Calon Mahasiswa, Kenali Ujian Tulis Berbasis Komputer di SBMPTN 2019

Kompas.com - 15/01/2019, 17:19 WIB
Ilustrasi tes berbasis komputerShutterstock Ilustrasi tes berbasis komputer

KOMPAS.com – Dalam hitungan bulan, ratusan ribu lulusan SMA, SMK atau sederajat di seluruh Indonesia akan berebut mendapatkan kursi di perguruan tinggi, khususnya perguruan tinggi negeri (PTN).

Salah satu jalur yang bisa ditempuh oleh mereka adalah Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi ( SNMPTN) yang diselenggarakan oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi ( Kemenristek Dikti).

Dalam SNMPTN nanti, calon peserta akan diwajibkan mengikuti ujian bernama Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) yang akan diselenggarakan oleh Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi Negeri (LTMPT).

Untuk memahami tentang UTBK secara lebih mendalam, berikut uraian tentang UTBK:

Apa itu UTBK?

UTBK adalah sebuah ujian masuk perguruan tinggi yang dilaksanakan yang dilaksanakan secara elektronik menggunakan perangkat komputer oleh sebuah lembaga tes bernama LTMPT.

Ujian ini sifatnya wajib diikuti bagi setiap calon peserta Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri ( SBMPTN).

Terdapat dua jenis tes yang tersedia, yakni kelompok sains dan teknik (saintek) dan sosial humaniora (soshum).

Setiap peserta bisa mengikuti tes sebanyak dua kali, baik di jenis yang sama maupun berbeda, dengan membayar Rp 200.000 untuk sekali tes dan dapat dibayarkan melalui bank yang telah ditunjuk.

Baca juga: Kuota SNMPTN 2019 Dipastikan Berkurang, Ini Prosedur Pendaftaranya

Masing-masing jenis tes terdiri dari dua aspek soal, Tes Potensi Skolastik (TPS) dan Tes Potensi Akademik (TPA).

TPS mengukur kemampuan peserta dalam hal pengetahuan umum dan kognitif. Sementara TPA menguji penguasaan peserta akan materi pelajaran yang sudah didapat semasa sekolah, sesuai dengan jenisnya masing-masing (saintek atau soshum).

Soal TPA untuk saintek terdiri dari matematika saintek, biologi, fisika, dan kimia. Sedangkan TPA soshum terdiri dari matematika soshum, ekonomi, geografi, sejarah, dan sosiologi.

Fungsi

Tes ini berfungsi untuk memprediksi kemampuan calon mahasiswa ketika di kampus nantinya, apakah bisa menyelesaikan studi dengan tepat waktu atau tidak.

Selain itu, hasil UTBK ini nantinya dapat digunakan untuk proses seleksi mandiri yang dibuka oleh perguruan tinggi.

Satu hal yang paling penting adalah keberadaannya sebagai syarat untuk mendaftar SBMPTN yang akan dilaksanakan pada Juni mendatang.

Baca juga: Daftar 85 PTN SNMPTN 2019, Mana PTN Pilihanmu?

Syarat peserta

UTBK bisa diikuti oleh siswa kelas 12 SMA/SMK sederajat tahun 2019, atau lulusan SMA/SMK sederajat tahun kelulusan 2017 dan 2018.

Selain itu, peserta didik kejar paket C tahun 2019 dan lulusan kejar paket C tahun 2017 dan 2018 juga bisa mengikutinya.

Peserta bisa melakukan pendaftaran ke laman  https://pendaftaran-utbk.sbmptn.ac.id dengan memasukkan nomor NISN dan NPSN untuk mendapatkan username dan password.

Selanjutnya, calon peserta memasukkan data yang diminta termasuk jadwal tes yang diinginkan. Terakhir, adalah melakukan pembayaran di bank-bank tertentu sejumlah Rp 200.000 per tes. Untuk calon peserta yang sudah diterima sebagai peserta bidikmisi maka tidak dikenai biaya.

