Kompas.com - 01/02/2019, 19:40 WIB
Diskusi bulanan komunitas penulis Penerbit Buku Kompas (PBK) yang diadakan di Gedung Kompas, Jakarta (31/1/2019) mengangkat tema Melihat Pasar, Menangkap Peluang Penerbitan Buku. Dok. KOMPAS.comDiskusi bulanan komunitas penulis Penerbit Buku Kompas (PBK) yang diadakan di Gedung Kompas, Jakarta (31/1/2019) mengangkat tema Melihat Pasar, Menangkap Peluang Penerbitan Buku.

 

KOMPAS.com - Penulis dari generasi milenial diharapkan mampu menjadi motor kebangkitan industri buku tanah air yang nyaris 'mati kutu' atau tidak berdaya menghadapi perubahan era teknologi yang sedemikian cepat.

Penulis muda tidak saja dianggap memahami konteks dan konten penulisan buku untuk segmen pasar terbesar saat ini, generasi milenial, namun juga dipandang memiliki pendekatan baru yang merubah paradigma industri buku itu sendiri dari hulu hingga hilir.

Hal ini mengemuka dalam diskusi bulanan komunitas penulis Penerbit Buku Kompas (PBK) yang diadakan di Gedung Kompas, Jakarta (31/1/2019).

Acara diskusi mengangkat tema "Melihat Pasar, Menangkap Peluang Penerbitan Buku" dan menghadirkan narasumber; Eko Prabowo (Manajer Marketing Produk Kompas), Pangestuningsih (CEO Penerbit Noura Mizan), Marcella FP (Penulis Kepustakaan Populer Gramedia) dan Didi Kuartanada (Penulis) selaku moderator acara.

Tidak hanya tuangkan ide

Marcella, penulis yang mewakili generasi milenial ini menceritakan pengalaman proses kreatif buku terbarunya "Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini" (NKCTHI).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Pesan Persaudaraan dalam Buku Ekonomi Keumatan The Maruf Amin Way

Buku NKCTHI ini menorehkan prestasi luar biasa; dalam waktu 1 menit buku ini telah laku terjual sebanyak 1.000 buku padahal buku tersebut masih dalam tahap pre-order alias belum naik cetak sama sekali. Pre-order ke-2, buku ini mencatat penjualan 6 ribu buku dalam hitungan 7 menit!

Tidak terhenti di situ, buku NKCTHI sudah masuk cetakan ke-3 bahkan sebelum buku itu dirilis resmi dan mencatatkan penjualan sebanyak 50 ribu (cetakan ke-12) dalam waktu kurang dari 1 bulan setelah NKCTHI resmi dirilis.

Lulusan Universitas Bina Nusantara ini memberikan arti baru terhadap kata 'penulis' dalam industri buku di era milenial ini.

"Dulu, penulis hanya fokus memikirkan ide, menulis dan menyerahkan kepada penerbit setelah itu selesai. Saya justru melibatkan diri dalam seluruh proses mulai dari riset materi apa yang ingin dibaca pembaca, proses penulisan, membangun kedekatan dengan pembaca melalui media sosial, hingga ke proses marketing dan bahkan distribusi," cerita Checel, panggilan akrab Marcella.

Di awal proses kreatif, Marcella telah membangun ikatan dengan calon pembaca melalui media sosial untuk mengetahui secara pasti konten apa yang akan menarik minat bukunya nanti. "Sebelum menulis, saya sudah tahu betul siapa segmen pembaca saya dan berapa banyak kira-kira buku saya nanti akan diserap oleh pasar," lanjutnya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.