BBJ dan Harian Kompas Gelar Bedah Buku "Obrolan Sukab"

Kompas.com - 19/03/2019, 15:38 WIB
Bentara Budaya Jakarta dan Penerbit Buku Kompas menggelar diskusi buku ?Obrolan Sukab? karya Seno Gumira Ajidarma, 21 Maret 2019 pukul 14.00 WIB, di Bentara Budaya Jakarta (BBJ). Dok. BBJBentara Budaya Jakarta dan Penerbit Buku Kompas menggelar diskusi buku ?Obrolan Sukab? karya Seno Gumira Ajidarma, 21 Maret 2019 pukul 14.00 WIB, di Bentara Budaya Jakarta (BBJ).

KOMPAS.com -  Bentara Budaya Jakarta dan Penerbit Buku Kompas menggelar diskusi buku “Obrolan Sukab” karya Seno Gumira Ajidarma. Diskusi akan digelar pada Kamis, 21 Maret 2019 pukul 14.00 WIB, di Bentara Budaya Jakarta ( BBJ).

Buku ini memuat sepilihan esai-esai populer Seno yang sebagian dipublikasikannya di kolom Udar Rasa - Harian Kompas serta laman media daring PanaJournal.com.

Isinya tidak lain adalah obrolan Sukab bersama konco-konconya sesama warga negara kelas bawah: manusia-manusia merdeka yang merasa nyaman dalam keseharian mereka sebab mereka lebih baik memiliki diri sendiri daripada memiliki semuanya, kecuali diri sendiri. 

Karakter Sukab 

Seno dan tokoh rekaannya, Sukab, ibarat dua sosok yang sulit dipisahkan. Karakter Sukab juga telah muncul dalam beberapa seri bukunya terdahulu, seperti Sukab Intel Melayu: Misteri Harta Centini (2002) serta Dunia Sukab: Sejumlah Cerita (2001).

Dalam buku Obrolan Sukab (Penerbit Buku Kompas, 2018), Seno menarasikan keseharian warga kelas bawah yang acap mengobrol di warung pinggir jalan milik Mang Ayat.

Baca juga: Agenda Seminggu Bentara Budaya: Dari Garin Nugroho hingga Mendiang Benyamin Sueb

Di sela wangi kopi, jagung rebus, sajian tempe mendoan, sayur bening, sayur asem, cumi asin, sambel korek, Sukab dan konco-konconya sesama kuli dan buruh biasa mengobrol topik kelas atas tentang korupsi, tahun baru, politik, nasionalisme, pulang kampung, teroris, intoleransi, HAM, dan sebagainya.

Akan hadir sebagai narasumber Seno Gumira Ajidarma, JJ Rizal, Zen Hae dan dimoderatori  Yahya Andi Saputra.

Mereka akan membincangkan bukan hanya seputar buku, tetapi juga berbagai hal terkait situasi sosial budaya kontemporer di Indonesia, dan Jakarta khususnya, yang memang menjadi bahan obrolan Sukab serta kawan-kawannya itu. 

Narasumber 

E-poster bedah buku Obrolan Sukab Dok. BBJ E-poster bedah buku Obrolan Sukab

Seno Gumira Ajidarma dilahirkan tahun 1958. Bekerja sebagai wartawan sejak tahun 1977. Kolom-kolomnya tentang kehidupan urban dan dunia politik terkumpul dalam Surat dari Palmerah (2002), Affair (2004), Kentut Kosmopolitan (2008), Tidak Ada Ojek di Paris (2015), Jokowi, Sangkuni, Machiavelli (2016), dan Obrolan Sukab (2018).

Seno menulis secara regular untuk Koran Tempo dan PanaJournal.com sambil tetap menulis fiksi. Cerpen yang dimuat sepanjang 1978-2013 di Harian Kompas terbit sebagai Senja dan Cinta yang Berdarah (2014). Menerima sejumlah penghargaan sastra, mengajar kajian budaya kontemporer di berbagai perguruan tinggi dan masih menyambung cerita silat Nagabumi.

Zen Hae aktif sebagai penyair, cerpenis, dan penelaah sastra setelah sebelumnya menjadi penulis naskah di Bintang Grup. Lulusan Jurusan Bahasa dan Sastra IKIP Jakarta (kini Universitas Negeri Jakarta) ini pernah menjadi anggota Dewan Kesenian Jakarta (2006 - 2012).

Beberapa buku yang telah ditulis Zen Hae antara lain Rumah Kawin (kumpulan cerpen, 2004) dan Paus Merah Jambu (kumpulan puisi, 2007). Yang terakhir memenangi Karya Sastra Terbaik 2007 dari Majalah Tempo.

JJ Rizal dilahirkan di Jakarta pada 1975 ini menyelesaikan kuliah (1998) di Jurusan Sejarah, Fakultas Sastra Universitas Indonesia. Dia mendirikan Penerbit Komunitas Bambu (Kobam) yang secara khusus menggarap buku-buku ilmu pengetahuan budaya dan humaniora.

