Kompas.com - 22/01/2019, 11:37 WIB
Penulis Mela Arnani
|
Editor Bayu Galih

Melalui akun resmi Twitter UGM, @UGMYogyakarta, turut mengunggah pamflet tersebut dan memberikan klarifikasi bahwa kabar itu bohong.

Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk berhati-hati terhadap setiap informasi yang diterima.

Dihubungi secara terpisah, salah satu staf Humas Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Ristek Dikti), menyampaikan hal yang sama bahwa kabar yang beredar tersebut tidak benar.

"Iya hoaks. Kalau kerja sama perguruan tinggi sama instansi lain atau swasta sih bisa dilakukan mandiri. Kalau akun resmi perguruan tinggi yang disebut bilang hoaks, berarti memang hoaks," ujar salah seorang staf Kemenristek Dikti.

"Iya (pembayaran uang kuliah) melalui bank yang kerja sama sama PTN nya," kata dia.

Hingga saat ini belum diketahui bagaimana awal mulanya hingga pamflet itu beredar.

Saat Kompas.com menelusuri akun Instagram OVO, @ovo_id, tak terlihat satu unggahan pun mengenai program tersebut. Pihak OVO juga belum memberikan informasi secara resmi. Kompas.com masih berupaya mendapatkan konfirmasi dari OVO.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.