Mendikbud: Akan Ada Simulasi Nasional Kebencanaan Secara Serempak

Kompas.com - 20/01/2019, 11:29 WIB
Mendikbud usai jumpa pers Akhir Tahun 2018 di Kantor Kemendikbud, Jakarta, Kamis (27/12/2018) menjelaskan tentang rencana pendidikan mitigasi bencana bagi siswa.Dok. Kemendikbud Mendikbud usai jumpa pers Akhir Tahun 2018 di Kantor Kemendikbud, Jakarta, Kamis (27/12/2018) menjelaskan tentang rencana pendidikan mitigasi bencana bagi siswa.

KOMPAS.com - Presiden RI Joko Widodo telah menginstruksikan Kementerian Sosial (Kemensos) dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk segera merealisasikan program pendidikan kebencanaan secara tersistem di seluruh sekolah.

Menindakkanjuti instruksi Presiden itu, Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita melakukan pertemuan dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy, di Kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Senayan, Jakarta, pada Kamis (17/1/2019).

“Di satu sisi Mensos memiliki tenaga instruktur dan tutor yang banyak yaitu dari Taruna Siaga Bencana (Tagana) sementara Kemendikbud memiliki subjek yang bisa digarap yaitu sekolah dan siswa maka jika ini dipadukan akan menjadi kekuatan yang sinergis antara dua kementerian,” tutur Mendikbud kepada media usai pertemuan tersebut.

Baca juga: Usulan KPAI soal Integrasi Pendidikan Mitigasi Bencana pada Mata Pelajaran

Senada dengan Mendikbud, Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan dalam menindaklanjuti instruksi Presiden, pihaknya segera merealisasikan program mitigasi bencana dengan Kemendikbud.

Sinergi 2 kementerian

“Didalamnya ada pelatihan, pendidikan yang berkaitan dengan kerawanan terhadap potensi bencana,” katanya antusias. Lebih lanjut ia menjelaskan kolaborasi dengan Kemendikbud nantinya akan melibatkan para relawan dan tenaga sukarela di bawah Kemensos.

“Kami yang punya para relawan selanjutnya Kemendikbud melalui sekolah-sekolahnya memberikan kesempatan bagi para Tagana memberikan pelatihan-pelatihan dan simulasi yang berkaitan dengan penanggulangan bencana,” katanya.

Mendikbud pada kesempatan sama menyampaikan program ini selain melibatkan Tagana, juga akan melibatkan pihak lain yang sudah terdidik dan berpengalaman dalam hal kebencanaan.

“Kita ajak tim nasional, BNPB, juga tim-tim relawan nasional yang sudah bergabung yang sudah well organized dan sudah punya pengalaman, dan mudah-mudahan dalam waktu yang tidak terlalu lama masuk dalam salah satu program kita,” kata terang Mendikbud.

Bagi seluruh sekolah

Menjawab pertanyaan wartawan tentang sekolah mana saja yang akan mendapat pembekalan kebencanaan ini, Mendikbud mengatakan bahwa program ini diperuntukkan bagi seluruh sekolah.

“Dalam waktu dekat akan ada simulasi nasional kebencanaan secara serempak. Namun untuk waktunya masih kita cari, (kegiatan ini diperuntukkan bagi) semua jenjang, semua komponen masyarakat, dan memang terutama yang menjadi titik tumpu di sekolah,” ungkap Mendikbud.

Ke depan, Kemensos yang telah memiliki data daerah rawan bencana akan berkoordinasi dengan Kemendikbud supaya program ini dapat dijalankan pada sekolah-sekolah di lokasi tersebut.

Adapun program yang dilaksanakan dibagi menjadi tiga bagian yaitu pembekalan yang sifatnya informasi, teknik antisipasi, penanganan bencana, dan simulasi yang melibatkan guru maupun organisasi intra sekolah seperti Korps Sukarelawan Sekolah, Palang Merah Sekolah, dan Pramuka.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X