Kompas.com - 29/01/2019, 14:57 WIB
Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi menggelar acara Bedah Kinerja 2018 dan Fokus Kinerja 2019 mengangkat tema Penyiapan SDM Milenial Indonesia Kreatif, Inovatif dan Berdaya Saing Tinggi. Dok. Kompas.comKementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi menggelar acara Bedah Kinerja 2018 dan Fokus Kinerja 2019 mengangkat tema Penyiapan SDM Milenial Indonesia Kreatif, Inovatif dan Berdaya Saing Tinggi.

8. Hilirisasi riset Indonesia

Jumlah paten di Indonesia berkaitan erat dengan lembaga yang berfokus pada hilirisasi penelitian. Ada dua lembaga berfokus pada hilirisasi hasil penelitian, yaitu Pusat Unggulan Iptek (PUI) atau center of excellence. Lembaga penelitian dan pengembangan (Lemlitbang) yang berhasil menghasilkan teknologi atau paten dari penelitian mendapatkan status PUI oleh Kemenristekdikti.

Lebih lanjut Lemlitbang yang sudah menjadi PUI dapat menjadi Kawasan Sains dan Teknologi (KST) atau Science and Techno Park (STP) setelah berhasil menghasilkan perusahaan pemula berbasis teknologi (start-up teknologi).

Jumlah lemlitbang dari kementerian, lembaga, perguruan tinggi, dan perusahaan yang menjadi PUI meningkat selama empat tahun terakhir. Pada 2015, Indonesia baru memiliki 19 PUI. Tahun berikutnya jumlah tersebut meningkat menjadi 27. Pada 2017 jumlahnya menjadi 46, dan pada 2018 sudah ada 81 PUI di Indonesia.

KST atau STP di Indonesia yang mendapatkan kategori mature atau yang sudah menghasilkan start-up secara konsisten setiap tahun. Pada 2015, baru ada 6 STP, tahun 2016 jumlahnya meningkat menjadi 14. Pada 2017 STP mature berjumlah 16 dan pada 2018 jumlah tersebut meningkat menjadi 19. 

9. Produk Hasil Riset Inovatif

Pada kesempatan ini, Menristekdikti menunjukkan beberapa produk hasil riset dari perguruan tinggi yang siap dipasarkan, salah satunya motor listrik Gesit diproduksi PT Wijaya Manufakturing (WIMA), perusahaan konsorsium PT Gesits Technologies Indo (GTI) dengan anak perusahaan BUMN PT Wijaya Karya Industri dan Konstruksi.

Selama pengembangannya, Gesits yang dirancang Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) melalui Pusat Unggulan Iptek Sistem Kontrol Otomotif (PUI SKO) ITS dan mendapat bimbingan dari Direktorat Jenderal Penguatan Inovasi, Kemenristekdikti.

Selain motor listrik Gesits, Nasir juga menampilkan inovasi bahan bakar berbasis minyak sawit yang disebut green fuel. Green fuel ini adalah produk olahan palm oil atau minyak sawit dengan bahan bakar fosil. Inovasi ini dikembangkan oleh Institut Teknologi Bandung (ITB) pada Laboratorium Teknik Reaksi Kimia dan Katalisis, Fakultas Teknologi Industri ITB.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.