Sekolah Malaysia Gunakan "Fingerprint" untuk Memonitor Siswa

Kompas.com - 11/01/2019, 21:51 WIB
Sensor optis pada pemindai sidik jari lebih banyak digunakan untuk keperluan keamanan gedung atau absensi karyawan.THINKSTOCKPHOTOS Sensor optis pada pemindai sidik jari lebih banyak digunakan untuk keperluan keamanan gedung atau absensi karyawan.

KOMPAS.com - Sebuah sekolah di Johor, Malaysia, melakukan langkah terbaik untuk mencegah siswa membolos dari kelas dengan menerapkan pemindaian sidik jari untuk melacak kehadiran siswa.

Setelah menguji sistem biometrik pada Oktober 2018, Sekolah Menengah Kebangsaan (SMK/Sekolah Negeri) Bandar Tenggara secara resmi mengimplementasikannya bulan ini dan menjadi sekolah pertama di Johor, Malaysia, yang menerapkan sistem ini.

Dikutip dari Says, Kepala Sekolah SMK Bandar Tenggara Noraini Mohd Noor mengatakan bahwa, "Sejak sistem ini diperkenalkan, KPI (tingkat) kehadiran mencapai 95%."

Tidak hanya guru yang diberitahu tentang kehadiran siswa setelah mereka memindai jari, orangtua juga dapat memantau keberadaan dan ketepatan waktu anak-anak mereka melalui aplikasi.

Baca juga: Mewujudkan Impian Bersama Membangun Peradaban Dunia lewat Pendidikan

Informasi yang dikumpulkan pemindai sidik jari ini ditautkan dengan aplikasi "Pepatih MySekolah" yang dapat digunakan orang tua setelah mengunduhnya secara gratis di  App Store atau Google Play.

"Dari aplikasi, saya bisa melihat jam berapa anak saya tiba di sekolah," komentar salah seorang orangtua. 

Selain kehadiran selama jam sekolah, aplikasi ini juga dapat menampilkan kehadiran siswa dalam kegiatan ekstra kurikuler serta hasil ulangan atau ujian siswa.

Tidak hanya para siswa, kedisiplinan waktu dan kehadiran guru dan staf sekolah juga dilacak melalui sistem pemindai sidik jari ini.



Terkini Lainnya

Presiden China Berangkat ke Korut untuk Bertemu Kim Jong Un

Presiden China Berangkat ke Korut untuk Bertemu Kim Jong Un

Internasional
Minta Dipekerjakan Sebagai Sopir dan Operator, Warga Hentikan Proyek Tol Aceh

Minta Dipekerjakan Sebagai Sopir dan Operator, Warga Hentikan Proyek Tol Aceh

Regional
Jokowi Bertolak ke Surabaya, Kondangan hingga Bagikan Sertifikat

Jokowi Bertolak ke Surabaya, Kondangan hingga Bagikan Sertifikat

Nasional
Sidang MK Hari Ini, KPU Akan Hadirkan 15 Saksi dan 2 Ahli

Sidang MK Hari Ini, KPU Akan Hadirkan 15 Saksi dan 2 Ahli

Nasional
Ahli Prabowo-Sandi Sebut Ada 27 Juta 'Ghost Voters' Dalam Pemilu 2019

Ahli Prabowo-Sandi Sebut Ada 27 Juta 'Ghost Voters' Dalam Pemilu 2019

Nasional
Demi Sekolah, Anak-anak di Pedalaman Flores Harus Bertaruh Nyawa Seberangi Sungai

Demi Sekolah, Anak-anak di Pedalaman Flores Harus Bertaruh Nyawa Seberangi Sungai

Regional
Ahli 02: Di Situng, Suara Prabowo-Sandi Turun, Jokowi-Ma'ruf Selalu Naik

Ahli 02: Di Situng, Suara Prabowo-Sandi Turun, Jokowi-Ma'ruf Selalu Naik

Nasional
Gempa 6,3 SR Guncang Sarmi Papua, Warga Sempat Panik Keluar Rumah

Gempa 6,3 SR Guncang Sarmi Papua, Warga Sempat Panik Keluar Rumah

Regional
Kejanggalan PPDB 2019 di Bandung, 8 Siswa Pendaftar SMA Favorit Beralamat Sama

Kejanggalan PPDB 2019 di Bandung, 8 Siswa Pendaftar SMA Favorit Beralamat Sama

Regional
Masuk Ancol Gratis Saat HUT DKI, Ini Aktivitas yang Bisa Dilakukan

Masuk Ancol Gratis Saat HUT DKI, Ini Aktivitas yang Bisa Dilakukan

Megapolitan
Fakta Rekonstruksi Pembunuhan Sadis di Cianjur, Berawal dari Knalpot Bising hingga Korban Kebal Dibacok

Fakta Rekonstruksi Pembunuhan Sadis di Cianjur, Berawal dari Knalpot Bising hingga Korban Kebal Dibacok

Regional
7 Fakta Polemik Sistem Zonasi PPDB 2019, Desak Jokowi Copot Mendikbud hingga Sejumlah Sekolah Kekurangan Siswa

7 Fakta Polemik Sistem Zonasi PPDB 2019, Desak Jokowi Copot Mendikbud hingga Sejumlah Sekolah Kekurangan Siswa

Regional
Pembunuhan Khashoggi, Pakar PBB Minta Putra Mahkota Saudi Disanksi

Pembunuhan Khashoggi, Pakar PBB Minta Putra Mahkota Saudi Disanksi

Internasional
Kasus Dugaan Korupsi, Jaksa Agendakan Periksa Kepala Satpol PP Maluku

Kasus Dugaan Korupsi, Jaksa Agendakan Periksa Kepala Satpol PP Maluku

Regional
Berbekal Dokumen RDP DPR, Pihak Sjamsul Nursalim Sebut Kasus BLBI Tak Bisa Diselidiki

Berbekal Dokumen RDP DPR, Pihak Sjamsul Nursalim Sebut Kasus BLBI Tak Bisa Diselidiki

Nasional

Close Ads X