Kompas.com - 16/02/2019, 22:21 WIB
Presiden Joko Widodo ketika memberikan keterangan pers di Istana Merdeka, Sabtu 16 Februari 2019, terkait dukungan terhadap anak muda yang memiliki inovasi dan kreativitas. Dok. Rusman - Biro Pers Sekretariat PresidenPresiden Joko Widodo ketika memberikan keterangan pers di Istana Merdeka, Sabtu 16 Februari 2019, terkait dukungan terhadap anak muda yang memiliki inovasi dan kreativitas.

KOMPAS.com - Kita semua harus mendorong anak-anak muda yang memiliki inovasi dan kreativitas. Pernyataan ini disampaikan Presiden Joko Widodo ketika memberikan keterangan pers di Istana Merdeka, Sabtu 16 Februari 2019.

“Kita juga ingin mendorong UMKM dari offline supaya masuk ke market place, ke online system. Kita juga harus mendorong unicorn Indonesia memiliki ruang untuk berkompetisi dengan negara-negara lain,” ucap Presiden Joko Widodo seperti dikutip dari rilis Deputi Bidang Protokol, Pers dan Media Sekretariat Presiden.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden menjelaskan pemerintah telah mengalokasikan anggaran riset dan pengembangan sebesar Rp 26 triliun namun anggaran tersebut tersebar pada beberapa kementerian dan lembaga.

“Tetapi kita ini baru menyiapkan lembaga besar agar arahnya itu jelas, tembakannya itu tepat, sehingga inovasi-inovasi negara ini bisa muncul,” kata Presiden Jokowi.

Baca juga: Inovasi Dosen dan Mahasiswa Didorong Menjadi Produk Komersil

Presiden juga menegaskan bahwa Pemerintah mendukung upaya penelitian dan pengembangan sektor swasta, termasuk industri start-up, terutama di bidang sumber daya manusia dan inovasi teknologi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Kita harus mendorong dan mendukung, baik itu yang namanya Gojek, Traveloka, Tokopedia, Bukalapak dan start-up lainnya untuk memajukan ekonomi kita, semuanya harus kita dorong,” ujar Presiden.

Untuk itu, Presiden mengimbau masyarakat bijak dan matang dalam bersikap pada setiap peristiwa apapun, sehingga tidak mengambil keputusan secara emosional. “Oleh sebab itu, saya mengajak hari ini untuk menghentikan, untuk setop uninstall Bukalapak,” kata Presiden.

Sebelum memberikan keterangan pers, Presiden didampingi Sekretaris Kabinet Pramono Anung dan Koordinator Staf Khusus Presiden Teten Masduki bertemu dengan CEO Bukalapak Achmad Zaky.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.