Kompas.com - 20/01/2019, 23:09 WIB
Ilustrasi tumbler KOMPAS.com/KAHFI DIRGA CAHYAIlustrasi tumbler

KOMPAS.com - Komitmen kuat untuk menciptakan lingkungan belajar ideal kembali mengantarkan SMKN 5 Bandung ke tangga prestasi.

Untuk ketiga kalinya, sekolah yang terletak di kaki Gunung Manglayang tersebut meraih predikat sebagai sekolah Adiwiyata Mandiri 2018 dari Pemerintah Kota Bandung. Salah satu program unggulannya adalah gerakan misting dan tumbler. Apa itu?

Kurangi sampah plastik

Guru sekaligus Penggiat Lingkungan SMKN 5 Bandung, Titi Juhaeti menjelaskan ide awal yang diangkat adalah mengupayakan agar sekolah dapat menjadi lingkungan yang ideal untuk melakukan kegiatan belajar mengajar. Salah satu faktornya adalah dari segi kebersihan.

“Adi itu kan berarti ideal, sedangkan wiyata itu tempat. Maka, jika lingkungan tersebut sudah ideal, pasti mampu menggali potensi siswa dengan maksimal,” tuturnya Titi seperti dilansir dari Dinas Pendidikan Jawa Barat (15/1/2019).

Baca juga: Menanamkan Pendidikan Karakter lewat Penelitian

Guru Pendidikan Lingkungan Hidup tersebut juga mengatakan, program gerakan misting dan tumbler adalah mewajibkan seluruh peserta didik untuk membawa tempat makan dan minum yang bisa diisi ulang sehingga mengurangi penggunaan sampah plastik di lingkungan sekolah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Ini sangat mengurangi penggunaan bahan plastik, jadi mereka kalau mereka sudah menghabiskan bekal makannya dan mau jajan, mereka bisa menggunakan tempat makan mereka, dan juga mengisi ulang minum karena setiap kelas memiliki air galon,” katanya.

Dia bersama selruh tenaga pendidik KN 5 Bandung berkomitmen untuk menciptakan lulusan yang mampu memiliki softskill khusus, yakni menjadi lulusan yang sadar akan pentingnya kebersihan lingkungan. 

Awalnya tidak mudah

Kepala SMKN 5 Bandung, Rini Ambarwati mengatakan, raihan sekolah mandiri adiwiyata hanya sebuah bonus dari upaya menciptakan lingkungan sekolah yang ideal. “Membiasakan semua warga sekolah utnuk bersikap adiwyata, betul-betul menjaga lingkungannya adalah sesuatu yang kami upayakan,” tuturnya.

Rini mengakui memang tidak mudah untuk menerapkan kebiasaan yang sama kepada seluruh siswanya yang memiliki latar belakang yang berbeda-beda. Namun karena komitmen yang kuat, kebiasaan menjaga lingkungan pun lambat laun terlihat peningkatannya.

Selain meraih sekolah adiwiyata mandiri pada akhir 2018, SMKN 5 Bandung telah menerima penghargaan serupa pada tahun 2013 di tingkat Kota Bandung dan Provinsi Jawa Barat dan mendapat predikat Sekolah Adiwiyata Nasional pada tahun 2015



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.