Catat, Ini Jadwal Penting Pelaksanaan UN SMA 2019

Kompas.com - 05/12/2018, 10:04 WIB
Siswa mengikuti ujian nasional SMA/SMK sederajat di SMA Negeri 1 Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (18/4/2013) lalu.  KOMPAS/ASWIN RIZAL HARAHAP Siswa mengikuti ujian nasional SMA/SMK sederajat di SMA Negeri 1 Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (18/4/2013) lalu.

KOMPAS.com - Selain telah merilis kisi-kisi Ujian Nasional ( UN) dan Ujin Sekolah Berstandar Nasional, Badan Standar Nasional Pendidikan (BNSP) selaku penyelenggara ujian nasional secara resmi telah merilis tanggal penting pelaksanaan UN 2019.

Dalam Pedoman Operasional Standar (POS) Penyelenggaran UN Tahun Pelajaran 2018/2019 yang diterima Kompas.com, Ketua BNSP Bambang Suryadi menginformasikan jadwal penting terkait pelaksanaan UN SMA dan sederajat 2019 sebagai berikut:

1. Sinkronisasi UN SMK/MAK:  Jumat-Sabtu, 22 dan 23 Maret 2019

2. UN SMK/MAK:  Senin-Kamis, 25-28 Maret 2019

3. Sinkronisasi UN SMA/MA sederajat: Jumat-Sabtu, 29-30 Maret 2019

4. UN SMA/MA sederajat: Senin, Selasa, Kamis, Senin, 1, 2, 4, 8 April 2019

5. Sinkronisasi UN Susulan SMA/MA sederajat dan SMK/MAK: Sabtu-Minggu, 13-14 April 2019

Baca juga: Mengintip Kisi-Kisi Resmi UN dan USBN 2019, Unduh Di Sini

6. UN Susulan SMA/MA sederajat dan SMK/MAK: Senin-Selasa, 15-16 April 2019

7. Pemindaian UN: Selasa-Sabtu, 26 Maret-13 April 2019

8. Pengiriman Hasil Pemindaian UN: Senin, 15 April 2019

9. Pemindaian UN Susulan: Selasa-Sabtu, 23-27 April 2019

10. Pengiriman Hasil Pemindaian UN Susulan: Senin, 29 April 2019

11. Skoring: Selasa–Kamis 16 April–2 Mei 2019

12. Penyerahan Hasil UN ke Provinsi: Jumat 3 Mei 2019

13. Pengumuman Hasil UN di Sekolah: Senin-Kamis 6-9 Mei 2019



Terkini Lainnya

Presiden China Berangkat ke Korut untuk Bertemu Kim Jong Un

Presiden China Berangkat ke Korut untuk Bertemu Kim Jong Un

Internasional
Minta Dipekerjakan Sebagai Sopir dan Operator, Warga Hentikan Proyek Tol Aceh

Minta Dipekerjakan Sebagai Sopir dan Operator, Warga Hentikan Proyek Tol Aceh

Regional
Jokowi Bertolak ke Surabaya, Kondangan hingga Bagikan Sertifikat

Jokowi Bertolak ke Surabaya, Kondangan hingga Bagikan Sertifikat

Nasional
Sidang MK Hari Ini, KPU Akan Hadirkan 15 Saksi dan 2 Ahli

Sidang MK Hari Ini, KPU Akan Hadirkan 15 Saksi dan 2 Ahli

Nasional
Ahli Prabowo-Sandi Sebut Ada 27 Juta 'Ghost Voters' Dalam Pemilu 2019

Ahli Prabowo-Sandi Sebut Ada 27 Juta 'Ghost Voters' Dalam Pemilu 2019

Nasional
Demi Sekolah, Anak-anak di Pedalaman Flores Harus Bertaruh Nyawa Seberangi Sungai

Demi Sekolah, Anak-anak di Pedalaman Flores Harus Bertaruh Nyawa Seberangi Sungai

Regional
Ahli 02: Di Situng, Suara Prabowo-Sandi Turun, Jokowi-Ma'ruf Selalu Naik

Ahli 02: Di Situng, Suara Prabowo-Sandi Turun, Jokowi-Ma'ruf Selalu Naik

Nasional
Gempa 6,3 SR Guncang Sarmi Papua, Warga Sempat Panik Keluar Rumah

Gempa 6,3 SR Guncang Sarmi Papua, Warga Sempat Panik Keluar Rumah

Regional
Kejanggalan PPDB 2019 di Bandung, 8 Siswa Pendaftar SMA Favorit Beralamat Sama

Kejanggalan PPDB 2019 di Bandung, 8 Siswa Pendaftar SMA Favorit Beralamat Sama

Regional
Masuk Ancol Gratis Saat HUT DKI, Ini Aktivitas yang Bisa Dilakukan

Masuk Ancol Gratis Saat HUT DKI, Ini Aktivitas yang Bisa Dilakukan

Megapolitan
Fakta Rekonstruksi Pembunuhan Sadis di Cianjur, Berawal dari Knalpot Bising hingga Korban Kebal Dibacok

Fakta Rekonstruksi Pembunuhan Sadis di Cianjur, Berawal dari Knalpot Bising hingga Korban Kebal Dibacok

Regional
7 Fakta Polemik Sistem Zonasi PPDB 2019, Desak Jokowi Copot Mendikbud hingga Sejumlah Sekolah Kekurangan Siswa

7 Fakta Polemik Sistem Zonasi PPDB 2019, Desak Jokowi Copot Mendikbud hingga Sejumlah Sekolah Kekurangan Siswa

Regional
Pembunuhan Khashoggi, Pakar PBB Minta Putra Mahkota Saudi Disanksi

Pembunuhan Khashoggi, Pakar PBB Minta Putra Mahkota Saudi Disanksi

Internasional
Kasus Dugaan Korupsi, Jaksa Agendakan Periksa Kepala Satpol PP Maluku

Kasus Dugaan Korupsi, Jaksa Agendakan Periksa Kepala Satpol PP Maluku

Regional
Berbekal Dokumen RDP DPR, Pihak Sjamsul Nursalim Sebut Kasus BLBI Tak Bisa Diselidiki

Berbekal Dokumen RDP DPR, Pihak Sjamsul Nursalim Sebut Kasus BLBI Tak Bisa Diselidiki

Nasional

Close Ads X