Orangtua Wajib Melek Internet Menghadapi Era Industri 4.0 - Kompas.com

Orangtua Wajib Melek Internet Menghadapi Era Industri 4.0

Kompas.com - 20/12/2018, 23:48 WIB
Ilustrasi Media Sosial.Jitet/KOMPAS Ilustrasi Media Sosial.

KOMPAS.com - Menghadapi industri 4.0 saat ini, orangtua perlu melek teknologi, utamanya internet, sehingga dapat mendampingi anak-anak mereka dalam mengakses internet, dan memilih konten yang sesuai dengan usia serta kebutuhan anak.

Hal tersebut pernah disampaikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendi, pada Dialog Kebijakan PAUD dan Pendidikan Keluarga di Bandung, Kamis (6/12/2018).

“Kemajuan teknologi menjadi peluang sekaligus tantangan bagi orangtua. Teknologi komunikasi saat ini bisa mendekatkan sekaligus berpeluang menjauhkan hubungan orangtua dengan anak,” ujarnya.

Menurut Muhadjir, hal itu dirasa penting karena saat ini waktu kebersamaan antara orangtua dan anak di rumah kerap berkurang karena tergantikan dengan teknologi.

Muhadjir memberi harapan, bila tantangan kemajuan teknologi mampu dihadapi para orangtua, Indonesia dapat mencapai generasi emas secara gemilang pada 100 tahun Indonesia merdeka, yakni tahun 2045.

Baca juga: Hai Orangtua, Mari Pahami Alasan Anak Sering Membantah

Menyadari pentingnya kerjasama guru dan orangtua dalam perkembangan anak, pemerintah secara intensif mewujudkan pemikiran bapak Pendidikan Indonesia, Ki Hadjar Dewantara, yakni kemitraan tri pusat pendidikan, yaitu satuan pendidikan, keluarga, dan masyarakat.

Untuk itu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah memebntuk Direktorat Pembinaan Pendidikan Keluarga tahun 2015 lalu yang lantas menerbitkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 30 Tahun 2017 tentang Pelibatan Keluarga pada Penyelenggaraan Pendidikan.

Pada aturan tersebut, telah diatur mekanisme dan bentuk pelibatan keluarga di satuan Pendidikan. Menurut Muhadjir, kerja sama dan keselarasan program pendidikan yang diselenggarakan di satuan PAUD dan di keluarga akan mendukung optimasisasi perkembangan anak.

Oleh karena itu selain memberikan penguatan terhadap penyelenggaraan PAUD, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan juga memberikan penguatan tentang pengasuhan anak kepada orang tua melalui program pendidikan keluarga.

Dialog nasional yang berlangsung mulai tanggal 6 sampai 8 Desember tersebut mengangkat tema “Mewujudkan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Berkualitas, Inklusif dan Berkesetaraan”. Hadir dalam dialog tersebut antara lain pegiat, pemerhati, akademisi, pelaku serta pengambil kebijakan untuk berbagi pengalaman baik dan ide tentang PAUD dan pendidikan keluarga.

Selain itu, juga juga diselenggarakan acara Workshop penyelenggaraan PAUD dan Pendidikan Keluarga di masa depan. Sejumlah topik yang diangkat antara lain pencegahan gagal tumbuh (stunting) melalui PAUD Holistik Integratif; keterlibatan orang tua dalam pengawasan perkembangan anak usia dini.

Pada kegiatan yang diselenggarakan selama tiga hari juga akan dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman antara Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan terkait Pembangunan dan Pemberdayaan Desa, Daerah Tertinggal, Dan Transmigrasi dalam Bidang Pendidikan dan Kebudayaan.


Terkini Lainnya


Close Ads X