Dies Natalis Ke-60, ITB Mantapkan Posisi "Entrepreneurial University"

Kompas.com - 10/03/2019, 23:15 WIB
ITB menggelar Sidang Terbuka di Gedung Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) ITB (6/3/2019) dalam rangka Dies Natalis ke-60 dan  semakin meneguhkan perjalanan ITB sebagai entrepreneurial university.Dok. ITB ITB menggelar Sidang Terbuka di Gedung Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) ITB (6/3/2019) dalam rangka Dies Natalis ke-60 dan semakin meneguhkan perjalanan ITB sebagai entrepreneurial university.

KOMPAS.com- Dalam rangka peringatan Dies Natalis ke-60, Institut Teknologi Bandung ( ITB) menggelar Sidang Terbuka di Gedung Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) ITB (6/3/2019). Dies natalis kali ini semakin meneguhkan perjalanan ITB sebagai entrepreneurial university.

Hal itu disampaikan Rektor ITB Prof. Kadarsah Suryadi dalam sambutannya dalam acara tersebut. Menurutnya pada dasarnya entrepreneurial merupakan suatu upaya menciptakan perubahan dengan cara pengejaran kesempatan melampaui sumber daya yang tersedia.
 
Entrepreneurial mencakup upaya-upaya berorientasi komersial ataupun non-komersial, atau yang dikenal sebagai social entrepreneurial

3 karakter entrepreurial

Dijelaskan Rektor, kemampuan dan karakter penting berkaitan dengan entrepreneurship antara lain: 
 
1. Menggali peluang-peluang dan menemukenali peluang- peluang baru.
 
 
 
2. Menjalin dan memperluas jejaring baik untuk tujuan penggalian peluang-peluang jangka pendek maupun jangka panjang
 
3. Menciptakan nilai atau benefit bagi berbagai kalangan di masyarakat.
 
“Secara sederhana dapat dikatakan bahwa perguruan tinggi entrepreneurial adalah perguruan tinggi yang memiliki kemampuan dan karakter entrepreneurial,” ucapnya.

Kelembagaan dan kemitraan 

Dilansir dari laman resmi ITB, salah satu indikator penting bagi perguruan tinggi entrepreneur ialah stakeholder engagement atau hubungan antara perguruan tinggi dengan berbagai pemangku kepentingan.
 
Kemitraan ini mencakup kemitraan aktif dengan pelaku di daerah-daerah, pelaku UMKM, serta interaksi dengan pelaku bisnis dan organisasi publik. Juga tak kalah penting ialah internationalization.
  
Rektor ITB juga menyampaikan beberapa pencapaian ITB selama ini. Tahun 2019, ITB tercatat telah memiliki 136 program studi dari berbagai strata (S1, S2, dan S3). Hampir semua program studi di ITB terakreditasi A oleh BAN-PT (Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi).
 
Kemudian, 36 program studi diantaranya juga telah mendapatkan akreditasi dari berbagai lembaga akreditasi internasional, yaitu ABET, ASIIN, RSC, KAAB, JABEE, ABEST21 dan IABEE.  

Pertumbuhan riset

Riset yang dilakukan peneliti ITB juga menunjukkan skala pertumbuhan positif dengan mencapai 1.266 Judul penelitian di tahun 2018.
 
Demikian pula publikasi, dimana di tahun 2018 angka publikasi ITB bahkan telah mencapai angka total 1.892 untuk Scopus dan WoS. Angka publikasi ini naik dari jumlah publikasi ITB di tahun-tahun sebelumnya yang berada di angka 1.811 pada tahun 2017, 1.514 di tahun 2016, 1.276 tahun 2015, dan 1.052 di tahun 2014.
 
Pada dies kali ini, menjadi momen yang spesial karena ITB memberikan penganugerahan Doktor Kehormatan (Honoris Causa) kepada Prof. Finn Erling Kydland, profesor bidang ekonomi asal Norwegia yang menerima Nobel Ekonomi tahun 2004 atas kontribusinya bersama Profesor Edward C pada teori time inconsistency dan business cycle
 
Selain itu, juga diberikan penghargaan kepada sejumlah staff pengajar di ITB sebagai bentuk apresiasi terhadap karya prestasi dan dedikasi yang luar biasa kepada institusi, yaitu 5 penerima penghargaan bidang Ganesa Wira Utama, 11 penerima penghargaan bidang pengajaran, 12 penerima penghargaan bidang penelitian, 16 bidang karya inovasi, dan 12 bidang pengembanan institusi.




Close Ads X