Kompas.com - 09/01/2019, 12:29 WIB
Pameran lukisan Sulawesi Pa?rasanganta di BBJ 11?19 Januari pukul 10.00 ? 18.00 WIB. Dok. BBJPameran lukisan Sulawesi Pa?rasanganta di BBJ 11?19 Januari pukul 10.00 ? 18.00 WIB.

KOMPAS.com - Mengawali tahun 2019, Bentara Budaya Jakarta bekerjasama dengan Makassar Art Gallery menggelar pameran lukisan bertajuk "Sulawesi Pa’rasanganta". Peresmian pameran akan diselenggarakan Kamis, 10 Januari 2019 dan pameran akan berlangsung hingga 19 Januari 2019.

Sulawesi Pa’rasanganta sendiri mengandung arti kampung halaman. Merespon tema ini, sejumlah 24 pelukis akan memamerkan sepilihan karya terkininya yang menggambarkan kondisi budaya yang selama ini tumbuh dan berkembang di daerahnya.

“Kami dengan gembira menggelar pameran dari para perupa Sulawesi Selatan. Bolehlah juga pameran ini dimaknai sebagai penanda agenda pertama Bentara Budaya Jakarta selama 2019,” ujar Ika W. Burhan, Ketua Pengelola Bentara Budaya Jakarta.

Baca juga: Pertunjukan Seni Nusantara dari Jaya Suprana Pukau Warga Bangkok

 

Ia menambahkan pameran akan menghadirkan sekitar 24 karya dan 3 instalasi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Bukan kali ini saja Bentara Budaya Jakarta menggelar pameran bersama perupa-perupa dari Makassar. Pada tahun 2003, pernah diselenggarakan "Pameran 45 Perupa Sulawesi Selatan" yang ketika itu menampilkan sekitar seratus karya dari 45 seniman Makassar.

Frans Sartono, Direktur Program Bentara Budaya menyampaikan pameran "Sulawesi Pa’rasanganta" dapat diartikan sebagai tanggapan para perupa atas dinamika kreativitas seni rupa di Makassar.

Pameran lukisan Sulawesi Parasanganta di BBJ 11-19 Januari pukul 10.00 ? 18.00 WIB.Dok. BBJ Pameran lukisan Sulawesi Parasanganta di BBJ 11-19 Januari pukul 10.00 ? 18.00 WIB.

“Selama ini seringkali terjadi tarik-menarik kepentingan antara kebutuhan ekonomi dengan idealisme berkarya. Apa yang mereka sajikan kali ini merupakan cerminan tekad mereka untuk bersungguh 'melukis seni' yang memuaskan hati para seniman. Bukan memuaskan pasar,” ungkapnya.

Kurator pameran ini, Anwar Jimpe Rachman, menjelaskan bahwa sejumlah karya mengangkat tema kehidupan sehari-hari di Sulawesi Selatan seperti nelayan, perahu pinisi yang dikhawatirkan punah, sampai permainan tradisi sepak raga.

Tapi, ada pula yang mencoba melihat ke dalam, atau bermain di wilayah batin. “Mereka merefleksikan gagasan, pergulatan batin,” ujarnya.

Selain pameran, akan digelar pula workshop melukis foto bersama Mike Turusy, Faisal UA, dan kawan-kawan. Ada pula artist talk yang akan dipandu oleh M. Hilmi Faiq (Jurnalis Kompas Minggu) pada tanggal 12 Januari 2019 pukul 10.00 WIB.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X