Bergandeng Tangan di "Laboratorium Awan" Wujudkan Indonesia 4.0

Kompas.com - 28/11/2018, 22:26 WIB
Honeywell dan UGM meresmikan laboratorium teknologi simulasi canggih dilengkapi AR/VR di Fakultas Teknik UGM (28/11/2018) di Yogyakarta.Dok. Kompas.com Honeywell dan UGM meresmikan laboratorium teknologi simulasi canggih dilengkapi AR/VR di Fakultas Teknik UGM (28/11/2018) di Yogyakarta.

KOMPAS.com -  Honeywell dan Universitas Gadjah Mada ( UGM) meresmikan laboratorium teknologi simulasi canggih yang dilengkapi Augmented Reality (AR) dan Virtual Reality  (WR) di Fakultas Teknik UGM (28/11/2018) di Yogyakarta.

Laboratorium ini diresmikan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir, Wakil Rektor UGM Prof. Djagal Wiseso Marseno dan Presiden Honeywell Indonesia, Roy Kosasih.

Hal ini menjadi terobosan pertama Honeywell secara internasional menghubungkan via teknologi awan tiga laboratorium di tiga perguruan tinggi unggul Indonesia setelah sebelumnya telah hadir di Universitas Indonesia (UI) dan Institut Teknologi Bandung (ITB).

Pondasi dasar industri 4.0 

Presiden Honeywell Indonesia dalam sambutan menyampaikan tujuan pendirian laboratorium ini agar ketiga universitas dapat berkolaborasi lebih erat dalam mengembangkan pengetahuan para insinyur masa depan Indonesia, khususnya di bidang teknologi Industri 4.0.

“Kami berharap agar fasilitas ini dapat membantu mahasiswa dan dosen untuk mengembangkan pengetahuan dan kemampuan mereka di bidang teknologi IIoT (Industrial Internet of Things) yang merupakan pondasi revolusi indistri 4.0,” ujar Roy Kosasih.

Baca juga: UGM dan Impian Mewujudkan Indonesia Mandiri Teknologi

Ia tambahkan, “Honeywell berkomitmen mendukung pertumbuhan Indonesia dengan menghadirkan teknologi relevan agar Indonesia siap masuk di era industri 4.0 sejalan dengan apa yang dicanangkan Presiden Joko Widodo."

Laboratorium yang merupakan bagian program tanggung jawab sosial perusahaan ini memungkinkan mahasiswa dan dosen mensimulasikan beragam proses industri serta menciptakan sistem hingga perangkat lunak baru.

Laboratorium Honeywell-UGM ini dilengkapi perangkat lunak Experion PKS Orion serta perangkat AR/VR untuk mempelajari beragam aktivitas industri yang rumit seperti belajar mengoperasikan alat di area dengan situasi berisiko tinggi.

Kolaborasi membangun inovasi

Honeywell dan UGM meresmikan laboratorium teknologi simulasi canggih dilengkapi AR/VR di Fakultas Teknik UGM (28/11/2018) di Yogyakarta.Dok. Kompas.com Honeywell dan UGM meresmikan laboratorium teknologi simulasi canggih dilengkapi AR/VR di Fakultas Teknik UGM (28/11/2018) di Yogyakarta.

Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir menyampaikan apresiasi positif atas hadirnya laboratorium Honeywell-UGM ini. "Kita terbiasa melakukan pengembangan inovasi secara parsial di masing-masing universitas. Dengan kehadiran laboratorium yang terkoneksi antara UI, ITB dan UGM diharapkan akan tercipta sinergi dan kolaborasi."

Menristek mengingatkan agar universitas terus melakukan inovasi bila tidak ingin memasuki "death university era" seperti yang diramalkan Jack Ma. Inovasi hanya dapat dikembangkan melalui budaya riset dan riset hanya dapat berkembang bila kita memiliki sumber daya manusia yang baik, tegas Nasir.

"Tahun 2035 kita akan memperoleh apa yang disebut dengan Bonus Demografi. Namun jika kita tidak dapat memanfaatkan itu, bonus demografi itu justru dapat menjadi malapetaka," jelas Menristek sambil memaparkan keberhasilan Jepang dan China yang berhasil memanfaatkan bonus demografi dalam meningkatkan perekonomian.

Ia menyampaikan, "Pendidikan tinggi kini tidak bisa asik dengan dunia mereka sendiri. Pendidikan tinggi harus melakukan linkmatch dengan dunia industri dan meningkatkan riset global jika kita ingin mengalami loncatan pertumbuhan ekonomi."


Page:

Close Ads X