Kompas.com - 21/11/2018, 09:10 WIB
Penulis Latief
|
Editor Latief

Mahasiswi tahun pertama yang tengah menempuh S-2 di Urban Management and Development Erasmus University Rotterdam ini menegaskan bahwa PPI akan menularkan upaya-upaya tersebut. Dia berharap pergerakan yang dilakukan PPI dari lingkungan akademis bisa menjadi satu pencerahan.

"Harus kita tekankan bahwa tindakan kita akan mempengaruhi kondisi korban, kita tak bisa membedah kasus dari subyektifitas korban. Nah, berangkat dari beberapa kasus di Indonesia seminggu lagi juga akan ada acara terkait kekerasan terhadap perempuan, dan ada hari HAM Sedunia sehingga kami akan mambuat bikin diskusi lagi. Isu-isu kekerasaan terhadap perempuan masih sangat tabu di kalangan orang Indonesia sehingga harus jadi konsentrasi kami juga di sini," tambah Atika.

Terkait bidang advokasi, lanjut Atika, tujuan awalnya adalah sebagai wahana bagi semua mahasiswa atau mahasiswi untuk bisa melapor. Dari situ upaya selanjutnya adalah memberikan keperdulian terhadap korban agar korbant tidak merasa sendiri.

"Ketakutan soal kasus Rotterdam itu ada, tapi sebegai obrolan di antara kaum perempuan saja. Sekarang mahasiswi dan mahasiswa Indonesia sudah saling mengingatkan untuk tidak pulang malam-malam sendirian, dan masuk rumah pintu harus tertutup secara benar. Bukan takut sih, tapi lebih waspada. Kita tidak perlu takut kuliah di Belanda hanya lantaran kasus itu," kata Atika.

"Lebih dari itu, kami ingin membentuk awareness soal social movement yang baru bahwa persoalan kekerasan seksual bisa diselesaikan bersama-sama. Kita mau dorong DPR agar menyelesaikan pembahasan penghapusan RUU kekerasan seksual dan aturan-aturan turunannya. Itu PR besar DPR," tambahnya. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.