Kompas.com - 20/01/2019, 21:39 WIB
Ilustrasi santri
Kompas.com/M.Agus Fauzul HakimIlustrasi santri

KOMPAS.com - Awal Februari 2019, Stasiun Lapang Agro Kreatif (SLAK) hasil kerjasama pemerintah daerah Pekalongan dengan Institut Pertanian Bogor (IPB) akan dilaunching.

Program yang dikembangkan SLAK adalah pemberdayaan petani durian, peternakan dan santripreneur.

“Pekalongan diharapkan akan menjadi pioneer santripreneur dan akan dikembangkan secara penuh. Di Pekalongan, banyak sekali santri. Diharapkan santri-santri ini bisa mandiri secara ekonomi dan hal tersebut dapat memperkuat dakwah mereka," ujar Bupati Pekalongan, Asif Kholbihi saat berkunjung ke Kampus IPB Dramaga, Bogor (9/1/2019).

Ia menambahkan, "Rencananya 80 pondok pesantren yang ada di Pekalongan akan dipilih mana yang memiliki basis pertanian. Kami juga mengucapkan banyak terimakasih kepada IPB. Kerjasama dengan IPB sudah menguntungkan pemberdayaan para petani. Para petani di kebun durian sangat dibantu oleh IPB.” 

Baca juga: Mengenal Santripreneur, Program Kemitraan Ekonomi Umat

Sementara itu, Rektor IPB, Arif Satria mengatakan Pekalongan itu dikenal dengan kota santri. Santri-santri tersebut perlu dibekali kewirausahaan dengan ilmu di bidang pertanian.

Pengembangan santripreneur akan menjadi sesuatu yang tepat di Pekalongan. “Apalagi program santripreneur ini sudah di-launching oleh Menkoperekonomian, selain itu kita akan mengembangkan kerjasama berkaitan dengan sentra inovasi IPB yang segera dihilirisasi di Pekalongan," tegasnya seperti dikutip dari laman resmi IPB.

Banyak inovasi-inovasi khususnya benih-benih unggul yang harus mulai dikembangkan di Pekalongan. Selain itu Kabupaten Pekalongan akan menjadi laboratorium lapang IPB, agar implementasi inovasi dapat berlangsung di lapangan.

Dengan kerjasama tersebut nantinya dapat memberikan feedback pada IPB, keilmuan apa yang harus dikembangkan di Kabupaten Pekalongan. "Kita akan mengembangkan juga Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan Sekolah Peternakan Rakyat (SPR) di sana,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Kepala bidang Pengabdian kepada Masyarakat, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IPB, Prof. Sugeng Heri Suseno mengatakan bahwa sebelumnya IPB sudah menerjunkan mahasiswa untuk Program IPB Goes To Field (IGTF) pada tahun 2018.

“IGTF Pekalongan ini fokus pada tanaman durian dan ke depan IPB akan melakukan kerjasama empat program pokok. Yaitu penyehatan tanaman, pengemasan makanan olahan, teh, kopi, cengkeh, dan Program Sekolah Peternakan Rakyat,” ujarnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X