Kulit Nanas untuk Obat Ketombe Inovasi Mahasiswa Unair

Kompas.com - 20/12/2018, 22:45 WIB
Empat Mahasiswa berhasil meraih medali perak dalam kompetisi Seoul International Invention Fair (SIIF), Seoul, Korea Selatan, pada Kamis?Sabtu (6?8/12/2018) Dok. UnairEmpat Mahasiswa berhasil meraih medali perak dalam kompetisi Seoul International Invention Fair (SIIF), Seoul, Korea Selatan, pada Kamis?Sabtu (6?8/12/2018)

KOMPAS.com - Tiga mahasiswa Fakultas Keperawatan (FKp) serta satu mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Airlangga ( Unair) meraih medali perak dalam kompetisi Seoul International Invention Fair (SIIF), Seoul, Korea Selatan, pada Kamis–Sabtu (6–8/12/2018).

SIIF merupakan kompetisi diselenggarakan Korea Invention Promotion Association (KIPA).

Berawal dari adik kelasnya di keperawatan yang juga baru menang di ajang international di Jepang, informasi kompetisi tersebut diterima Teguh Dwi Saputro (ketua tim) dan Yenny. Selanjutnya, keduanya menelusuri informasi tersebut hingga akhirnya mengajak Fina dan Wildan sebagai tim untuk mengikuti lomba inovasi di Korea itu.

Limbah kulit nanas

”Kami mengikuti lomba ini karena dorongan yang kuat dari impian kami yang sudah kami tulis dan belum tercoret sampai sekarang. Karena itu, meski kami sudah semester VII, tapi kami masih berusaha untuk mewujudkan hal itu. Yakni, menang di perlombaan tingkat internasional,” ungkap Teguh seperti dikutip dari laman berita resmi Unair.

Baca juga: Bentuk Apresiasi dan Kepercayaan, Mahasiswa UMN Terima Beasiswa BRI

”Selain itu, kami berempat mempunyai impian berperan penting dalam membawa nama baik Universitas Airlangga di tingkat internasional,” imbuhnya.

Akhirnya tim UNAIR berhasil meraih juara dengan mempresentasi inovasi bernama PINELICA (Pineapple Peel as Hair Care) yakni, inovasi dengan memanfaatkan limbah kulit nanas sebagai gel yang dapat digunakan sebagai masker dan krim untuk mengatasi ketombe.

Tim PINELICA terdiri atas (1) Teguh Dwi Saputro, mahasiswa FKp angkatan 2015, selaku ketua, (2) Fina Ainur Rohmah, FKp angkatan 2015, (3) Yenny P, FKp angkatan 2015 dan (5) Wildani Abdala N, FISIP angkatan 2015. Tim yang dibimbing Kusnanto ini mampu melewati tahap demi tahap dengan baik.

Sempat ragu

Teguh mengakui, timnya terbentuk saat pengumpulan abstrak H-1 akan ditutup. Tim juga sempat dihinggapi perasaan takut dan tidak yakin untuk mengikuti lomba inovasi tersebut mengingat lomba inovasi digelar pada Desember sehingga tak sedikit dana fakultas dipakai untuk kegiatan.

”Sempat pesimistis tidak mendapat pendanaan. Selain itu, pada jadwal itu, kami (mahasiswa, Red) musim UAS (ujian akhir semester), ada yang take home pula,” katanya.

Namun, tim akhirnya mampu melewati hambatan tersebut. Komitmen dan tekad yang kuat dari setiap anggota tim membuahkan hasil.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X