Kompas.com - 01/02/2019, 20:21 WIB
Menristekdikti Mohamad Nasir dan CEO Bukalapak Ahmad Zaky meresmikan Bukalapak - ITB Artificial Intelligence (AI) and Cloud Computing Innovation Center di Aula Barat ITB (1/2/2019). Dok. KemenristekdiktiMenristekdikti Mohamad Nasir dan CEO Bukalapak Ahmad Zaky meresmikan Bukalapak - ITB Artificial Intelligence (AI) and Cloud Computing Innovation Center di Aula Barat ITB (1/2/2019).

KOMPAS.com - Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir bersama Chief Executive Officer (CEO) Bukalapak Ahmad Zaky meresmikan Bukalapak - ITB Artificial Intelligence (AI) and Cloud Computing Innovation Center di Aula Barat ITB (1/2/2019).

Dalam kesempatan itu, Menristekdikti memberikan apresiasi Bukalapak yang menjadi satu-satunya start-up dengan kapitalisasi aset di atas USD 1 Miliar yang telah membuka pusat penelitian (research center) di Indonesia.

"Mudah-mudahan bisa menjadi pioneer bagi unicorn-unicorn yang lain. Para anak muda harus punya mimpi besar. Jangan takut gagal. Gagal itu hal biasa," ungkap Nasir setelah meresmikan.

Ajak perguruan tinggi buka diri

Nasir mengajak perguruan tinggi membuka diri terhadap kalangan profesional, termasuk membuka kesempatan para praktisi memberikan kesempatan berbagi ilmu dan pengalaman kepada mahasiswa.

Baca juga: Membangun Harmoni Pendidikan Tinggi dan Dunia Industri

"Kepada Bapak Rektor dan seluruh jajaran di ITB, mari kita membangun sistem pendidikan tinggi ini, dengan melihat masa depan yang lebih luas, dengan membuka diri atas kerja sama atau masukan dari para praktisi," ungkap Menristekdikti.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

CEO Bukalapak Ahmad Zaky menyatakan Bukalapak yang bergerak di dunia teknologi informasi sangat rentan terhadap disrupsi teknologi sebagai akibat dari cepatnya perkembangan dari pesaing usaha.

Laboratorium riset AI pertama

Oleh karena itu, Bukalapak selalu beradaptasi mengikuti perkembangan jaman. Zaky juga mengatakan pihaknya selalu mencari talenta berbakat baru untuk meningkatkan performance perusahaan dalam bersaing sehat, baik di Indonesia maupun di dunia global.

"Tantangan bagi kami saat ini bagaimana mencari talenta di bidang Artificial Intelligence (AI), yang berkontribusi untuk Indonesia," ungkap Zaky.

Bukalapak bekerja sama dengan ITB dalam membangun laboratorium riset Al pertama di Indonesia yang dapat memberdayakan talenta lokal mengembangkan kapasitasnya, harap Zaky.

"Bukabike" di lingkungan kampus

 

Selain itu dia mengharapkan milenial Indonesia mampu menguasai dan menciptakan teknologi dan inovasi seperti Google dan Facebook di masa datang.

Ahmad Zaky dalam kesempatan itu juga menyampaikan pihaknya menyumbangkan "Bukabike", yaitu sepeda kampus yang dapat dioperasikan secara gratis di ITB.

Sepeda terdekat dapat ditemukan melalui aplikasi Bukalapak. Mahasiswa dapat menggunakan sepeda tersebut dengan membuka kunci sepeda melalui bar code yang dapat discan melalui aplikasi tersebut.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.