Kompas.com - 20/02/2019, 23:32 WIB
Bupati Sumedang Dony saat melakukan pertemuan dengan Rektor Unpad Prof. Tri Hanggono Achmad di ruang Rektor Gedung Rektorat Unpad, Jatinangor (19/2/2019). Dok. UnpadBupati Sumedang Dony saat melakukan pertemuan dengan Rektor Unpad Prof. Tri Hanggono Achmad di ruang Rektor Gedung Rektorat Unpad, Jatinangor (19/2/2019).

KOMPAS.com - Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir meminta Universitas Padjadjaran untuk terlibat dalam menyelesaikan berbagai masalah di Kabupaten Sumedang. Sumedang menurutnya siap untuk menjadi laboratorium penelitian dari aktivitas tridarma yang dilakukan Unpad.

Sumedang ingin menjadi perhatian pertama Unpad daripada kabupaten lainnya (di Jawa Barat),” kata Dony saat melakukan pertemuan dengan Rektor Unpad Prof. Tri Hanggono Achmad di ruang Rektor Gedung Rektorat Unpad, Jatinangor (19/2/2019).

Pertemuan tersebut dilakukan untuk menjalin kerja sama antara Pemkab Sumedang dan Unpad. Kerja sama ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman oleh Rektor Unpad dengan Bupati Sumedang.

Baca juga: ITB Gelar Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat di Citarum Expo

Dony mengatakan, ada beberapa masalah mengemuka yang terjadi di Sumedang. Masalah kemiskinan, pendidikan, kesehatan, implementasi reformasi birokrasi, hingga pengembangan ekonomi menjadi beberapa masalah yang dikemukakan Dony.

Di aspek kemiskinan, Sumedang masih menjadi wilayah dengan persentase kemiskinan yang tinggi di Jawa Barat. Dilansir dari laman resmi Unpad, saat ini persentase kemiskinan masih berkisar di angka 9,7 persen.

“Dalam lima tahun ke depan, kami sudah berkomitmen ingin menekan kemiskinan di angka 5,53 persen. Tentunya kami membutuhkan kolaborasi dari semua pihak,” kata Dony.

Pengembangan sektor ekonomi juga menjadi fokus yang akan dilakukan Pemkab Sumedang. Sebagai kabupaten yang memiliki kawasan pendidikan tinggi, hal ini menjadi potensi tersendiri. “Ini menjadi kekuatan kami yang harus kita manfaatkan, terutama untuk pengembangan iptek dan inkubator bisnis usaha,” kata Dony.

Peluang kerja sama ini diapresiasi Rektor. Menurutnya, Unpad sudah menyiapkan kegiatan dengan sasaran menguatkan kapasitas kewilayahan di sekitar kampus.

Dalam waktu dekat, Unpad akan membuka Kawasan Sains dan Teknologi (KST) yang salah satu konsentrasi utamanya mendorong peningkatan usaha mikro, kecil, dan menengah di Sumedang. Berbagai fasilitas di kampus Jatinangor juga diharapkan dapat bermanfaat bagi masyarakat Sumedang.

Peran guru besar terus didorong untuk membantu menyelesaikan masalah di Sumedang. Melalui program penelitian dan pengabdian, Unpad siap terjun ke beberapa  wilayah di Sumedang. “Tentunya kami butuh interaksi yang kuat,” kata Rektor



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X