Cerita tentang Pertukaran Budaya di RPTRA Tebet

Kompas.com - 19/02/2019, 17:09 WIB
Kegiatan Once Upon a Child dari kolaborasi organizais Matahari Kecil dan AIESEC Universitas Trisakti yang melebatkan relawan internasional, Sabtu (16/2/19)KOMPAS.com/Auzi Amazia Kegiatan Once Upon a Child dari kolaborasi organizais Matahari Kecil dan AIESEC Universitas Trisakti yang melebatkan relawan internasional, Sabtu (16/2/19)

KOMPAS.com - Seorang mahasiswa dari Tianjin, Cina, bernama Luis, berdiri di depan sekumpulan anak-anak yang duduk, menengadahkan kepalanya, penasaran mengamati dirinya yang membawa bendera Cina. 

"Bintang yang besar ini artinya adalah presiden kami. Lalu, bintang-bintang kecil yang mengelilinginya diibaratkan seperti kami, masyarakatnya," ujarnya dalam Bahasa Inggris.

Hari itu, Sabtu 16 februari 2019, ia berada di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Akasia, Tebet.

Luis, jauh-jauh dari Negara Tirai Bambu datang ke Indonesia sejak Januari lalu.

Ia turut berpartisipasi sebagai salah satu relawan internasional dalam acara "Once Upon a Child" yang merupakan kerja sama dari Organisasi Non-Profit Matahari Kecil dengan organisasi kampus AIESEC Universitas Trisakti.

Sejak pukul 9 pagi, anak-anak berusia 5 hingga 10 tahun yang tinggal di sekitar RPTRA Akasia Tebet sudah berkumpul untuk mengikuti acara sekaligus berkenalan dengan relawan atau kakak-kakak yang akan mendampingi belajar dan bermain. 

Setelah saling berkenalan, acara pertama berkaitan dengan sensory play, yang melibatkan anak-anak bermain playdoh dan berkreasi membuat obyek kesukaannya.

Anak-anak di RPTRA Akasia, Tebet yang bermain playdoh dalam acara Once Upon a Child, kolaborasi Matahari Kecil dan AIESEC Universitas Trisakti, Sabtu (16/2/19)KOMPAS.com/Auzi Amazia Anak-anak di RPTRA Akasia, Tebet yang bermain playdoh dalam acara Once Upon a Child, kolaborasi Matahari Kecil dan AIESEC Universitas Trisakti, Sabtu (16/2/19)
Selain sebagai program kolaborasi terkait pendidikan anak usia dini, kegiatan itu juga bertujuan meperkenalkan negara dan budaya yang dibawa relawan internasional.

Anak-anak diajak berinteraksi dan diperkenalkan menghitung satu sampai sepuluh dengan bahasa asli para relawan, serta diajarkan pula satu lagu dari negara mereka. 
 
Lengkapnya, ada relawan mahasiswa dari kedua organisasi serta tiga orang relawan asing yang berasal dari Cina, Malaysia, dan India yang terlibat mendampingi anak-anak tersebut untuk belajar dan bermain.
 
Membangun kepercayaan diri

Ketua acara, Nadya Nurlita mengungkapkan kepuasannya melihat anak-anak yang semangat saat relawan asing berinteraksi dengan mereka.

"Acara ini berfokus pada peningkatan keterampilan dan kepercayaan diri anak-anak di usia dini dengan melibatkan relawan dari berbagai negara sekaligus momen pertukaran budaya juga," ujar Nadya.

Para relawan asing pun tak kalah antusias saat berinteraksi dengan anak-anak. Hla itu terlihat saat atribut negara yang mereka bawa diperkenalkan pada anak-anak.

"Waktu pertama kali bertemu, anak-anaknya senang sekali. Perilaku anak-anak yang antusias, bersemangat, dan mau mengikuti yang saya sampaikan membuat saya merasa didukung," ujar Luis.

Tak sedikit anak-anak yang mau bertanya kepada relawan. Mereka bahkan sampai maju ke depan agar bisa mengenal bendera negara lain atau bernyanyi, memimpin teman-temannya.

