"Kencan Pertama" Perhimpunan Pelajar Indonesia ke KG Group

Kompas.com - 10/01/2019, 20:57 WIB
Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) melakukan kunjungan ke Kompas Gramedia Group pada 8 Januari 2018 lalu. Dok. Kompas.com Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) melakukan kunjungan ke Kompas Gramedia Group pada 8 Januari 2018 lalu.

Kompas.com - Perhimpunan Pelajar Indonesia ( PPI) melakukan kunjungan ke Kompas Gramedia Group pada 8 Januari 2018 lalu. Sekitar 25 anggota dari komunitas PPI hadir dalam kegiatan ini di antaranya berasal dari PPI Australia, Singapura, Malaysia, UK dan Hongkong.

Kegiatan bersama antara Kalibrr Indonesia dan Kompas Gramedia Group ini diharapkan mampu memberikan gambaran mahasiswa PPI pada dunia kerja dalam unit bisnis di KG Group.

"Kalibrr memiliki visi untuk membantu perusahaan dalam menemukan talenta yang tepat dan juga membantu jobseeker dalam menemukan pekerjaan yang sesuai dengan keinginanannya," ujar Diah Diah Wahyu Asih, Partnership Associate Kalibrr Indonesia.

Baca juga: Kompas Gramedia Usung Kampung Koran di Indonesia Philantrophy Festival

Ia menambahkan ini merupakan cara Kalibrr menghubungkan perusahaan dan talenta-talenta yang berminat di perusahaan tersebut.

Mengenal lebih dalam

Selain menyaksikan langsung suasana kerja di beberapa unit kerja KKG, para mahasiswa PPI juga diperkenalkan pada karakteristik dan budaya perusahaan. Salah satunya disampaikan oleh Muhammad Latief, Manager Konten Marketing Kompas Group. 

Zaman serba digital, sangat mudah bagi jobseeker untuk mencari tahu informasi seputar perusahaan. Sayangnya, berdasarkan data Kaliberr, terdapat beberapa jenis informasi yang dicari jobseeker tetapi tidak disebarkan secara umum oleh perusahaan, misalnya testimoni karyawan suatu perusahaan. 

"Sekitar 68% milenial Indonesia merasa testimoni karyawan perusahaan adalah hal yang penting untuk dicari sebelum melamar. Akan tetapi hanya 30% dari mereka yang menyatakan bahwa mereka berhasil mendapatkan testimoni tersebut dari beragam channel," ujar Diah.

Dengan demikian, terdapat lebih dari setengah populasi ini tidak mendapatkan hal tersebut, dan dapat berdampak terhadap kepuasan mereka dalam melamar kerja. 

Tantangan pencari kerja milenial

Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) melakukan kunjungan ke Kompas Gramedia Group pada 8 Januari 2018 lalu.Dok. Kompas.com Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) melakukan kunjungan ke Kompas Gramedia Group pada 8 Januari 2018 lalu.

"Tantangan jobseeker tidak berakhir di tahap attraction dan application, riset kami juga menemukan bahwa bagi mereka yang sudah melamar tetapi tidak lolos kualifikasi. Sekitar 59 persen milenial jobseeker Indonesia tidak mendapat komunikasi dalam bentuk apapun dari perusahaan pemberi kerja," jelas Diah.

Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi jobseeker karena mereka mungkin terus bertanya-tanya dan sulit untuk meningkatkan atau memperbaiki skill untuk kesempatan berikutnya.

"Overall oke banget acara ini! Paling seru pas ke kantor Gramedia Digital Nusantara lihat tempat tidur dan tempat main karyawan. Jadi punya inspirasi pengen punya kantor kayak gitu. Aku mau banget recommend Kompas buat teman-teman yang mau adain company visit!" ujar Cindy Angela, mahasiswi University of Melbourne, Australia.

