Gandeng 3 Kampus Tiongkok, Esa Unggul Buka Program Internasional

Kompas.com - 06/02/2019, 13:55 WIB
Saat ini tiga universitas yang sudah bekerja sama adalah Jiangsu Second Normal University (JSNU) untuk jurusan Communication and Visual Design, Nanjing Xiao Zhuang University (NXU), untuk jurusan Informatics Engineering, dan North China Electric Power University (NCEPU) untuk jurusan Industrial Engineering. Dok Esa Unggul Saat ini tiga universitas yang sudah bekerja sama adalah Jiangsu Second Normal University (JSNU) untuk jurusan Communication and Visual Design, Nanjing Xiao Zhuang University (NXU), untuk jurusan Informatics Engineering, dan North China Electric Power University (NCEPU) untuk jurusan Industrial Engineering.

SERPONG, KOMPAS.com - Universitas Esa Unggul bekerja sama dengan beberapa perguruan tinggi di Tiongkok untuk membuka program internasional, terutama untuk program studi teknologi informasi (TI). 

Saat ini tiga universitas yang sudah bekerja sama adalah Jiangsu Second Normal University (JSNU) untuk jurusan Communication and Visual Design, Nanjing Xiao Zhuang University (NXU), untuk jurusan Informatics Engineering, dan North China Electric Power University (NCEPU) untuk jurusan Industrial Engineering.

Direktur Universitas Esa Unggul International Program, Fransiskus Adikara, Rabu (6/1/2019), mengatakan salah satu universitas mitranya, yaitu NXU, bahkan sudah membuka kantor perwakilan di kampus Esa Unggul.

"Ini bukti keseriusan untuk bekerja sama dan kami yakin ini bisa berjalan mengingat Tiongkok masih leading dalam industri TI, apalagi dari sisi biaya kuliah dan biaya hidup di Tiongkok terbilang lebih murah dibandingkan negara-negara di Eropa, Australia, atau Amerika." kata Fransiskus.

Pada kerja sama ini Esa Unggul menyiapkan tiga program. Untuk program joint degree mahasiswa dapat mengikuti kuliah dengan jurusan yang sama selama dua tahun di Esa Unggul dan dua tahun di Tiongkok.

Sementara untuk program double degree mahasiswa akan mendapatkan gelar sarjana dari dua jurusan berbeda di dua universitas, baik dari Esa Unggul maupun universitas mitranya di Tiongkok.

"Mahasiswa bisa ambil jurusan teknik industri di Esa Unggul, lalu mengambil jurusan teknik mesin di universitas mitra di Tiongkok. Selain itu, ada juga kelas internasional, di sini mahasiswa bisa mengikuti kuliah dengan bahasa pengantar Inggris," tambah Fransiskus.

Untuk ketiga program tersebut, lanjut dia, mahasiswa program internasional akan diberikan pembekalan bahasa seperti kelas Bahasa Mandarin selama 4 semester dan English Club. Dengan pembekalan tersebut mahasiswa diharapkan dapat menguasai tiga bahasa sekaligus.

"Untuk beasiswa, kami juga ada beasiswa penuh untuk siswa berprestasi, tapi akan diadakan tes dulu. Kalau lulus, mahasiswa akan dibebaskan biaya kuliah sampai lulus untuk kelas internasional dan bebas biaya kuliah dua tahun untuk program joint degree," tambah Fransiskus.


EditorLatief

Terkini Lainnya

Seekor Anjing Liar Serang Wanita Hamil di NTB

Seekor Anjing Liar Serang Wanita Hamil di NTB

Regional
Menguap dan Menulis Slogan Trump, Inilah Tingkah Pembunuh Bos Mafia di Persidangan

Menguap dan Menulis Slogan Trump, Inilah Tingkah Pembunuh Bos Mafia di Persidangan

Internasional
15 Ekor Anjing Pelacak Diterjunkan Cari Korban Banjir Bandang di Jayapura

15 Ekor Anjing Pelacak Diterjunkan Cari Korban Banjir Bandang di Jayapura

Regional
Erwin Aksa Pilih Non-aktif dari Golkar Demi Persahabatannya dengan Sandiaga

Erwin Aksa Pilih Non-aktif dari Golkar Demi Persahabatannya dengan Sandiaga

Nasional
Lagi, Ratna Sarumpaet Akan Ajukan Permohonan Tahanan Kota

Lagi, Ratna Sarumpaet Akan Ajukan Permohonan Tahanan Kota

Megapolitan
Polisi: Korban Hilang di Banjir Bandang Jayapura Mencapai 131 Orang

Polisi: Korban Hilang di Banjir Bandang Jayapura Mencapai 131 Orang

Regional
PM Selandia Baru: Si Teroris Ingin Tenar, Jangan Pernah Sebut Namanya

PM Selandia Baru: Si Teroris Ingin Tenar, Jangan Pernah Sebut Namanya

Internasional
Beda Sikap dengan Golkar, Erwin Aksa Dukung Prabowo-Sandiaga

Beda Sikap dengan Golkar, Erwin Aksa Dukung Prabowo-Sandiaga

Nasional
Saat 24 Anggota DPR Hadiri Rapat Paripurna, Ke Mana 536 Orang Lainnya?

Saat 24 Anggota DPR Hadiri Rapat Paripurna, Ke Mana 536 Orang Lainnya?

Nasional
Jaksa Siapkan 25 Saksi untuk Sidang Lanjutan Kasus Hoaks Ratna Sarumpaet

Jaksa Siapkan 25 Saksi untuk Sidang Lanjutan Kasus Hoaks Ratna Sarumpaet

Megapolitan
Sidang Kasus Hoaks Ratna Sarumpaet Dilanjut Pekan Depan, Agenda Pemeriksaan Saksi

Sidang Kasus Hoaks Ratna Sarumpaet Dilanjut Pekan Depan, Agenda Pemeriksaan Saksi

Megapolitan
Dubes Australia akan Temui MUI Bahas Serangan Teroris di Masjid Selandia Baru

Dubes Australia akan Temui MUI Bahas Serangan Teroris di Masjid Selandia Baru

Nasional
Ratna Sarumpaet: Saya Bukan Ahli Hukum, tapi Saya Enggak Bodoh-bodoh Amat

Ratna Sarumpaet: Saya Bukan Ahli Hukum, tapi Saya Enggak Bodoh-bodoh Amat

Megapolitan
Miliki Fasilitas Penyakit Jantung, RS Soekarno Bangka Siap Tampung Caleg Gagal Pemilu

Miliki Fasilitas Penyakit Jantung, RS Soekarno Bangka Siap Tampung Caleg Gagal Pemilu

Regional
Pengacara Terima Putusan Hakim yang Tolak Eksepsi Ratna Sarumpaet

Pengacara Terima Putusan Hakim yang Tolak Eksepsi Ratna Sarumpaet

Megapolitan


Close Ads X