misi sosial meningkatkan perekonomian negara melalui pengembangan desa, Amartha memilih ibu-ibu sebagai target peminjam atau borrowers. Alasannya, berdasarkan hasil riset internal Amartha, ibu-ibu memiliki sifat dasar tanggung jawab besar bukan hanya untuk dirinya tapi juga untuk keluarganya.

Dengan demikian, jika menyejahterakan satu orang ibu, berati kita juga telah menyejahterakan seluruh keluarganya. Dampaknya, jelas dapat mempengaruhi perekonomian desa bahkan juga perekonomian negara.

Menyoal kredit di pedesaan

Adanya latar belakang serta kebutuhan beragam, Amartha sempat kesulitan dalam menentukan nilai pinjaman layak untuk diberikan kepada calon borrowers.

Hal ini disebabkan beberapa hal; pertama, syarat mengajukan kredit di desa kebanyakan dengan menjadi anggota koperasi. Sementara itu, banyak koperasi tidak cocok untuk mereka karena latar belakang sehingga menyulitkan mendapatkan pendanaan.

Kedua, jika mereka ingin meminjam uang ke bank, mereka harus memiliki tabungan terlebih dahulu, sementara banyak ibu-ibu tidak memiliki tabungan di bank. Ketiga, perlu ada jaminan seperti motor atau rumah, dan prosesnya cukup lama. Keempat, adanya potongan pinjaman di awal. 

Halaman Selanjutnya
Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.