Kompas.com - 19/01/2019, 20:00 WIB
Guru mengajar menggunakan bahasa isyarat kepada seorang murid tunarungu di Sekolah Dasar, di Desa Bengkala, Singaraja, Bali, 20 Juli 2016. Desa Bengkala telah menjadi rumah bagi sejumlah besar penyandang tunarungu turun temurun. AFP PHOTO / SONNY TUMBELAKAGuru mengajar menggunakan bahasa isyarat kepada seorang murid tunarungu di Sekolah Dasar, di Desa Bengkala, Singaraja, Bali, 20 Juli 2016. Desa Bengkala telah menjadi rumah bagi sejumlah besar penyandang tunarungu turun temurun.

KOMPAS.com - Dalam revolui industri 4.0, pekerjaan manusia banyak digantikan kecanggihan teknologi. Namun tidak untuk profesi guru.

Melalui kebijakan pendidikan nasional, guru harus mampu menerapkan pendidikan karakter kepada peserta didik, sesuatu yang tidak bisa dilakukan oleh teknologi.

Hal ini disampaikan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jawa Barat Wilayah VII, Hasan Rahadian Husein dalam acara Pendampingan Implementasi Pendidikan Berbasis Nilai dan Kegiatan Penyusunan Bahan Ajar dan Penilaian untuk Guru SLB Gugus Kota Bandung di SLB A Kota Bandung Rabu, (16/1/2019).

Baca juga: Kemendikbud Kirim 1.000 Guru SMK ke Singapura Perkuat Teknologi 4.0

 

Dilansir dari laman resmi Dinas Pendidikan Jawa Barat, Hasan menjelaskan ada 3 hal yang harus dicapai dalam rangka optimalisasi peran guru.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

1. Penguasaan substansi

Pertama, menguasai subtansi yang akan diajarkan kepada siswa dan ditunjang oleh jenjang pendidikan yang guru tersebut jalani. “Kita ingin guru di Bandung dan Cimahi secara kualifikasi tak ada satu pun yang tamatannya di bawah S1,” tuturnya.

2. Peningkatan kompetensi

Selanjutnya adalah meningkatkan kompetensi guru dengan melakukan pembeharuan di berbagai aspek pendidikan, baik kurikulum, bahan ajar, maupun metedologi pendidikan. “Kurikulum dan metedologi sering berubah dari masa ke masa, kita juga harus melalukan pembaharuan sebagai tenaga pendidik,” tambahnya.

3. Pendidikan karakter

Terakhir adalah implementasi pendidikan yang berfokus pada pendidikan karakter. Menurutnya, guru adalah bagian penting dalam pendidikan karakter, sehingga kompetensi yang dimiliki lebih dari pemberian bahan ajar kepada siswa. Hal tersebut pun di dukung Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang meluncurkan program Jabar Masagi.

“Kita harus implementasikan pendidikan karakter, terlebih di dukug oleh program Jabar Masagi yang mengajak pelajar cinta agama, cinta budaya, cinta negara dan cinta lingkungan. Kita harus berkolaborasi untuk mewujudkan visi tersebut,” katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.