Siap-siap, Kudus Bakal Lahirkan Tukang Las Bersertifikat!

Kompas.com - 23/01/2019, 19:43 WIB
Pemukulan gong oleh Bupati Kudus H.M. Tamzil sebagai penanda diresmikannya Welding Shop and Automation Engineering Lab SMK NU Ma?aruf Kudus, Jawa Tengah, Selasa (22/1/2018) Dok. Djarum FoundationPemukulan gong oleh Bupati Kudus H.M. Tamzil sebagai penanda diresmikannya Welding Shop and Automation Engineering Lab SMK NU Ma?aruf Kudus, Jawa Tengah, Selasa (22/1/2018)
|
Editor Latief

KUDUS, KOMPAS.com - Bunyi gamelan terdengar. Alunannya perlahan mengarahkan siswa-siswi gemulai menarikan Tarian Kretek yang menjadi penanda resmi dibukanya Welding Shop and Automation Engineering Lab SMK NU Ma’aruf Kudus.

Tari Kretek merupakan tari khas Kudus. Tarian ini bercerita tentang kehidupan para buruh rokok yang sedang bekerja, mulai memilih tembakau hingga rokok siap dipasarkan. Tarian itu sekaligus mengingatkan bahwa selain terkenal dengan julukan kota Santri, Kudus juga dikenal sebagai kota industri rokok.

Hadirin tampak terpukau, terutama yang duduk di kursi barisan paling. Mereka terdiri dari para tamu VIP perwakilan Indonesia dan Jepang, seperti Bupati Kudus H.M. Tamzil, yang meresmikan Welding Shop and Automation Engineering Lab sekolah kejuruan tersebut.

Hadir juga Presiden Direktur PT Bank Sumitomo Mitsui Indonesia, Kazuhisa Miyagawa, Direktur PT OTC Daihen Indonesia Seiji Ichikawa, serta Managing Director PT Omron Electronics Don Teng. 

Bukan tanpa alasan Welding Shop and Automation Engineering Lab ini hadir di SMK NU Ma'Arif Kudus. Kurikulum teknik pengelasan ini sudah ada sejak tiga tahun lalu. Adanya laboratorium berteknologi dunia ini diharapkan mampu meningkatkan teknik pengelasan para siswi SMK tersebut.

Djarum Foundation, selaku pihak yang berperan menghadirkan fasilitas tersebut mengatakan, pihaknya tidak sembarangan memberikan bantuan ke sekolah-sekolah, termasuk SMK NU Ma-Arif Kudus.

Mereka mengaku akan melihat terlebih dahulu kualitas kepala sekolah, tenaga pengajar, struktur yayasan, dan yang paling penting sistem kedisiplinan sekolah itu sendiri. 

"Karena memenuhi beberapa kriteria itu, ditambah dengan tersedianya berbagai fasilitas lab penunjang kurikulum seperti Lab Evercross, Lab Cisco, Lab CNC, Lab KKPI, dan menyabet berbagai jenis prestasi, SMK NU Ma'arif Kudus ini terpilih sebagai salah satu SMK yang menerima bantuan pendidikan," ujar Direktur Program Bakti Pendidikan Djarum Foundation Primadi M Serad, Selasa (23/1/2019).

Sementara itu, guna menunjang produktivitas dan keahlian para siswa SMK NU Ma'arif, Welding Shop tersebut juga memiliki fasilitas pendukung lainnya, seperti mesin bending, mesin shearing, mesin pemotong pelat baca CNC Plasma Cutting serta mesin pengelasan spot welding

"Jadi, ketika lulus nanti, mereka bisa memenuhi kebutuhan tenaga ahli pengelasan untuk mendukung program pembangunan infrastruktur strategis di Indonesia," tambah Primadi. 

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Close Ads X