CEK FAKTA: Sandiaga Uno Sebut Ujian Nasional Menguras Biaya Tinggi

Kompas.com - 18/03/2019, 10:51 WIB
Calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno berbicara dalam debat ketiga Pilpres 2019 di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/3/2019) malam. Peserta debat ketiga kali ini adalah cawapres masing-masing paslon dengan tema yang diangkat adalah pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, sosial, dan budaya. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGCalon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno berbicara dalam debat ketiga Pilpres 2019 di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/3/2019) malam. Peserta debat ketiga kali ini adalah cawapres masing-masing paslon dengan tema yang diangkat adalah pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, sosial, dan budaya.

KOMPAS.com - Calon wakil presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno, menyebut bahwa Ujian Nasional menguras biaya tinggi.

Pernyataan tersebut disampaikan Sandiaga Uno dalam debat ketiga Pemilihan Presiden atau Pilpres 2019 di Hotel Sultan, Jakarta pada Minggu (17/03/2019) malam.

"Kami akan hapus Ujian Nasional, ini sumber biaya yang tinggi bagi sistem pendidikan kita," kata Sandiaga Uno.

Sandiaga menambahkan bahwa kurikulum pendidikan terlalu berat pada beberapa daerah di Indonesia. Bersama Prabowo Subianto, Sandiaga berencana untuk menghapus ujian nasional dan digantikan dengan penelusuran minat bakat.

Benarkah fakta yang disebut Sandiaga mengenai Ujian Nasional berbiaya tinggi?

Berdasarkan penelusuran Kompas.com dari data Litbang Kompas, anggaran pengadaan Ujian Nasional sejak 2015 hingga 2017 rata-rata sekitar Rp 500 miliar. Meski begitu, jumlahnya mengalami penurunan dari tahun ke tahun.

Pada 2015, biaya anggaran sekitar Rp 560 miliar dan mengalami penurunan menjadi Rp 540 miliar pada 2016. Biaya itu kembali turun menjadi Rp 490 miliar pada 2017.

Biaya untuk Ujian Nasional kemudian berhasil ditekan saat pemerintah menerapkan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Pemerintah bisa lebih menekan anggaran menjadi Rp 35 miliar pada 2018.

Dilansir dari Tirto.id dan Tempo.co, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengaku telah menekan anggaran hingga Rp 100 miliar, dari Rp 135 miliar sebelum menerapkan UNBK. Angka penurunan ini sekitar 78 persen.

Sementara itu, dikutip dari laman puspendik.kemdikbud.go.id, perkembangan pelaksanaan Ujian Nasional terus menigkat. Dari 3.782.453 peserta pada 2017 meningkat menjadi 6.293.552 peserta pada 2018. Angka itu bisa dibilang meningkat drastis semenjak UNBK diberlakukan.

Menentukan kualitas

Manager Advokasi Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran, Ervyn Kaffah menilai bahwa UN merupakan sesuatu yang penting untuk menentukan kualitas.

Halaman:
Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Skor PISA 2018, Ari Widowati: 'Alarm Keras' untuk Segera Lakukan Perubahan

Skor PISA 2018, Ari Widowati: "Alarm Keras" untuk Segera Lakukan Perubahan

Edukasi
10 Tanggapan 'Mas Menteri' Soal 'Rapor Merah' Skor PISA Indonesia

10 Tanggapan "Mas Menteri" Soal "Rapor Merah" Skor PISA Indonesia

Edukasi
Skor PISA Melorot, Disparitas dan Mutu Guru Penyebab Utama

Skor PISA Melorot, Disparitas dan Mutu Guru Penyebab Utama

Edukasi
Soal Skor PISA 2018, Mendikbud Nadiem: Tidak Perlu Dikemas agar Jadi Berita Positif

Soal Skor PISA 2018, Mendikbud Nadiem: Tidak Perlu Dikemas agar Jadi Berita Positif

Edukasi
Skor PISA 2018: Peringkat Lengkap Sains Siswa di 78 Negara, Ini Posisi Indonesia

Skor PISA 2018: Peringkat Lengkap Sains Siswa di 78 Negara, Ini Posisi Indonesia

Edukasi
Skor PISA 2018: Daftar Peringkat Kemampuan Matematika, Berapa Rapor Indonesia?

Skor PISA 2018: Daftar Peringkat Kemampuan Matematika, Berapa Rapor Indonesia?

Edukasi
Daftar Lengkap Skor PISA 2018: Kemampuan Baca, Berapa Skor Indonesia?

Daftar Lengkap Skor PISA 2018: Kemampuan Baca, Berapa Skor Indonesia?

Edukasi
Data Scientist Indonesia Masih Langka, Ini Kemampuan yang Wajib Dimiliki

Data Scientist Indonesia Masih Langka, Ini Kemampuan yang Wajib Dimiliki

Edukasi
Universitas dan Industri Perlu Berkolaborasi Aktif Siapkan SDM

Universitas dan Industri Perlu Berkolaborasi Aktif Siapkan SDM

Edukasi
ITB Juara 'Huawei ‘ICT Competition 2019-2020' Tingkat Nasional

ITB Juara "Huawei ‘ICT Competition 2019-2020" Tingkat Nasional

Edukasi
Mengawal Mutu Pendidikan Tanpa Mengorbankan Kemerdekaan Belajar

Mengawal Mutu Pendidikan Tanpa Mengorbankan Kemerdekaan Belajar

Edukasi
Eksistensi Platform Indonesiana, Saat Ini dan Masa Mendatang

Eksistensi Platform Indonesiana, Saat Ini dan Masa Mendatang

Edukasi
Suka K-Pop? Jurusan Sastra Korea Mungkin Cocok buat Kamu, Ini Penjelasannya

Suka K-Pop? Jurusan Sastra Korea Mungkin Cocok buat Kamu, Ini Penjelasannya

Edukasi
Hari Disabilitas, Atma Jaya: Mendorong Indonesia Ramah Disabilitas

Hari Disabilitas, Atma Jaya: Mendorong Indonesia Ramah Disabilitas

Edukasi
Soal Wacana Tiga Hari Sekolah, Bukik Setiawan: Hari Sekolah Bukan Esensi

Soal Wacana Tiga Hari Sekolah, Bukik Setiawan: Hari Sekolah Bukan Esensi

Edukasi
Close Ads X