"Acara company visit ini sangat informatif, terutama mengenai bagaimana Kompas.com bekerja di balik layar, perbedaan antara Kompas cetak vs Kompas.com. Saya juga baru tahu bahwa KG mempunyai divisi startup juga, Gramedia Digital Nusantara," kata Julius Putra Tanu Setiaji, mahasiswa National University of Singapore, Singapura.

Sungguh membuka wawasan saya mengenai perusahaan startup di Indonesia karena sejauh ini pengalaman hanya terkait perusahaan-perusahaan startup di Singapura, tambah Julius. 



Terkini Lainnya

Pria Ini Dorong Istrinya yang Tengah Hamil dari Tebing di Thailand

Pria Ini Dorong Istrinya yang Tengah Hamil dari Tebing di Thailand

Internasional
Gunakan Alamat Sama, Disdik Jabar Panggil Orangtua Pendaftar PPDB 2019

Gunakan Alamat Sama, Disdik Jabar Panggil Orangtua Pendaftar PPDB 2019

Regional
Gempa Bermagnitudo 5,1 Guncang Talaud, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa Bermagnitudo 5,1 Guncang Talaud, Tak Berpotensi Tsunami

Regional
Otto dan Maqdir Bukan Kuasa Hukum Sjamsul Nursalim Terkait Kasus Pidana BLBI

Otto dan Maqdir Bukan Kuasa Hukum Sjamsul Nursalim Terkait Kasus Pidana BLBI

Nasional
Presiden China Berangkat ke Korut untuk Bertemu Kim Jong Un

Presiden China Berangkat ke Korut untuk Bertemu Kim Jong Un

Internasional
Minta Dipekerjakan sebagai Sopir dan Operator, Warga Hentikan Proyek Tol Aceh

Minta Dipekerjakan sebagai Sopir dan Operator, Warga Hentikan Proyek Tol Aceh

Regional
Jokowi Bertolak ke Surabaya, Kondangan hingga Bagikan Sertifikat

Jokowi Bertolak ke Surabaya, Kondangan hingga Bagikan Sertifikat

Nasional
Sidang MK Hari Ini, KPU Akan Hadirkan 15 Saksi dan 2 Ahli

Sidang MK Hari Ini, KPU Akan Hadirkan 15 Saksi dan 2 Ahli

Nasional
Ahli Prabowo-Sandi Sebut Ada 27 Juta 'Ghost Voters' Dalam Pemilu 2019

Ahli Prabowo-Sandi Sebut Ada 27 Juta 'Ghost Voters' Dalam Pemilu 2019

Nasional
Demi Sekolah, Anak-anak di Pedalaman Flores Harus Bertaruh Nyawa Seberangi Sungai

Demi Sekolah, Anak-anak di Pedalaman Flores Harus Bertaruh Nyawa Seberangi Sungai

Regional
Ahli 02: Di Situng, Suara Prabowo-Sandi Turun, Jokowi-Ma'ruf Selalu Naik

Ahli 02: Di Situng, Suara Prabowo-Sandi Turun, Jokowi-Ma'ruf Selalu Naik

Nasional
Gempa 6,3 SR Guncang Sarmi Papua, Warga Sempat Panik Keluar Rumah

Gempa 6,3 SR Guncang Sarmi Papua, Warga Sempat Panik Keluar Rumah

Regional
Kejanggalan PPDB 2019 di Bandung, 8 Siswa Pendaftar SMA Favorit Beralamat Sama

Kejanggalan PPDB 2019 di Bandung, 8 Siswa Pendaftar SMA Favorit Beralamat Sama

Regional
Masuk Ancol Gratis Saat HUT DKI, Ini Aktivitas yang Bisa Dilakukan

Masuk Ancol Gratis Saat HUT DKI, Ini Aktivitas yang Bisa Dilakukan

Megapolitan
Fakta Rekonstruksi Pembunuhan Sadis di Cianjur, Berawal dari Knalpot Bising hingga Korban Kebal Dibacok

Fakta Rekonstruksi Pembunuhan Sadis di Cianjur, Berawal dari Knalpot Bising hingga Korban Kebal Dibacok

Regional

Close Ads X