Ternyata, Haji Agus Salim Pilih "Homeschooling" untuk Pendidikan Anak

Kompas.com - 20/01/2019, 15:21 WIB
Ilustrasi: Orangtua juga harus memiliki wawasan dan kemampuan berhitung yang baik agar bisa mendampingi anak-anak belajar dan mengerjakan tugas mata pelajaran Matematika dan mata pelajaran eksakta lainnya. ShutterstockIlustrasi: Orangtua juga harus memiliki wawasan dan kemampuan berhitung yang baik agar bisa mendampingi anak-anak belajar dan mengerjakan tugas mata pelajaran Matematika dan mata pelajaran eksakta lainnya.

HBS adalah sekolah menengah setara SMA milik pemerintah kolonial Hindia Belanda. Sekolah ini hanya menerima siswa berkebangsaan Belanda atau Eropa, serta sedikit anak lokal yang orangtuanya terpandang atau punya pangkat.

Rencana sejak awal

Namun, usai lulus HBS, harapan Agus Salim mendapatkan beasiswa sekolah kedokteran di Belanda yang sangat diminatinya kandas. Hanya karena ia seorang pribumi.

Pengalaman pahit itulah yang barangkali membuat Agus Salim akhirnya kecewa dan memutuskan agar anak-anaknya tidak masuk pendidikan kolonial. Selain itu, ia merasa sanggup mendidik anak-anaknya di rumah.

Soal si bungsu yang masuk sekolah formal, itu karena dilahirkan setelah era kolonial Belanda di Indonesia berakhir.

Kustiniyati Mochtar, wartawan senior harian Indonesia Raya berkesempatan mewawancarai Agus Salim. Dari wawancara yang dijadikan sumber buku Seratus Tahun Haji Agus Salim itu, Agus Salim mengenang, ketika masih pengantin baru, ia meminta istrinya rajin membaca dan berzikir karena berencana mendidik sendiri anak-anaknya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.