Selain menjadi editor buku, dia juga membuat tulisan-tulisan sejarah di berbagai media massa. Pada 2009, dia mendapat Anugerah Budaya Gubernur DKI Jakarta. Beberapa karyanya telah dibukukan, antara lain, Politik Kota Kita (2006); Onze Ong: Onghokham dalam Kenangan (2007); Sejarah yang Memihak: Mengenang Sartono Kartodirdjo (2008); dan Raden Saleh: Anak Belanda, Mooi Indie dan Nasionalisme. 

Yahya Andi Saputra lahir di Jakarta, 5 Desember 1961, menamatkan studi Sejarah di Fakultas Sastra Universitas Indonesia pada tahun 1988. Dia tergabung dalam Forum Pengkajian Betawi dan Ketua Bidang Pelestarian Batik Betawi.

Saat ini dia juga menjadi anggota Komite Sastra Dewan Kesenian Jakarta. Mulai menulis puisi, cerpen, resensi maupun opini sejak SMA. Karya tulisnya banyak dimuat di berbagai media. Yahya Andi Saputra juga menulis skenario flm dokumenter, khusus tentang budaya Betawi, antara lain: “Ngelamar Care Betawi“, “Perkawinan Adat Betawi“, “Pergi Haji Care Betawi“, “Silat Beksi“, “Nisfu Sya’ban Betawi“, dan beberapa naskah sandiwara Betawi. 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

61 Jurusan Soshum UPI Berikut Daya Tampung di SBMPTN 2020 dan Peminat 2019

61 Jurusan Soshum UPI Berikut Daya Tampung di SBMPTN 2020 dan Peminat 2019

Edukasi
Daya Tampung SBMPTN 2020 UPI, Ini 29 Jurusan Saintek Berikut Peminat di 2019

Daya Tampung SBMPTN 2020 UPI, Ini 29 Jurusan Saintek Berikut Peminat di 2019

Edukasi
Tingkatkan Keselamatan, Sekolah Bisa Kerja Sama dengan Organisasi Pencinta Alam dan Instruktur Profesional

Tingkatkan Keselamatan, Sekolah Bisa Kerja Sama dengan Organisasi Pencinta Alam dan Instruktur Profesional

Edukasi
Indonesia Punya 718 Bahasa Ibu, Jangan Sampai Punah!

Indonesia Punya 718 Bahasa Ibu, Jangan Sampai Punah!

Edukasi
Siswa SMPN 1 Turi Hanyut, Sekolah Mesti Punya Pengetahuan Manajemen Perjalanan dan Risiko

Siswa SMPN 1 Turi Hanyut, Sekolah Mesti Punya Pengetahuan Manajemen Perjalanan dan Risiko

Edukasi
Penyesuaian Model Kompetensi Guru Sesuai Perkembangan Zaman Perlu Dilakukan

Penyesuaian Model Kompetensi Guru Sesuai Perkembangan Zaman Perlu Dilakukan

Edukasi
Festival Sains dan Budaya 2020, Menggebrak Stigma Peringkat Bawah PISA Siswa Indonesia

Festival Sains dan Budaya 2020, Menggebrak Stigma Peringkat Bawah PISA Siswa Indonesia

Edukasi
Menjadi Manusia Waskita: Mari Kita Bicara tentang Kehilangan (Bagian II)

Menjadi Manusia Waskita: Mari Kita Bicara tentang Kehilangan (Bagian II)

Edukasi
Menjadi Manusia Waskita (Bagian I)

Menjadi Manusia Waskita (Bagian I)

Edukasi
Mendikbud Nadiem Segera Lakukan Investigasi Lapangan Musibah Susur Sungai SMPN 1 Turi

Mendikbud Nadiem Segera Lakukan Investigasi Lapangan Musibah Susur Sungai SMPN 1 Turi

Edukasi
Kwarnas: Musibah di SMPN 1 Turi Itu Kegiatan Sekolah atau Pramuka?

Kwarnas: Musibah di SMPN 1 Turi Itu Kegiatan Sekolah atau Pramuka?

Edukasi
Musibah Susur Sungai, Mendikbud Nadiem Ingatkan Sekolah Utamakan Keselamatan Siswa

Musibah Susur Sungai, Mendikbud Nadiem Ingatkan Sekolah Utamakan Keselamatan Siswa

Edukasi
Mendikbud Nadiem Sampaikan Bela Sungkawa atas Musibah Susur Sungai SMP Sleman

Mendikbud Nadiem Sampaikan Bela Sungkawa atas Musibah Susur Sungai SMP Sleman

Edukasi
Kejadian di SMPN 1 Turi, Kwarnas Gerakan Pramuka Sampaikan Ini...

Kejadian di SMPN 1 Turi, Kwarnas Gerakan Pramuka Sampaikan Ini...

Edukasi
Orangtua, Ini 5 Cara Kenali Minat dan Bakat Anak sejak Dini

Orangtua, Ini 5 Cara Kenali Minat dan Bakat Anak sejak Dini

Edukasi
Close Ads X