Kepercayaan diri mereka, yang waktu itu sedang dibangun.

Menjelang akhir acara, kegiatan ditutup dengan mewarnai dan pembagian souvenir.



Terkini Lainnya

Bukti Pamungkas Prabowo-Sandi, Akankah Mengubah Hasil Pemilu?

Bukti Pamungkas Prabowo-Sandi, Akankah Mengubah Hasil Pemilu?

Nasional
Ketua DPP PDI-P Sebut Percepatan Kongres V Bukan karena Megawati Ingin Mundur

Ketua DPP PDI-P Sebut Percepatan Kongres V Bukan karena Megawati Ingin Mundur

Nasional
Penetapan Titik Koordinat Rumah Siswa Bikin Lama Verifikasi Berkas PPDB

Penetapan Titik Koordinat Rumah Siswa Bikin Lama Verifikasi Berkas PPDB

Megapolitan
Polisi Tahan Nakhoda dan ABK KM Nusa Kenari 02

Polisi Tahan Nakhoda dan ABK KM Nusa Kenari 02

Regional
Penolakan dan Kepercayaan Diri Tim Hukum 01 Jawab Tuduhan Kecurangan 02 di MK...

Penolakan dan Kepercayaan Diri Tim Hukum 01 Jawab Tuduhan Kecurangan 02 di MK...

Nasional
Sampah di TPA Cipayung Capai 1.000 Ton Per Hari, Pemkot Depok Ingin Percepat Pemindahan ke Lulut Nambo

Sampah di TPA Cipayung Capai 1.000 Ton Per Hari, Pemkot Depok Ingin Percepat Pemindahan ke Lulut Nambo

Megapolitan
Mantan Direktur Umum PD Parkir Makassar Raya Jadi Tersangka Dugaan Korupsi Dana Parkir

Mantan Direktur Umum PD Parkir Makassar Raya Jadi Tersangka Dugaan Korupsi Dana Parkir

Regional
[POPULER INTERNASIONAL] Bocah 5 Tahun Tewas Tertimpa Jendela | Mantan Presiden Mesir Meninggal

[POPULER INTERNASIONAL] Bocah 5 Tahun Tewas Tertimpa Jendela | Mantan Presiden Mesir Meninggal

Internasional
MK Gelar Sidang Kedua Sengketa Hasil Pilpres pada Hari Ini

MK Gelar Sidang Kedua Sengketa Hasil Pilpres pada Hari Ini

Nasional
Jemaah Ahmadiya Lombok Timur Sudah Tak Bisa Kembali ke Kampung Halaman

Jemaah Ahmadiya Lombok Timur Sudah Tak Bisa Kembali ke Kampung Halaman

Regional
Warga di Probolinggo Tolak Pembangunan Gedung Kremasi

Warga di Probolinggo Tolak Pembangunan Gedung Kremasi

Regional
[POPULER MEGAPOLITAN]: Mantan Kapolda Mengaku Tak Tahu Apa Salahnya I Kivlan Akui Terima 4.000 Dollar Singapura untuk Aksi Supersemar I Penumpang Expander Korban Kecelakaan Cipali Satu Keluarga

[POPULER MEGAPOLITAN]: Mantan Kapolda Mengaku Tak Tahu Apa Salahnya I Kivlan Akui Terima 4.000 Dollar Singapura untuk Aksi Supersemar I Penumpang Expander Korban Kecelakaan Cipali Satu Keluarga

Megapolitan
Kejati Jatim Usut Dugaan Penyalahgunaan Aset Negara Triliunan Rupiah di Surabaya

Kejati Jatim Usut Dugaan Penyalahgunaan Aset Negara Triliunan Rupiah di Surabaya

Regional
Progres Pembangunan LRT Jabodebek Capai 62,6 Persen

Progres Pembangunan LRT Jabodebek Capai 62,6 Persen

Megapolitan
Perwakilan Majalah Tempo dan Eks Komandan Tim Mawar Akan Hadiri Mediasi di Dewan Pers

Perwakilan Majalah Tempo dan Eks Komandan Tim Mawar Akan Hadiri Mediasi di Dewan Pers

Nasional

Close Ads X