Wisuda XIV UMN: Menjawab Tantangan Era Industri 4.0

Kompas.com - 01/12/2018, 20:45 WIB
Rektor Universitas Multimedia Nusantara (UMN) Ninok Leksono hari ini (1/12/2018) mewisuda 866 mahasiswa dalam acara Wisuda XIV UMN di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD-Tangerang. Dok. UMN Rektor Universitas Multimedia Nusantara (UMN) Ninok Leksono hari ini (1/12/2018) mewisuda 866 mahasiswa dalam acara Wisuda XIV UMN di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD-Tangerang.

KOMPAS.com - Rektor Universitas Multimedia Nusantara ( UMN) Ninok Leksono hari ini (1/12/2018) mewisuda 866 mahasiswa dalam acara Wisuda XIV UMN di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD-Tangerang. 

Ia mengajak generasi muda harus berusaha lebih keras dan belajar lebih banyak agar memiliki jiwa yang adaptif, inovatif, serta berorientasi pada pemecahan masalah.

“Pemuda harus berusaha lebih keras, belajar lebih banyak, tetapi dari situlah peluang baru bisa terbuka. Jiwa-jiwa baru yang harus dikembangkan oleh pemuda adalah jiwa adaptif, inovatif, berorientasi pada pemecahan masalah, dan mampu bekerja dalam tim dalam semangat kolaboratif,” ujar Ninok dalam sambutan.

SDM lebih hebat dari mesin

Pada kesempatan sama, Direktur Human Capital Management PT Waskita Karya (Persero) Tbk Hadjar Seti Adji menerangkan tantangan manusia di industri 4.0 adalah mesin. Untuk itu, pengajaran yang harus diberikan adalah fokus kepada nilai-nilai soft skill dan cara pengajaran yang fokus pada bidang seni dan olahraga.

Baca juga: 2 Film Animasi Mahasiswa UMN Wakili Indonesia Berkompetisi di Jepang

"Para Sarjana harus memiliki value, independent thinking, beliefs, karena dengan ilmu saja tidak cukup. Kemampuan-kemampuan seperti ini yang dapat membedakan kita sebagai manusia dengan mesin dan AI (Artificial Intellegence) di masa mendatang," terang Hadjar. 

Hadjar berharap para lulusan dapat lebih hebat dari mesin di masa mendatang.

"Selamat datang di dunia baru, dunia menantang, yaitu industri 4.0 di mana sarjana-sarjana UMN adalah hasil didik paling siap ke depannya. Terima kasih untuk UMN dan juga semoga sarjana-sarjana kita jauh lebih hebat dari mesin ataupun AI di masa mendatang," lanjut Hadjar.

Memperhatikan pengembangan soft skill

“Fasilitas UMN paling memadai adalah internet yang dapat diakses di semua area kampus. Perpustakaannya juga punya koleksi buku lengkap, jurnal online dan ruang diskusi yang sangat nyaman. Lingkungan kampus juga nyaman karena masih banyak pohon,” kata Kevin Zaprilan Lovis lulusan program studi Ilmu Komunikasi dengan predikat Lulusan Terbaik Universitas.

Saat ini Kevin telah bekerja sebagai Marketing & Communications Officer Investree, salah satu peer-to-peer lending (fintech lending) di Indonesia. 

Lulusan lain, Jennifer Handali dari prodi Desain Komunikasi Visual (DKV), lulus dengan predikat Cendekia Oetama.

Jennifer terpilih tidak hanya berkat prestasi di bidang akademis melainkan juga kontribusi aktif dalam Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Paduan Suara UMN Ultima Sonora yang memenangkan kompetisi berskala nasional dan internasional.

Selain itu, Jennifer juga aktif dalam komunitas sosial berbasis kreativitas, Social Designee, yang dimentoring tech incubator UMN Skystar Ventures.

Halaman Berikutnya
Halaman:
Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X