Kompas.com - 26/02/2019, 22:10 WIB

 

KOMPAS.com -  Tim Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada  berhasil meraih juara umum ajang "National Moot Court Competition (NMCC) XXII tahun 2019". Tahun 2019, Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Purwokerto, Jawa Tengah, bertindak sebagai tuan rumah penyelenggara.

Kompetisi berlangsung pada 15-18 Februari 2019 dan diikuti 14 perguruan tinggi dan 2 universitas sebagai pengamat. Seluruh peserta berkumpul dan melakukan kompetisi simulasi peradilan pidana untuk memperebutkan Piala Mahkamah Agung.

Kompetisi Peradilan Semu tingkat nasional atau National Moot Court Competition (NMCC) diselenggarakan oleh asosiasi mahasiswa hukum Asia atau Asia Law Student Association (ALSA) Indonesia dan telah memasuki pelaksanaan ke 22.

Diikuti 14 universitas

Setidaknya 14 universitas ikut kompetisi ini yakni Universitas Syahkuala Aceh, Universitas Andalas Padang, Universitas Sriwijaya Palembang, Universitas Padjajaran Bandung, Universitas Tarumanegara Jakarta dan Universitas Diponegoro Semarang.

Baca juga: Di Depan Mahasiswa Bengkulu, Sri Mulyani Paparkan Proyeksi Indonesia 2045

Selain itu, ada Universitas Airlangga Surabaya, Universitas Brawijaya Malang, Universitas Jember, Universitas Gajah Mada, Universitas Hasanuddin Makassar, Universitas Udayana Bali, UIN Alauddin Makassar dan Universitas Sam Ratulangi Manado.

Tim dari UGM ini sendiri dibentuk melalui proses rekrutmen dan pelatihan intensif di bawah bimbingan ALSA LC UGM. Tim ini mendapat bimbingan dari para pelatih mahasiswa senior dan dosen pembimbing tim Muhammad Fatahillah Akbar.

Predikat terbaik

Disamping meraih juara umum, tim mahasiswa Fakultas Hukum UGM meraih pula beberapa predikat terbaik kategori Penuntut Umum dalam Babak Penyisihan (Pool C), Penasihat Hukum Terbaik dalam Babak Penyisihan (Pool C), Majelis Hakim Terbaik dalam Babak Penyisihan (Pool C).

Selain itu tim fakultas hukum UGM juga meraih kategori Berkas Terbaik Secara Keseluruhan, Penuntut Umum Terbaik dalam Babak Final dan Majelis Hakim Terbaik dalam Babak Final.

Dikutip dari laman resmi UGM, Novrita Nadila Humaira, salah satu tim fakultas hukum UGM mengatakan kompetisi peradilan semu berguna sebagai sarana pembelajaran dan pengalaman mahasiswa hukum agar bisa meningkatkan pengetahuan dalam bidang hukum pidana dan implementasi dalam pengadilan.

Oleh karena itu ia berharap mahasiswa Fakultas Hukum UGM dapat terus berkompetisi terutama di bidang hukum, baik dalam tingkat nasional maupun internasional.

“Dalam kompetisi, mahasiswa hukum dipacu belajar lebih efektif dan efisien untuk menjawab suatu persoalan hukum. Dengan kompetisi ini pula, kita memiliki jaringan pada level nasional dengan mahasiswa dari fakultas hukum lainnya sehingga kita harapkan budaya berkompetisi ini harus dipertahankan dan selalu lebih baik lagi”, tutupnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.