Jadwal

Terakhir, pendaftaran UTBK ini dijadwalkan akan dibuka 1 Maret-1 April 2019, ujian akan diselenggarakan pada 13 April- 26 Mei 2019 setiap sabtu dan minggu, dan pengumuman akan dikeluarkan maksimal 10 hari setelah pelaksanaan UTBK.

Untuk informasi lebih lanjut seputar UTBK, Anda bisa mengunjungi laman LTMPT.

Berikut jadwal lengkapnya pelaksanaan UTBK 2019:

Jadwal UTBK 2019LTMPT Jadwal UTBK 2019


Terkini Lainnya

Seekor Anjing Liar Serang Wanita Hamil di NTB

Seekor Anjing Liar Serang Wanita Hamil di NTB

Regional
Menguap dan Menulis Slogan Trump, Inilah Tingkah Pembunuh Bos Mafia di Persidangan

Menguap dan Menulis Slogan Trump, Inilah Tingkah Pembunuh Bos Mafia di Persidangan

Internasional
15 Ekor Anjing Pelacak Diterjunkan Cari Korban Banjir Bandang di Jayapura

15 Ekor Anjing Pelacak Diterjunkan Cari Korban Banjir Bandang di Jayapura

Regional
Erwin Aksa Pilih Non-aktif dari Golkar Demi Persahabatannya dengan Sandiaga

Erwin Aksa Pilih Non-aktif dari Golkar Demi Persahabatannya dengan Sandiaga

Nasional
Lagi, Ratna Sarumpaet Akan Ajukan Permohonan Tahanan Kota

Lagi, Ratna Sarumpaet Akan Ajukan Permohonan Tahanan Kota

Megapolitan
Polisi: Korban Hilang di Banjir Bandang Jayapura Mencapai 131 Orang

Polisi: Korban Hilang di Banjir Bandang Jayapura Mencapai 131 Orang

Regional
PM Selandia Baru: Si Teroris Ingin Tenar, Jangan Pernah Sebut Namanya

PM Selandia Baru: Si Teroris Ingin Tenar, Jangan Pernah Sebut Namanya

Internasional
Beda Sikap dengan Golkar, Erwin Aksa Dukung Prabowo-Sandiaga

Beda Sikap dengan Golkar, Erwin Aksa Dukung Prabowo-Sandiaga

Nasional
Saat 24 Anggota DPR Hadiri Rapat Paripurna, Ke Mana 536 Orang Lainnya?

Saat 24 Anggota DPR Hadiri Rapat Paripurna, Ke Mana 536 Orang Lainnya?

Nasional
Jaksa Siapkan 25 Saksi untuk Sidang Lanjutan Kasus Hoaks Ratna Sarumpaet

Jaksa Siapkan 25 Saksi untuk Sidang Lanjutan Kasus Hoaks Ratna Sarumpaet

Megapolitan
Sidang Kasus Hoaks Ratna Sarumpaet Dilanjut Pekan Depan, Agenda Pemeriksaan Saksi

Sidang Kasus Hoaks Ratna Sarumpaet Dilanjut Pekan Depan, Agenda Pemeriksaan Saksi

Megapolitan
Dubes Australia akan Temui MUI Bahas Serangan Teroris di Masjid Selandia Baru

Dubes Australia akan Temui MUI Bahas Serangan Teroris di Masjid Selandia Baru

Nasional
Ratna Sarumpaet: Saya Bukan Ahli Hukum, tapi Saya Enggak Bodoh-bodoh Amat

Ratna Sarumpaet: Saya Bukan Ahli Hukum, tapi Saya Enggak Bodoh-bodoh Amat

Megapolitan
Miliki Fasilitas Penyakit Jantung, RS Soekarno Bangka Siap Tampung Caleg Gagal Pemilu

Miliki Fasilitas Penyakit Jantung, RS Soekarno Bangka Siap Tampung Caleg Gagal Pemilu

Regional
Pengacara Terima Putusan Hakim yang Tolak Eksepsi Ratna Sarumpaet

Pengacara Terima Putusan Hakim yang Tolak Eksepsi Ratna Sarumpaet

Megapolitan


Close Ads X