Kompas.com - 29/12/2018, 22:05 WIB
IPB akan membukaPosko Mahasiswa Tanggap Bencana (Mantab) di wilayah Ujung Jaya Kecamatan Sumur, Pandeglang, Banten. Dok. IPBIPB akan membukaPosko Mahasiswa Tanggap Bencana (Mantab) di wilayah Ujung Jaya Kecamatan Sumur, Pandeglang, Banten.

 Pusat Studi Bencana (PSB), Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Institut Pertanian Bogor (IPB) akan membuka Pos Komando (Posko) Mahasiswa Tanggap Bencana (Mantab) di wilayah Ujung Jaya Kecamatan Sumur, Pandeglang, Banten.Dok. IPB Pusat Studi Bencana (PSB), Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Institut Pertanian Bogor (IPB) akan membuka Pos Komando (Posko) Mahasiswa Tanggap Bencana (Mantab) di wilayah Ujung Jaya Kecamatan Sumur, Pandeglang, Banten.

KOMPAS.com - Pusat Studi Bencana (PSB), Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Institut Pertanian Bogor (IPB) akan membuka Pos Komando (Posko) Mahasiswa Tanggap Bencana (Mantab) di wilayah Ujung Jaya Kecamatan Sumur, Pandeglang, Banten.

Hal ini disampaikan Sekretaris PSB LPPM IPB, Perdinan saat memberikan laporan survei awal kepada Kepala LPPM IPB, Aji Hermawan di Kampus IPB Dramaga, Bogor (26/12/2018)

Seperti dikutip dari berita resmi IPB. pada tahap awal PSB sudah mengirimkan 3 mahasiswa untuk melakukan survei awal dan mendistribusikan bantuan.

Untuk tahap kedua, yang akan diberangkatkan 28 Desember, PSB mengirimkan 15 mahasiswa dari berbagai departemen. 

Mahasiswa garda terdepan

“Mereka akan melakukan pendataan terkait agromaritim (pertanian, perikanan dan peternakan). Kita akan bantu Dinas Pertanian. Nanti dari situ kita akan tentukan apa yang bisa IPB berikan dalam perannya sebagai perguruan tinggi sehingga bisa lakukan langkah aksi yang tepat," jelas Surya Gentha Akmal, Koordinator Tim Mantab.

Baca juga: UGM Kirim Relawan Bantu Korban Tsunami di Lampung Selatan

Ia menambahkan, pihak IPB kemungkinan akan mengirimkan tim pendampingan seperti trauma healing, IPB Care, Mobil Galau dan lain-lain.

"Mahasiswa yang bergerak sekarang multidisiplin. Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) seperti Lawalata, Himasper, Himakova dan lain-lain juga akan kita rangkul,” tambah Surya.

Menurutnya Tim Aksi Sigap (TAS) Mantab ini ingin memetakan seperti apa dampak bencana Tsunami Banten dan Lampung ini dan upaya apa yang bisa dilakukan untuk pemulihan pasca bencana.

Garda terdepan adalah mahasiswa dengan arahan dari dosen-dosen di IPB. 

Perencanaan post disaster

“Lokasi posko dipilih di daerah Ujung Jaya, Sumur karena mengikuti arahan dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yakni harus minimal satu kilometer dari bibir pantai. Kami memanfaatkan rumah dari salah satu dosen IPB untuk dijadikan posko,” imbuhnya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X