Menristek Resmikan Gedung Akademi Komunitas Seni dan Budaya Yogyakarta

Kompas.com - 03/02/2019, 22:01 WIB
Menristekdikti Mohamad Nasir meresmikan Gedung Akademi Komunitas Negeri Seni dan Budaya Yogyakarta pada Sabtu (2/2/2019) di Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Dok. KemenristekdiktiMenristekdikti Mohamad Nasir meresmikan Gedung Akademi Komunitas Negeri Seni dan Budaya Yogyakarta pada Sabtu (2/2/2019) di Kabupaten Bantul, Yogyakarta.

KOMPAS.com - Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir meresmikan Gedung Akademi Komunitas Negeri Seni dan Budaya Yogyakarta pada Sabtu (2/2/2019) di Kabupaten Bantul, Yogyakarta.

Hal ini merupakan wujud dukungan Kemenristekdikti dalam meningkatkan potensi pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Acara  turut dihadiri Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X.

"Yogyakarta adalah pusat pengembangan seni dan budaya Jawa dan tujuan wisata yang potensial, maka kebutuhan tenaga terampil jenjang pendidikan Diploma I dan Diploma II bidang seni dan budaya sangat dibutuhkan," jelas Menteri Nasir seperti dilansir dari rilis resmi Kemenristek.

Baca juga: Menteri Jonan dan Cerita Becak UGM yang Memuliakan Penariknya

Akademi Komunitas Negeri Seni dan Budaya Yogyakarta diharapkan dapat menerima lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) untuk lebih cepat bekerja di bidang seni.

"Selama ini pendidikan vokasi setelah SMK adalah pendidikan vokasi jenjang Diploma III. Ada gap yang lebar antara pendidikan SMK dengan pendidikan Diploma III. Untuk menutup gap tersebut maka dibentuklah pendidikan vokasi Diploma I dan Diploma II. Perguruan tinggi yang mendidik Diploma I dan Diploma II itu Akademi Komunitas ini," ungkap Menristekdikti.

Akademi ini juga diharapkan mampu menjadi tempat para pekerja seni yang sudah berpengalaman di Yogyakarta dapat mengajar, walaupun beberapa di antara mereka ada yang tidak memiliki gelar magister.

Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) berbasis pada Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) dapat menjadi sarana mereka mendapatkan surat keputusan (SK) pengakuan kompetensi mereka setara dengan magister.

"Kurikulum Akademi Komunitas ini 70 persennya praktek. 30 persennya teori. Akademi Komunitas ini butuh banyak praktisi seni dan budaya untuk ikut pengajaran. Mereka bisa jadi dosen Akademi Komunitas setelah dilakukan proses RPL," ungkap Menteri Nasir.

Akademi Komunitas Negeri Seni dan Budaya Yogyakarta menyelenggarakan Pendidikan Di Luar Domisili (PDD) dari Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta untuk program studi Karawitan, Kriya, dan Tari.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X